Sidang Umum PBB (Reuters)

Majelis Umum PBB melaksanakan pemungutan suara pada Kamis, (21/12) untuk membuat Resolusi Yerusalem. Hasil pemungutan suara menyatakan 128 negara menolak keputusan AS, sembilan negara setuju, dan 35 negara abstein.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa keputusan Trump pada 6 Desember lalu dianggap tidak sah demi hukum. Meski demikian, AS akan tetap pada keputusannya untuk mengambil langkah memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, AS akan selalu mengingat apa yang terjadi di hari ini. “Amerika akan tetap menempatkan kedutaan kami di Yerusalem, kata Halley, Kamis, (21).

Pemungutan suara ini tidak akan merubah keputusan AS. Namun keputusan ini memberitahu bagaimana orang Amerika memandang PBB dan negara-negara yang tidak menghormati AS di PBB.

“Ketika kami bermurah hati memberikan kontribusi di PBB, kami juga mengharapkan niat baik kami dihormati,” tambah Halley.

Kota Suci Yerusalem (Haaretz)

Resolusi Yerusalem menegaskan kembali bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi. Keputusan di luar itu dinilai tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum.

Selama ini belum ada negara yang menempatkan kantor kedutaannya di Yerusalem. Keputusan Trump memicu kontroversi dari berbagai negara, khususnya negara-negara Muslim di dunia. (AFP/iml/JPC)

Editor : Dyah Ratna Meta Novia / jawapos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 660 kali, 1 untuk hari ini)