Massa Persaudaraan Alumni 212 yang demo Sukmawati ke arah Bareskrim di Gambir Jakarta, Jum’at 6/4 2018 (Foto: Wildan-detikcom)

 Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Maarif: “Kalau cuma minta maaf hukum berhenti buat apa ada polisi? Buat apa ada pengadilan? Kami mendukung  panggil secepatnya Bu Sukamawati. Kami minta prosesnya cepat seperti memproses aktivis Islam.”

***

Temui Bareskrim, Massa PA 212 Kawal Kasus Sukmawati

Foto: Ketua DPP PA 212 Slamet Maarif menyampai hasil pertemuan dengan Bareskrim ke massa. (Wildan-detikcom)

Jakarta – Perwakilan massa Persaudaraan Alumni (212) menegaskan akan mengawal penanganan kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri. Massa meminta Sukmawati diproses hukum atas dugaan penodaan agama terkait puisi.

Pantauan detikcom, perwakilan massa yang salah satunya adalah Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Maarif keluar dari kantor Bareskrim, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, pukul 15.37 WIB, Jumat (6/4/2018). Slamet lalu menyampaikan hasil pertemuan itu ke massa.

“Tadi delegasi diterima pihak Bareskrim. Tadi kami sampaikan pada Bareskrim dan kami tegaskan bahwa permohonan maaf, permintaan maaf tidak boleh menjadi penghalang tegaknya hukum di Indonesia,” kata Slamet di atas mobil komando.

Slamet melanjutkan, pihaknya memaafkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ itu. Namun, massa ingin Sukmawati tetap diproses hukum.

“Kalau cuma minta maaf hukum berhenti buat apa ada polisi? Buat apa ada pengadilan? Kami mendukung panggil secepatnya Bu Sukamawati. Kami minta prosesnya cepat seperti memproses aktivis Islam,” tuturnya.

Selain itu, kata Slamet, mereka akan mengawal kasus ini. Massa mengancam akan aksi lebih besar lagi jika laporan ini tidak diproses.

“Yang kedua kita ingatkan jangan sampai kegaduhan di negara kita terulang lagi. Kalau sampai ini kasus tidak diproses tidak menutup kemungkinan kasus Ahok terulang lagi, tidak menutup kemungkinan kami akan datang lebih besar lagi. Siap kawal kasus Bu Sukmawati? takbir,” tuturnya./ https://news.detik.com / Denita Matondang, Samsdhuha Wildansyah 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 211 kali, 1 untuk hari ini)