Inilah beritanya.

***

one‏@Bg_MarOne

Glodok & Rawajati adalah bukti standar ganda Ahok soal penggusuran. Pemimpin begini msh saja dibela. Kalian sehat ??

https://twitter.com/Bg_MarOne/status/771380752642564096

pantai asuhan yatim

Penggusuran di Rawajati Kalibata Jaksel (Kamis 1/9 2016), 11 hari menjelang Hari Raya Qurban /Idul Adha 1437H.

wong-wong Cino” Glodok Jakarta

“wong-wong Cino” Glodok Jakarta

***

Elisa Sutanudjaja‏@elisa_jkt

Rezim tata ruang ini bahkan tak segan-segan mengusir anak yatim piatu:

Anak-Anak Yatim Menangis Saat Panti Asuhannya Dibongkar Alat Berat

Alat berat membongkar permukiman warga di Rawajati

Alat berat membongkar permukiman warga di Rawajati, Jakarta, Kamis (1/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Puluhan anak-anak panti asuhan Yayasan Shohibul Istiqomah, Jalan Rawajati Barat III, RT 09 RW 04 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, harus merelakan bangunannya dirobohkan oleh alat berat. Pantauan Republika.co.id, saat menyaksikan pembongkaran dengan alat berat tersebut, sebagian anak-anak seumuran SD itu tampak mengucurkan air mata. Namun, saat debu-debu berterbangan membuat anak-anak itu terpaksa merengsek masuk ke pagar Apartemen Kalibata City.

Di dalam pagar apartemen mewah itu mereka duduk ditemani beberapa pengasuhnya. Salah satu anak yatim tersebut, Putri (11) terus menangis meratapi yayasan yang telah ditempatinya selama setahun tersebut. “Saya sedih karena sudah setahun tinggal di situ,” ucap siswa kelas 6 SD tersebut saat berbincang dengan Republika, Kamis (1/9).

Begitu juga dengan temannya, Bintang (12) ia hanya terdiam meratap lantaran tidak mengetahui akan tinggal di mana setelah penggusuran itu.

Pengasuh tertua di Yayasan tersebut, Suyasih (60) turut duduk di tengah-tengah anak asuhnya tersebut. Menurut dia, bangunan tersebut sudah berdiri selama 25 tahun. “Yayasan ini sudah 25 tahun di sini, itu sudah ada yang keluar, udah ada yang jadi oranglah,” kata Suyasih.

Menurut wanita yang biasa dipanggil Uwa tersebut, yayasannya saat ini tengah menampung sekitar 35 anak yatim. Namun, Uwa kini mengaku bingung dengan nasib anak asuhnya karena harus terlantar untuk sementara waktu. Padahal, kata dia, sebenarnya sebelumnya dirinya secara pribadi sudah setuju untuk dipindahkan.

“Ya wong ini tanah pemerintah wajib keluar, udah mau keluar tapi saya tidak boleh sama warga  yang lain. Saya sih sudah siap, sudah dikasih peringatakan 1, 2, dan 3, cuma saya gak boleh sama warga yang tidak mau pindah,” ucap dia.

Uwa mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan pernah menjanjikan kepada warga akan menyediakan Rusun di Jakarta Selatan untuk warga dan pengganti panti asuhannya itu. Namun, hingga kini belum terealisasikan secara nyata.  “Kalau begini saya yang repot. Kasihan anak-anak jadinya. Kalau saya, seminggu sebelumnya sudah siap (untuk pindah),” ucap dia. / http://nasional.republika.co.id/Angga Indrawan-Yasin Habibi/Kamis, 01 September 2016

H

 one Retweeted

Mas Piyu ‏@maspiyungan  47m47 minutes ago

SADIS! Tak Cuma Digusur, Pak Ilyas Juga DIFITNAH Sudah Dapat Ganti Apartemen di Kalibata http://dlvr.it/M9NC8K 

***

Dipukuli, Hingga kemarin sore belum sadar

korban penggusuran

Sudah rumahnya digusur, orangnya jadi korban tak sadarkan diri karena dipukuli/ fokoto wrtkt

Pak Edi yang  rajin shalat berjamaah ke masjid dengan membawa cucunya umur 5 tahun, tadi pagi bilang, adiknya yang  jadi korban dipukuli pakai balok (?) oleh orang-orang berseragam, masih di rumahsakit, sampai kemarin sore belum sadar. Namun Pak Edi belum sempat menengokinya, karena dia dan 9 keluarganya masih dalam keadaan “berantakan” di trotoar samping pagar Kalibata City Jakarta Selatan.

Pak Edi adalah wong Jowo yang  mengaku menyesal kemarin ikut milih mereka yang  tak tahunya kini bikin sengsara.

Rumah Pak Edi banyak disorot kamera karena tampak penampung airnya tinggi warna oren yang  di foto2 tampak ambruk dikeruk alat berat. Sedang anaknya lelaki muda berkacamata yang suka ke masjid pula membawa anak kecilnya, jadi kurban diinjak-injak org2 berseragam pula, kemarin pagi saat penggusuran. Tadi pagi ia mengaku sekujur tubuhnya masih ngilu-ngilu, entah luka di dalam atau tidak belum tahu, karena lagi sedih lagi sedih dan repot menghadapi kenyataan pahitnya derita penggusuran paksa, dan jadi korban diinjak-injak orang-orang berseragam pula.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.189 kali, 1 untuk hari ini)