Lesbian dan homo. (ilustrasi)


Inilah beritanya.

***

Kampanye Dukung LGBT Mahasiswa UI Hebohkan Media Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah poster muncul di dunia maya menghebohkan sejumlah pengguna media sosial, Kamis (21/1). Dalam poster tersebut tertulis jika mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) manawarkan jasa konseling untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Poster itu, juga memastikan teman-teman tidak sendirian ketika melalui masa-masa sulit. Dalam kampanye di poster tersebut, dituliskan bersedia membantu pertanyaan dan menjawab tentang LGBT.

Di dalam poster itu, terlihat empat foto mahasiswa dan mahasiswi dari UI. Dimas Mahendra Fakultas Psikologi UI, Luna Siagian Mahasiswa Ilmu Politik UI, Tegar Ramadhan lulusan Sastra Perancis 2016 UI dan Firmansyah lulusan Ekonomi Manajemen 2015 UI.

“Butuh waktu untuk bisa menerima bahwa seseorang dilahirkan dengan kecenderungan yang berbeda. Saya sempat menganggap diri saya kurang dan seperti produk gagal. Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar saya disembuhkan dari ketertarikan yang sempat saya pahami sebagai dosa besar ini. Namun, ketika mulai mendapatkan informasi mengenai seksualitas, saya bisa menerima fitrah dari diri saya yang tidak sama dengan orang lain. Saya bersedia membantu anda di masa-masa sulit,”seperti yang ditulis Tegar Ramadhan di dalam poster tersebut.

Sementara itu, tertulis juga Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC) UI mengupayakan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai permasalahan gender dan seksualitas melalui seminar, diskusi, dan berbagai kegiatan lain. Di sana mereka menyarankan untuk mengenal SGRC UI yang dimuat dalam situs www.Melela.org.

republika.co.id, Kamis, 21 Januari 2016, 14:54 WIB

***

UI: Kami Tak Terkait Kelompok Kajian Seksualitas SGRC

By Nadya Isnaeni, 21 Jan 2016 at 13:21 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Kehadiran organisasi yang menamakan diri mereka sebagai Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia (SGRC UI) bikin gerah kampus UI.

Apalagi kelompok yang memberikan konsultasi bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) itu membawa embel-embel UI dalam nama organisasi mereka.

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan, SGRC tak ada hubungannya dengan ‘kampus kuning’. Pun begitu, UI tak bertanggung jawab atas segala kegiatan SGRC.

“Dalam menyelenggarakan kegiatannya, SGRC tidak pernah mengajukan izin kepada pimpinan fakultas maupun UI ataupun pihak berwenang lainnya di dalam kampus UI,” kata Rifelly dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

“SGRC tidak memiliki izin resmi sebagai pusat studi/unit kegiatan mahasiswa (UKM)/organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat fakultas maupun UI,” sambung dia.

Melalui website-nya, Sgrcui.wordpress.com, kelompok itu menyatakan, SGRC UI adalah organisasi mahasiswa di Universitas Indonesia yang bergerak pada bidang kajian pemikiran.

“Organisasi ini mengupayakan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai permasalahan gender dan seksualitas melalui seminar, diskusi, dan berbagai kegiatan lain,” tulis SGRC.

Dalam logo organisasinya, mereka juga menggunakan lambang makara UI. Makara UI itu dikelilingi oleh 3 logo simbol jenis kelamin. Secara berkala mereka menggelar arisan yang di dalamnya turut membahas berbagai masalah seksualitas./ liputan6.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.090 kali, 1 untuk hari ini)