(Di bawah ada catatan, Nahimunkar.com mengutip lafal “penyihir” sebelum diralat dengan “manajer” oleh Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Syiah Indonesia, Jalaludin Rakhmat, sedang menulis disertasi yang menyebabkan dia diancam akan dihukum mati. Pasalnya, dalam disertasi yang masih dalam tahap penulisan ini Jalal menulis bahwa Nabi Muhammad SAW gagal mengorganisasikan masyarakat sesudahnya.
“Saya sedang menulis sebuah disertasi yang kedua, dan ini mungkin disertasi yang paling lama yang saya kerjakan,” ungkap Jalal, yang mengaku sedang menulis disertasi di UIN Alauddin, Makassar.

“Ini jadi sekian lama karena mungkin satu-satunya disertasi yang mendapat tekanan dari penduduk di sekitarnya. Sudah pernah didemo beberapa kali dan saya mau diancam mau dihukum mati. Kemudian dilaporkan ke polisi karena disertasi itu, yang belum terbit, baru dalam tahap proses pembuatan,” katanya.

Pasalnya, dalam disertasi itu pemimpin organisasi Syiah IJABI ini menulis bahwa Nabi Muhammad SAW gagal mengorganisasikan masyarakat sepeninggalnya. Dia mengaku mengutip tulisan tersebut dari sejarawan Barat, Arnold Joseph Toynbee.
“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang manajer yang brilian (sebelumnya ditulis penyihir, red). Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” demikian ujar Jalal, mengutip pernyataan Arnold Toynbee dalam disertasinya.

Jalal juga mengutip sejarawan Italia, Leone Caetani yang menyatakan, Nabi Muhammad tidak meninggalkan pengganti yang meneruskan kepemimpinannya karena dia tidak sempat melakukannya.

“Dia (SAW) tidak mengira bahwa kematiannya datang terlalu cepat. Jadi kematiannya begitu cepat sehingga beliau belum sempat karena beliau lupa menunjuk penerusnya,” pungkas Jalal.

Reporter: Imam S.
Editor: Fajar Shadiq
***

Nahimunkar.com mengutip lafal “penyihir” sebelum diralat dengan “manajer” oleh Kiblat.net

Kiblatdotnet

Berita tersebut di atas dikutip oleh nahimunkar.com seutuhnya di bawah judul Jalal Pentolan Syiah Tuduh Nabi Muhammad Seorang Penyihir.

Memang dalam berita kiblat.net yang dikutip nahimunkar.com itu asalnya ada lafal “penyihir” itu. Belakangan, lafal penyihir diganti dengan manajer oleh Redaksi Kiblat.net dengan diberi keterangan di dalam kurung (sebelumnya ditulis penyihir, red).

Berikut ini, kutipan dari kiblat.net, yang awal (yang naimunkar.com kutip), dan di bagian bawah yang belakangan setelah diganti oleh kibat.net.
“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang penyihir yang brilian. Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” kata Jalal, menjelaskan tulisan dalam disertasinya.
“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang manajer yang brilian (sebelumnya ditulis penyihir, red). Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” demikian ujar Jalal, mengutip pernyataan Arnold Toynbee dalam disertasinya.
Meskipun setelah dibetulkan keredaksian dalam berita tersebut isinya menjadi tidak ada perkataan Jalal tentang penyihir, namun persoalan Kang Jalal Tulis Disertasi Terkait Kegagalan Nabi Menunjuk Pemimpin tetap menjadi berita yang mengandung persoalan bagi Umat Islam.

Karena, setelah lafal “penyihir” dibetulkan tulisannya menjadi “manager”, justru di situ letak persoalan Jalal dalam mempersoalkan Nabi Muhammad saw. Satu sisi Jalal mensifati Muhammad (Jalal tidak menulis Nabi Muhammad, tapi yang dimaksud jelas Nabi, red nm) seorang manajer yang brilian, di sisi lain dengan pensifatan itu untuk menekankan bahwa ternyata dia (Nabi Muhammad, maksudnya red nm) tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja,…
Dari situ, lafal “Ajaib” yang di awal kalimat pernyataan Jalal, silakan Umat Islam memaknai rasa kata itu. Apakah lafal “Ajaib” di situ suatu penghargaan Jalal terhadap Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam, atau justru sebaliknya.

(nahimunkar.com)

***

Catatan:

Dalam berita nahimunkar.com berjudul Jalal Pentolan Syiah Tuduh Nabi Muhammad Seorang Penyihir By nahimunkar.com on 16 October 2014, oleh karena lafal “penyihir” (salah tulis) diralat menjadi “manager” oleh pihak yang dikutip, yakni kiblat.net, maka tulisan nahimunkar.com yang tentang penyihir tidak lagi dikaitkan dengan perkataan Jalal, sedang isi tentang pandangan Islam terhadap penyihir tetap. Demikian pula tentang isi berita, tetap seperti yang tertulis di atas.
Terimakasih.
Redaksi nahimunkar.com

(Dibaca 2.247 kali, 1 untuk hari ini)