Mi’raj News Agency (MINA) yang mengklaim sebagai satu-satunya Kantor Berita Islam di Indonesia diresmikan Selasa 18/12 di Aula Buya Hamka Al Azhar Jakarta.

MINA didirikan atas kerjasama Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia dengan Medical Emergency Rescue  Committee (MER-C), dan Aqsa Working Group (AWG).

Pemimpin Umum MINA adalah Muhyiddin Hamidy yang selama ini dikenal sebagai pemimpin JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH).

Kejaksaan Agung pernah mengajukan surat ke MUI masalah Jamus itu, kemudian telah dijawab bahwa:

Tentang Jama’ah Muslimin Hizbullah

  1. Jama’ah Muslimin Hizbullah adalah suatu kelompok yang mempunyai faham tersendiri dalam ummat Islam, statusnya sebagai Ormas Islam
  2. Di kalangan ummat Islam ada keyakinan-keyakinan dan pemahamannya agak menyimpang tentang Al-Qur’an dan hadits. Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak berkembang. Diperlukan usaha–usaha da’wah terhadap kekeliruan pemahaman kalau terhadap yang berlainan dengan pemahaman umum, tentang Al-Qur’an dan Hadist

Ditetapkan :

Jakarta, 2 Agustus 1978

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua         Sekretaris

 

 

K.H. M. Syukri Ghozali         H. Musytari Yusuf, LA

***

Berita tentang peresmia kantor berita Mina, sebagai berikut.

***

Mi’raj News Agency, Kantor Berita Islam Pertama di Indonesia Diresmikan

Diposting Selasa, 18-12-2012 | 11:30:10 WIB

MINAnewsAgency_83272343842JAKARTA, muslimdaily.net – Mi’raj News Agency (MINA) yang mengklaim sebagai satu-satunya Kantor Berita Islam di Indonesia diresmikan hari ini Selasa 18/12 di Aula Buya Hamka Al Azhar Jakarta.

Menurut informasi dalam situsnya http://www.mirajnews.com,  Kantor berita tersebut merupakan media alternatif guna mengimbangi penguasaan opini global oleh Zionis Israel.

MINA didirikan atas kerjasama Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia dengan Medical Emergency Rescue  Committee (MER-C), dan Aqsa Working Group (AWG).

Pemimpin Umum MINA, Muhyiddin Hamidy dalam acara peresmina MINA di Jakarta mengemukakan, MINA menjadi “juru bicara” kaum muslimin dalam  menyampaikan amar ma’ruf dan nahi mungkar, terutama dengan mendukung pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Menurut Pembina Jaringan Pesantren Al-Fatah Seluruh Indonesia itu, MINA dalam menyebarkan informasi dengan jelas membawa cahaya kebenaran, keadilan, keamanan, kedamaian, dan kejujuran serta amanah sesuai ajaran Islam.

Ia juga menjelaskan, kehadiran MINA adalah tindaklanjut yang nyata dari hasil-hasil konferensi internasional Pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina di Bandung pada Juli 2012. (muslimdaily.net)

***

Tentang Jamus, ada pembahasan tentang itu, di antaranya sebagai berikut:

Jamaat Muslimin Hizbullah

Jamaat Muslimin Hizbullah dibawah pimpinan Syeh Wali Al Fatah tahun 1953, kemudian sampai kini masih diteruskan dbawah pimpinan/Imam Haji Muhyiddin Hamidi.  Terhadap kelompok yang kini bermarkas di Cilengsi Bogor Jawa Barat dan punya pendidikan di daerah itu, juga di Lampung, dan berpengaruh ke sebagian orang; kami kutip Majelis Ulama Indonesia dalam menyikapinya sebagai berikut:

Masalah Jama`ah, Khalifah dan Bai`at

Majelis Ulama Indonesia telah mendapat pertanyaan-pertanyaan dari Kejaksaan Agung, sebagai berikut :

  1. Jamaah Muslimin Hizbullah berpendapat bahwa: “Berbai’at kepada Imam Jamaah Muslimin Hizbullah adalah wajib hukumnya. Bagaimana pendapat Majelis Ulama mengenai persoalan tersebut di atas?
  2. Dapatkah Majelis Ulama Indonesia memberikan kepada kami dalil-dalil AlQur’an maupun Hadits mengenai persoalan Jama’at Imamah/Khalifah dan Bai’ at selain daripada yang dikemukakan oleh Jemaat Muslimin Hizbullah?
  3. Kami memohon pendapat Majelis Ulama Indonesia tentang telah dibentuknya Jamaat Muslimin Hizbullah dibawah pimpinan Syeh Wali Al Fatah tahun 1953 yang kemudian sampai kini masih diteruskan dbawah pimpinan/Imam Haj i Muhyiddin Hamidi.
  4. Apa masih ada keterangan lain yang akan diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia sehubungan dengan telah “ditetapinya” Jamaah Muslimin Hizbullah tersebut.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, setelah mengadakan dua kali sidang terbatas, pada tanggal 12 Juli 1978 dan tanggal 2 Agustus 1978 guna membahas tentang Jama’ah, Khalifah, dan Bai’at berkesimpulan sebagai berikut :

  a. Jama’ah

  1. Jama’ ah menurut logat ialah : lebih dari dua orang.
  2. Menurut istilah, jama’ah berarti : Himpunan paling sedikit dua orang untuk melaksanakan shalat lima waktu. Pada shalat biasa hukumnya sunat mu’ akkad. Dalam shalat Jum’ at menj adi rukun Jum’ at. Ada pula yang berpendapat bahwa berjamaah dalam shalat lima waktu hukumnya fardhu kifayah. Shalat berjama’ah pahalanya berlipat ganda dari shalat sendirian, berjama’ah dianjurkan oleh agama Islam.
  3. Jama’ah di dalam kemasyarakatan ialah bekerja bersama_sama untuk menegakkan amarma’ruf nahi munkar, tolong menolong dalam bidang sosial dan menghindari perpecahan

  b. Khalifah

  1. Khalifah menurut logat berarti : Wakil
  2. Menurut Istilah, berarti orang yang dipilih oleh jama’ah utnuk menjadi pemimpin mereka
  3. Khalifah menurut sejarah ialah : Kepala Pemerintahan Islam pada Zaman sahabat, yaitu dengan bai’at sebagai pernyataan setia dari penduduknya dengan jalan pilihan. Sesuadah masa sahabat, sebutan khalifah dipergunakan untuk sebutan kepala Pemerintahan tetapi tidak melalui pilihan (kerajaan)

Sebutan Khalifah menirut sejarah telah berakhir dengan berakhirnya Khalifah Usmaniyah dari Turki Sebuatan Khalifah menurut sejarah ada kalanya dipergunakan kata Imam, Setelah berakhir Khalifah Usmaniyah tersebut sebutan Khalifah dipergunakan oleh kelompok-kelompok Tariqat untuk sebutan ketuanya, seperti tariqat Naqsyabandiyah, Satarijah, Tijaniyah dan lain-lain Demikian pula sebutan Imam dipergunakan oleh golongan madzab-madzab Fiqih seperti Imam hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hambali dan lain-lain Jaga pada kegiatan sosial (kemasyarakatan) seperti pemuka-pemuka Islam yang memperbaiki pendidikan Islam seperti Muh. Abduh, Ustadz/Al Imam menjadi sebutannya. Bagi Syeikhul Azhar, Mesir memakai sebutan Al Imam Al Akbar. Bagi tiap-tiap mesjid menyelenggarakan shalat Juma’at juga memakai sebutan Imam Jami’i, Sedang pada shalat lima waktu disebut Imam Rawatib

 c. Bai’at

  1. Bai’at menurut logat ialah jabatan tangan sebagai manifestasi Persetujuan.
  2. Menurut istilah, berarti pengakuan setia dari pengikut kepada pemimpin yang diikutinya. Sebagaimana bai’at itu berlaku dalam kemasyarakatan seperti diterangkan di atas, juga dipergunakan di dalam Lingkungan tariqat. Begitu pula di beberapa golongan pada zaman belanda seperti Serikat Islam mempergunakan kata bai’at,

d. Tentang Jama’ah Muslimin Hizbullah

  1. Jama’ah Muslimin Hizbullah adalah suatu kelompok yang mempunyai faham tersendiri dalam ummat Islam, statusnya sebagai Ormas Islam
  2. Di kalangan ummat Islam ada keyakinan-keyakinan dan pemahamannya agak menyimpang tentang Al-Qur’an dan hadits. Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak berkembang. Diperlukan usaha–usaha da’wah terhadap kekeliruan pemahaman kalau terhadap yang berlainan dengan pemahaman umum, tentang Al-Qur’an dan Hadist

Ditetapkan :

Jakarta, 2 Agustus 1978

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua         Sekretaris

K.H. M. Syukri Ghozali         H. Musytari Yusuf, LA

***

Tampaknya mereka memiliki imam atau amir atau istilah-istilah tertentu yang mereka gunakan. Di antaranya dapat dilihat di situs mereka berupa pengumuman ini.

***

بسم الله الرّحمن الرّحيم

جماعة المسلمين (حزب الله)

JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

Sekretariat : Jl. Pesantren Al-Fatah 1 RT 02 RW 05 Pasirangin, Cileungsi, Bogor, 16820
Telp./Fax : (021) 82498933, Mobile : +6281310460021, e-mail : mujahid_khil@yahoo.co.id
===========================================================================

Nomor             : …… /MKP/10/1429Bogor, 08 Syawwal 1429 H

Lampiran          : 2 (Dua) lembar

07 Oktober 2008 M

Perihal              : Pendataan Calon Penerima Beasiswa Al-Azhar.

Kepada:

  1. Ykh. Waliyul Imaam/Naibul Imaam/Amir Riyasah.
  2. Ykh. Mudirus Shuffah/Roisul Madrasah Aliyah.
  3. Ykh. Para Orangtua

Di Tempat

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya sampai hari akhir. Dalam rangka pengembangan da’wah khilafah fil Ardl, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mencanangkan program studi secara Internasional, maka bersama ini kami sampaikan:

  1. Menindaklanjuti kesediaan Duta Besar Mesir untuk Indonesia menerima alumni Al-Fatah untuk melanjutkan studi di Al-Azhar Kairo, kami mohon kepada Para Waliyul Imaam, Naibul Imaam, Amir Riyasah, Para Mudirus Shuffah, Roisul Madrasah Aliyah Al-Fatah dan Al-Khoiriyah untuk mendata putera/puteri para ikhwan yang berminat melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi di Al-Azhar Kairo tahun akademik 2009-2010.
  2. Pendaftaran sementara calon peserta dengan cara mengisi formulir biodata lengkap dengan tanda tangan kesanggupan pendaftar dan memenuhi persyaratan sebagaimana terlampir.
  3. Berkas pendaftaran calon peserta tersebut agar langsung disetorkan kepada Majlis Ta’lim wa Tarbiyah Pusat (MTTP) di Maktab Am Cileungsi Bogor, atau via fax (021) 82498933 atau via Po Box 028 Cileungsi, Bogor 16820, selambat-lambatnya tanggal 30 Oktober 2008.

Demikian edaran ini kami sampaikan untuk segera ditindaklanjuti.

والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

http://alfatahmaos.blogspot.com/2008/11/info-beasiswa.html

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.966 kali, 1 untuk hari ini)