Inilah beritanya.

*** 

Kenapa Kantor Majalah Charlie Hebdo Diserang?

Rubrik: Eropa | Kontributor: Sofwan – 08/01/15 | 01:03 | 16 Rabbi al-Awwal 1436 H

 

 

 

dakwatuna.com – Paris. Majalah Charlie Hebdo, Prancis, kembali menjadi pemberitaan media internasional setelah terjadinya serangan tiga orang bersenjata ke kantor redaksinya, Rabu (7/1/2015) kemarin.

Serangan itu mengakibatkan tewasnya 12 orang, di antaranya seorang kartunis senior, Stephane Charbonnier, yang telah bekerja sebagai redaktur majalah ini sejak tahun 2012.

Dari beberapa keterangan, diketahui bahwa motivasi serangan bersenjata api yang dilakukan tiga orang itu, adalah balas dendam karena majalah tersebut menghina keyakinan mereka.

Sementara, L’Agence France-Presse (AFP), melaporkan bahwa para pelaku berteriak, “Kami telah membalas dendam untuk Rasulullah.” Sebuah rekaman video amatir yang diambil dari atas gedung terdengar teriakan “Allahu Akbar.. Allah Akbar” di antara letusan senjata api.

Pada tahun 2011, media-media di Eropa menyebut istilah Syariah Pekanan (Charia Hebdo). Saat itu, Majalah Charlie Hebdo menyebabkan kemarahan luas umat Islam di Prancis dan juga di beberapa negara Islam, setelah publikasi gambar kartun yang menghina Rasulullah saw.

Pada tahun 2012, Charlie Hebdo juga berkali-kali memuat gambar kartun yang menghina umat Islam, di antaranya dengan gambar lelaki telanjang yang mereka katakan sebagai Rasulullah saw.

Gambar-gambar itu dimuat menyusul rangkaian serangan ke beberapa kedutaan besar di beberapa negara Timur Tengah, setelah dirilisnya film Innocence of Muslims. Saat itu, Prancis juga menutup beberapa kantor kedutaan, sekolah dan pusat kebudayaan Prancis di 20 negara Islam. (msa/dakwatuna/klmty).

Redaktur: Sofwan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 288 kali, 1 untuk hari ini)