Kapal dari China Membuang Jasad-Jasad ‘Anak Buah Kapal’ Berkewarganegaraan Indonesia ke Laut

 

Silakan simak ini.

 

***

Abimantrono Anwar 

Kam, 7 Mei jam 10.47 kirim email sebagai berkut:

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=YALDZmX-W0I&feature=youtu.be 

 

Oleh Hansol Yang 6 Mei 2020

 

Berita mengenai sebuah kapal dari China yang membuang jasad-jasad anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia ke laut, setelah mereka sakit karena dipaksa bekerja 18 jam setiap hari.

 

https://twitter.com/ustadchen/status/1258000120399794182

 

 

https://www.youtube.com/watch?time_continue=1&v=3QIEmJ1mCZY&feature=emb_title 

 

 

Video dimulai dengan penjelasan alasan kenapa MBC news menyebarkan berita ini:

 

MBC melaporkan berita ini karena ada crew kapal yang meminta tolong ke pemerintah Korea dan MBC SECARA LANGSUNG ketika kapalnya memasuki pelabuhan di Busan.

 

Sulit untuk mengusut tuntas walaupun bukti foto dan video telah diberikan (video dilampirkan di dalam beritanya. Terlihat crew-crew kapal mendorong bungkusan jenazah bewarna oranye ke laut). Namun sebelum berhasil diusut tuntas, kapalnya sudah pergi ke perairan internasional!

 

MBC memberi statement kalau mereka memerlukan bentuk kerja sama internasional untuk menginvestigasi kasus ini.

 

Video yang dilampirkan di dalam berita diinfokan terjadi pada 30 Maret 2020, ketika kapal masih berada di tengah samudra pasifik, mayat yang dibuang adalah-

 

anak buah kapal dari Indonesia yang berumur 24 tahun bernama Ari (/Haris?) yang sudah bekerja di kapal selama 1 tahun lebih. Crew kapal terlihat menyalakan dupa dan menyemprotkan air ke bungkusan jenazah, lalu bertanya ke crew lain “Siapa lagi yang mau bantu (dorong ke laut)?”

 

“Ayo, ada nggak? Nggak ada?” dan perekam terdengar menjawab “tidak..”. Bungkusan jenazah pun diangkat dan dibuang ke laut yang kedalamannya belum diketahui.

 

Beberapa jasad anak buah kapal Indonesia lainnya yang dibuang ke laut adalah; (Alfa?) 19 tahun, dan (Jefri?) 24 tahun.

 

Arie

@arieoz

· 15j

Membalas @ustadchen

bah, nama2 korbannya Alfatah, Sepri, Ari, Efendi Pasaribu. Semuanya pemegang visa E10.

 

Thank you, Kak!

 

Menurut saksi mata (sesama anak buah kapal), terdapat eksploitasi tenaga kerja dan para pelaut yang meninggal sudah mengeluh sakit selama sebulan.

 

“Awalnya keram, terus tau-tau kakinya bengkak, dan dari kaki langsung nyerang ke badan, setelah nyerang ke badan langsung sesak.”

 

Para crew kapal lain meminum air putih dalam kemasan sedangkan crew kapal dari Indonesia meminum air laut murni sehingga kondisi kesehatan mereka cepat menurun.

 

“Crew asing memang tidak bisa minum air sama sekali. Pernah juga sampe ada dahak-dahak disini (megang tenggorokan)”

 

“Waktu kerjanya berdiri selama 30 jam dan setiap 6 jam ada jam makan, nah di jam makan ini kami manfaatkan untuk duduk”

 

Upah yang diterima setelah 13 bulan bekerja hanya sebesar $120 atau Rp 1.800.000.

 

Berikut berita dari Kompas, namun isinya hanya menjelaskan ulang dari terjemahan video Hansol Jang

 

Viral Video Jenazah ABK asal Indonesia di Kapal China Dilempar ke Laut

 


 

Sebuah tangkapan layar dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, seorang awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China.(MBC/Screengrab from YouTube)

Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Viral Video Jenazah ABK asal Indonesia di Kapal China Dilempar ke Laut”, https://www.kompas.com/global/read/2020/05/06/190309270/viral-video-jenazah-abk-asal-indonesia-di-kapal-china-dilempar-ke-laut.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 480 kali, 1 untuk hari ini)