Kapolsek Bogor Tengah, Prasetyo, saat memberikan sambutan kepada warga Cilibende. (foto: suara islam)

Minggu, 27/09/2015 15:02:41

Bogor (SI Online) – Kapolsek Bogor Tengah, Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan kebaktian jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor Baru di bangunan kosong milik Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Cilibende Bogor Tengah telah menyalahi aturan.

“Kegiatan yang ada di sekolah BPK Penabur memang peruntukannya untuk pendidikan, namun sejak beberapa waktu lalu dilaksanakan kebaktian,” kata Prasetyo saat ditemuiSuara Islam Online di Cilibende, Ahad (27/9/2015).

Karena itulah, kata Prasetyo, warga setempat merasa keberatan dengan kegiatan tersebut, “Dengan dasar aturan SKB rumah ibadah dan perda tentang alih fungsi bangunan mereka melakukan protes,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, masalah ini adalah alih fungsi bangunan karena bukan peruntukannya, “Oleh karena itu permintaan dari warga akan kita tindak lanjuti kepada Muspida dan Pemkot. Kita akan akomodir permintaan warga,” jelasnya.

Prasetyo hadir di tengah-tengah aksi damai warga Cilibende yang melakukan protes atas kegiatan yang dianggap telah meresahkan itu.

Sementara itu, Asep warga Cilibende, mengungkapkan bahwa jemaat GKI yang melakukan kebaktian bukan warga setempat, “Disini tidak ada jamaahnya, mereka semua pendatang. Dan disinyalir ini kaitannya dengan GKI Yasmin” ujarnya.

Menurut Asep, jemaat tersebut melanggar aturan SKB rumah ibadah dan Perda Pemkot Bogor tentang alih fungsi tanah dan bangunan.

Oleh karena itu, warga meminta pemerintah kota Bogor menindak tegas kegiatan yang menyalahi aturan itu. “Kita ingin semua ikuti aturan, jika hal itu dilakukan semua akan damai dan baik-baik saja tidak ada perselisihan,” tandas Asep.

red: adhila

***

Menyalahi Aturan, Kegiatan GKI Bogor Baru Diprotes Warga Setempat

Minggu, 27/09/2015 14:23:46

Bogor (SI Online) – Sejumlah warga Cilebende, Bogor Tengah, mendatangi bangunan sekolah yang kosong milik Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur untuk memprotes kegiatan kebaktian dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor Baru di tempat itu yang dianggap melanggar sejumlah aturan.

Warga Cilibende, Asep, menjelaskan bahwa jemaat GKI yang melakukan kebaktian bukanlah warga setempat, “Disini tidak ada jamaahnya, mereka semua pendatang. Dan disinyalir ini kaitannya dengan GKI Yasmin” ujarnya kepada Suara Islam Online, Ahad (27/9/2015).

Menurut Asep, jemaat tersebut melanggar aturan SKB rumah ibadah dan Perda Pemkot Bogor tentang alih fungsi tanah dan bangunan. “Mereka mengalihkan fungsi tempat tersebut untuk kebaktian,” katanya.

Asep menjelaskan, kasus ini sudah ada sejak tahun 2011 lalu, kemudian di tahun 2012 Sekda mengeluarkan surat yang melarang kebaktian tersebut. “Jeda beberapa tahun, lalu di akhir 2014 saat momen natalan mereka melakukan kebaktian lagi, dan itu dilakukan sampai sekarang. Dan sejak 2011 lalu warga juga sudah mengeluarkan surat keberatan akan adanya kegiatan mereka,” ucapnya.

Sedangkan bangunan itu sendiri, sudah lama kosong tidak dipakai lagi oleh BPK Penabur, tambahnya.

Selama ini, kata Asep, warga melakukan keberatan secara baik-baik dan mengikuti aturan. “Warga menolak melalui jalur resmi dengan audiensi dan mengirimkan surat kepada pihak terkait,” ucapnya.

Ia melanjutkan, keinginan warga ialah meminta pemerintah kota Bogor melarang kegiatan yang meresahkan itu. “Kita ingin Walikota menindak tegas, seperti halnya terhadap PKL yang melanggar aturan langsung digusur, apalagi ini yang melanggar itu lembaga,” kata Asep.

“Kita ingin semua ikuti aturan, jika hal itu dilakukan semua akan damai dan baik-baik saja tidak ada perselisihan,” pungkas Asep.

Aksi damai warga itu dihadiri oleh Kapolsek Bogor Tengah Prasetyo, Danramil Bogor Tengah Eka Purnama, perwakilan dari Kesbangpol dan lainnya.

red: adhila/ suara islam

(nahimunkar.com)

(Dibaca 654 kali, 1 untuk hari ini)