JAKARTA (Panjimas.com) – Perbedaan agama yang ada didalam rumah tangga artis Sandy Tumiwa yang baru saja menjadi mualaf akhirnya membuat Sandy siap bercerai dari istrinya, Tessa Kaunang yang beragama Kristen. Untuk itu, Sandy pun telah berpikir tentang nafkah yang akan diberikan kepada calon mantan istri itu.
“Di dalam perjanjian itu memang ada nafkah Rp 5 juta per bulan. Karena Rp 5 juta kan paling cuma untuk hidup dan kesehatan saja,” kata Mualim Tampa, kuasa hukum Sandy Tumiwa, usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), pada Senin (15/9/2014).
Tak cuma ke Tessa, Sandy pun siap bertanggung jawab kepada kedua putrinya. Meski tak menyebut jumlah spesifik yang akan diberikan, yang jelas Sandy siap menyekolahkan kedua putrinya hingga bangku kuliah. “Selain itu, sandy juga ingin membuat anak-anaknya sarjana semua,” tandasnya.
Sebelum proses sidang berlangsung, Sandy dan Tessa juga telah membuat kesepakatan. Tiga point utama yakni, bercerai dengan cara baik-baik, hak asuh anak diberikan ke Tessa Kaunang, dan harta bersama dibagi menjadi 25 persen untuk Tessa, 25 persen untuk Sandy, dan 50 persen untuk anak-anak. Rencananya 23 September 2014 mendatang majelis hakim akan membacakan putusannya.
Seperti diketahui bersama, kabar mengejutkan datang dari rumah tangga Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa. Kehidupan rumah tangga yang terbilang jauh dari gosip miring itu kini bergejolak karena Sandy kembali memeluk Islam.
Sandy Tumiwa lahir dalam keluarga Muslim. Ibundanya, Amalia Nurshanty SE adalah seorang Muslim keturunan keraton Yogyakarta. Sedangkan ayahnya, Denni Wim Marcus Tumiwa, adalah seorang pendeta yang kemudian menjadi muallaf.
Setelah kedua orangtuanya berpisah, Sandy menjadi seorang Nashrani dan memeluk agama Kristen. Sekarang dia kembali menjadi mualaf. “Kalau Sandy mualaf, itu memang benar. Baru sejak 25 April (2014 –red),” jelas Tessa.
Hal senada diungkapkan Sandy. Komisaris perusahaan investasi online bernama PT CSM Bintang itu membenarkan telah kembali ke agamanya di masa kecil. “Aku kembali ke Islam itu tiga pekan yang lalu di Masjid Al-Ikhlas, kawasan Petukangan,” paparnya.
Sandy memutuskan kembali memeluk Islam pada hari Jumat 25 April lalu. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan saksi-saksi. Upacara itu dipimpin seorang habib bernama Faizal al Fagar yang berasal dari Yaman. Keputusan Sandy untuk kembali memeluk Islam memang membuat goncang rumah tangganya yang akhirnya sekarang ini berujung dengan perceraian. [GA/dbs] Kamis, 22 Dzulqa`idah 1435H / September 18, 2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.876 kali, 1 untuk hari ini)