Sebuah rekaman video berisi dugaan kecurangan penghitungan suara diunggah di situs Youtube. Dugaan kecurangan dilakukan petugas KPPS dengan merusak kartu suara yang memilih pasangan Prabowo – Hatta itu terjadi di TPS 01 Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo. Panwaslu kemudian merekomendasikan dilakukan PSU (pemungutan suara ulang ) di TPS tersebut.

Inilah beritanya.

***

Kamis, 17/07/2014 15:37 WIB

Hasil Coblosan Ulang 1 TPS di Sukoharjo

Perolehan Prabowo-Hatta Bertambah 19 Suara, Jokowi-JK Berkurang 22 Suara

Muchus Budi R. – detikNews

 

Sukoharjo – TPS 01 di Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo, hari ini melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Hasilnya dukungan untuk pasangan Prabowo – Hatta naik 19 suara, sedangkan suara untuk pasangan Jokowi – JK berkurang 22 suara.

“PSU di di TPS 01 Desa Dukuh, Mojolaban, berjalan lancar, aman dan kondusif. Hasilnya telah dihitung oleh petugas disaksikan saksi kedua pasang calon. Sore ini KPU Sukoharjo akan melaksanakan rapat pleno rekapitulasi ulang untuk mengubah angka sesuai hasil penghitungan hari ini,” ujar Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Kuswanto, Kamis (17/7/2014).

Dalam penghitungan suara diketahui 458 orang menggunakan hak suaranya. Pasangan Prabowo – Hatta memperoleh 102 suara, Jokowi – JK memperoleh 351 suara, 5 kartu rusak. Sedangkan pada coblosan tanggal 9 Juli, terdapat 490 orang hak suaranya. Pasangan Prabowo – Hatta memperoleh 83 suara, Jokowi – JK memperoleh 373 suara, 34 kartu dinyatakan rusak.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman video berisi dugaan kecurangan penghitungan suara diunggah di situs Youtube. Dugaan kecurangan dilakukan petugas KPPS dengan merusak kartu suara yang memilih pasangan Prabowo – Hatta itu terjadi di TPS 01 Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo. Panwaslu kemudian merekomendasikan dilakukan PSU di TPS tersebut.

Sementara itu, Ketua KPU Propinsi Jateng, Joko Purnomo, yang juga hadir di TPS, menyayangkan adanya dugaan kecurangan tersebut. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan perbedaan perolehan suara dari coblosan pertama dengan coblosan ulangan akan mempengaruhi perolehan suara secara nasional, namun ulah oknum petugas KPPS itu sangat disesalkannya.

“Kalau saja dugaan kecurangan itu tidak diunggah di situs Youtube, terus terang kami tidak tahu ada kejadian seperti itu. Apa yang dilakukan oleh salah seorang petugas KPPS berinisial SK tersebut termasuk dalam kejahatan Pemilu. Nantinya tim dari Gakkumdu yang akan menindaklanjuti kasus hukumnya,” ujar Joko.
(mbr/try)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.027 kali, 1 untuk hari ini)