Oleh: Joko Intarto

Dompet saya tidak jadi menebal. Kalau Prabowo – Sandi menang. Karena aneka kartu yang dijagokan Jokowi dan dipamerkan lagi oleh Ma’ruf Amin, dipastikan tidak akan diproduksi.

Menurut Sandi, tidak ada gunanya mencetak aneka macam kartu. Bikin penuh dompet saja. Cukup satu: e-KTP. Manfaatnya saja yang dimaksimalkan.

Saya setuju. Tak perlulah negara buang-buang uang hanya untuk cetak kartu-kartu itu. Sudah era revolusi industri 4.0 kok mikirnya masih cetak-mencetak kartu. Tuman!

Kartu tanda identitas itu memang sudah dirancang sebagai kartu pintar. Karena sudah dilengkapi chip yang bisa diisi dengan informasi apa pun. Semua bisa dibaca card readers.

Memaksimalkan manfaat kartu pintar juga bukan hal baru. Contohlah kartu telepon selular. Dengan satu kartu, pemilik bisa memperoleh berbagai manfaat. Tidak hanya untuk berkomunikasi. Tetapi juga untuk membayar aneka tagihan.

Sandi menjelaskan soal kartu-kartuan itu dengan baik. Sambil mengeluarkan KTP dari dompetnya. Dan mengajak semua pendukungnya untuk melakukan hal yang sama.

Sebuah pertunjukan panggung yang menarik. Walau hanya 30 detik. Lewat pertunjukan itulah, aneka kartu yang dipamerkan Ma’ruf meniru gaya Jokowi, jadi kartu mati.(jto)

Via FB Joko Intarto

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.592 kali, 1 untuk hari ini)