Kartun Hina Nabi Muhammad Diterbitkan Ulang Charlie Hebdo, Kutukan dan Kecaman Dilancarkan Pakistan, Al-Azhar Mesir, dan Indonesia

 

Inilah beritanya.

***

 

Indonesia Kecam Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad

CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2020 14:27 WIB

 

 Ilustrasi majalah Charlie Hebdo. (AFP)

 

Jakarta, CNN Indonesia — 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa Indonesia mengecam publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh Majalah Charlie Hebdo.

Dia bilang hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan telah melukai perasaan jutaan umat Muslim di dunia.

“Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokati dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” ucapnya dalam konferensi pers daring, Jumat (4/9).

Dia mengatakan tindakan tersebut bertentangan dengan demokrasi dan berpotensi menimbulkan perpecahan antar umat beragama.

“Bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi dan berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama ditengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19,” tutur Retno.

Charlie Hebdo adalah majalah satire asal Perancis. Berdiri tahun 1970 dan sudah terkenal sejak dulu karena kartunnya yang beresiko dan keberanian mengejek para politisi, tokoh terkenal hingga simbol-simbol agama.

Adapun pengumuman penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad di majalah itu dilakukan Selasa (1/9) untuk menandai dimulainya persidangan penyerangan kantor mereka pada 2015.

“Kami tidak akan pernah tunduk. Kami tidak akan pernah menyerah,” tulis editor Laurent “Riss” Sourisseau dalam tajuk rencana penerbitan ulang kartun tersebut seperti dikutip dari AFP.

Dua belas orang termasuk beberapa kartunis terkenal di Perancis terbunuh pada 7 Januari 2015 saat dua bersaudara Said dan Cherif Kouachi menyerang kantor media itu di Paris.

Para pelaku tewas setelah penyerangan itu, sementara 14 tersangka lainnya saat ini tengah diadili.

Gambar sampul Charlie Hebdo pekan ini merupakan kartun yang pertama kali diterbitkan harian Denmark Jyllands-Posten pada 2005 dan kemudian dicetak ulang oleh Charlie Hebdo pada 2006.

Tim editorial menulis bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerbitkan ulang kartun tersebut.

“Kami sudah sering diminta sejak Januari 2015 untuk mencetak karikatur lain dari Muhammad,” katanya.

(ndn/dea)

 

***

Pakistan Kutuk Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad

Gambar wajah para pekerja media Charlie Hebdo yang tewas akibat diberondong tembakan pada Januari 2015 silam. (jawapos.com)

Majalah satire Prancis Charlie Hebdo bakal menerbitkan ulang kartun kontroversial Nabi Muhammad. Hal itu untuk menandai dimulainya persidangan tersangka teroris yang menyerang kantor media tersebut pada Januari 2015. Tindakan itu jelas memicu kemarahan negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Sampul tersebut menunjukkan kartun yang pertama kali diterbitkan di surat kabar harian Denmark Jyllands-Posten pada 2005. Karikatur tersebut dicetak ulang oleh Charlie Hebdo pada 2006 dan memicu kemarahan umat Islam. Karikatur digambar oleh Jean Cabut dikenal sebagai Cabu yakni seorang kartunis terkenal yang tewas dalam serangan pada Januari 2015.

Rencana Charlie Hebdo itu membuat negara Pakistan marah. Pada Selasa (1/9), Pakistan mengutuk keputusan untuk menerbitkan ulang kartun tersebut. “Tindakan yang disengaja untuk menyinggung sentimen miliaran umat Muslim tidak dapat dibenarkan sebagai dalih kebebasan pers atau kebebasan berekspresi. Tindakan tersebut merusak aspirasi global untuk hidup berdampingan secara damai serta kerukunan sosial dan antaragama,” sebut Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam kicauannya seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (2/9).

Seperti diketahui, pada 7 Januari 2015, Kouachi bersaudara mengamuk di kantor Charlie Hebdo, Paris, menewaskan sembilan jurnalis, seorang pekerja pemeliharaan dan dua petugas polisi, salah satunya ditembak dari jarak dekat.

 

Dua hari kemudian, pria Islam bersenjata, Amédy Coulibaly, menyerang supermarket halal Hyper Cacher di distrik selatan Paris, menewaskan empat pelanggan dan menyandera beberapa orang. Coulibaly yang merupakan jaringan dengan Kouachi bersaudara, membuat video yang berjanji setia kepada ISIS. Ketiga pria bersenjata itu akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Pembantaian tersebut memicu gelombang dukungan di seluruh dunia untuk mendukung majalah tersebut dengan tagar #JeSuisCharlie. Charlie Hebdo telah lama menimbulkan kontroversi dengan serangannya terhadap semua pemimpin agama dan politik. Kantor surat kabar itu sebelumnya dibom pada 2011 setelah sampulnya menampilkan nabi dan judul Charia (Syariah) Hebdo. Tim editorialnya menulis bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerbitkan ulang kartun tersebut.

Berbicara selama kunjungan ke Beirut, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa dia tidak berhak mengomentari penilaian editorial majalah tersebut. Akan tetapi dia mengakui bahwa kebebasan untuk menghujat berjalan seiring dengan kebebasan berkeyakinan. “Satire bukanlah wacana kebencian,” kata Macron. (jpg)

padek.jawapos.com/ Editor : 

Adiansyah Lubis 3 September 2020 09:33 am

 

***

Universitas Al-Azhar Kutuk Penerbitan Ulang Kartun Nabi

Jakarta, CNN Indonesia — 

Badan pengawas yang memerangi ekstremisme di Universitas Al-Azhar, Mesir, mengutuk keputusan majalah satir mingguan PrancisCharlie Hebdo, yang memutuskan mencetak ulang kartun Nabi Muhammad S.A.W.

Dilansir Al-Monitor, Kamis (3/9), pencetakan ulang itu menyusul dibukanya persidangan atas 14 terdakwa serangan teror terhadap kantor redaksi Charlie Hebdo di Paris pada lima tahun silam.

“Desakan tindakan kriminal untuk menerbitkan ulang kartun ofensif ini menanamkan ujaran kebencian lanjutan dan mengobarkan emosi para pengikut agama yang setia,” demikian isi pernyataan Observatorium untuk Memerangi Ekstremisme Al-Azhar di laman Facebook-nya.

 

Mereka juga mengatakan keputusan kontroversial untuk mencetak ulang karikatur itu adalah “provokasi yang tidak dapat dibenarkan oleh hampir dua miliar Muslim di seluruh dunia”.

Al-Azhar dianggap sebagai lembaga keagamaan terpenting bagi kalangan Muslim Sunni. Dalam tradisi Islam, penggambaran Nabi Muhammad dalam majalah itu dianggap bentuk pelecehan dan penistaan.

Dalam pernyataannya pada Rabu kemarin, Al-Azhar juga mengutuk serangan teror di kantor Charlie Hebdo. Mereka menyatakan Islam membenci setiap tindakan kekerasan.

Ketika dua bersaudara Said dan Cherif Kouachi menyerbu kantor redaksi Charlie Hebdo di timur Paris pada 7 Januari 2015, 12 orang termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis tewas.

Sehari kemudian, rekan Cherif, Amedy Coulibaly, membunuh seorang polisi berusia 27 tahun bernama Clarissa Jean-Philippe saat sedang bertugas melakukan pemeriksaan lalu lintas di Montrouge, di luar Paris.

Coulibaly melanjutkan terornya dengan membunuh empat orang pria Yahudi dalam penyanderaan di supermarket Hyper Cacher di Paris pada 9 Januari.

Dia membuat sebuah video yang menjelaskan bahwa tiga serangan itu terkoordinasi dan dilakukan atas nama kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

(ans/ayp)

Al Monitor, CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 21:43 WIB

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 225 kali, 1 untuk hari ini)