-sejenak bersama penulis Al-Jami Al-Kamil

“Saya menyadari bahwa pengerjaan Jami’Al-Kamil ini akan banyak menguras waktu dan tenaga. Namun sejak menggoreskan pena, saya tidak pernah bertanya kapan proyek ini akan selesai. Saya hanya bekerja dan bekerja. Tak terasa setelah 15 tahun berlalu, semua berakhir juga. Alhamdulillah.”

Saat berkunjung di kediaman Prof. Dr. Dhiyaurrahman Al-A’Dzamy -hafidzahullah- beberapa waktu yang lalu, kami menyempatkan diri untuk bertanya-tanya seputar Al-Jami’ Al-Kamil.

Diantara pertanyaan kami adalah,

“Apa yang mendorong anda menulis kitab ini..?”

Beliau menjawab:

“Setidaknya ada dua faktor utama yang mendorong saya untuk menulis Al-Jami’ Al-Kamil.

Pertama:
Sebagai orang islam, kita memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Quran dan Assunnah. Kitab (Al-Quran) alhamdulillah tersusun dan terjaga dengan baik serta mudah dijumpai.

Akan tetapi sumber yang kedua yaitu Assunnah terpisah-pisah dalam ratusan kitab. Bila kita kecualikan Shohihain, maka pada ratusan kitab itu bercampur baur antara yang sahih dan yang dhaif. Padahal semestinya hadis-hadis sohih tersebut dikumpulkan dan dihimpun menjadi satu agar menjadi rujukan kedua bagi kaum muslimin.

Kedua: Saya banyak melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk menyampaikan kuliah seputar hadis dan teologi. Pertanyaan yang sering diajukan pada saya adalah:

“Apakah kalian memiliki buku hadis yang menghimpun seluruh hadits sahih seperti Al-Quran?”

Saya tidak bisa menjawab. Bila saya menjawab Sohihain, maka tidak semua hadits sohih terhimpun dalam sohihain.
Biasanya saya menjawab, “Kami belum punya kitab seperti itu. Tetapi hadis-hadis sahih tersebut terpisah-pisah dalam ratusan kitab. Jawaban ini tentu tidak memuaskan.
Lagipula, Apakah setiap orang mampu memilah hadis-hadis sahih tersebut dari ratusan kitab yang ada?
Jawabannya tentu tidak. Bahkan seorang pakar sekalipun apabila ditanya tentang kesahihan satu hadis, maka ia akan melakukan riset untuk memastikan kesahihan hadits tersebut.

Maka terlintaslah di benak saya untuk menghimpun hadis-hadis sahih tersebut dalam satu kitab.
Meski kitab ini saya khususkan untuk hadits-hadits sohih, namun saya juga menyertakan hadits yang menurutku dhoif untuk menjelaskan kedhoifannya serta menjadi bahan penelitian bagi yang lain.

Saya tidak mengklaim bahwa saya telah melunasi hutang ummat. Dimana berabad-abad lamanya umat tidak memiliki kitab himpunan hadits sohih yang lengkap, baru pada abad ini kitab tersebut mucul melalui tangan saya. Sekali-kali tidak. Apa yang saya lakukan semata-mata untuk menjawab pertanyaan yang selama ini diajukan pada saya.

Saya menyadari bahwa pengerjaan Jami’Al-Kamil ini akan banyak menguras waktu dan tenaga. Namun sejak menggoreskan pena, saya tidak pernah bertanya kapan proyek ini akan selesai. Saya hanya bekerja dan bekerja. Tak terasa setelah 15 tahun berlalu, semua berakhir juga. Alhamdulillah.

Setelah merampungkan semuanya, saya berpikir lagi. Buku ini terlalu besar untuk masyarakat awam. Akhirnya saya memutuskan untuk meringkasnya dalam 4 jilid tanpa menyertakan takhrij. Sehingga nantinya edisi lengkap dapat dimanfaatkan oleh penuntut ilmu, sementara edisi ringkasan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat awam.

Alhamdulillah.

Sekian…
Kami juga sempat menanyakan manhaj serta sumber rujukan yang dipakai dalam penulisan. Beliau menjawab dengan panjang lebar.
Insyaallah semunya ada dalam kata pengantar Al-Jami’Al- Kamil.

Catatan:

Kitab Al-Jami’ Al-Kamil adalah karya guru kami Prof.DR. Dhiyaurrahman Al-A’Dzamy -hafidzahullah-. Kitab tersebut memuat kurang lebih 15.000 hadits beserta takhrijnya tanpa pengulangan. Atau sekitar 20.000 bila disertai pengulangan. Sejatinya kitab ini akan dicetak dalam 20 Jilid, karna berbagai pertimbangan, nantinya hanya akan dicetak dalam 12 jilid saja, dengan mengubah ukuran huruf serta jarak antar baris. Semua itu untuk menghindari harga yang yang sulit dijangkau.
Saat ini masih dalam proses cetak.
Semoga lancar.
Amiin

_______
Madinah 08-04-1437 H
ACT El-Gharantaly

by: Aan Chandra Thalib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.559 kali, 1 untuk hari ini)