Tajul Muluk_83264234723

Tajul Muluk penoda agama dengan ajaran sesat syi’ah, divonis 4 tahun penjara, lalu kasasinya ditolak MA. Ummat Islam mestinya menggugat pula ajaran sesat syiah (yang telah terbukti menodai agama itu) yang disebarkan pula oleh  para pentolan syiah lainnya. Ilustrasi/ suaraislam.

  • Ditolaknya permohonan kasasi Tajul Muluk, itu berarti keputusan yang berlaku saat ini adalah putusan pengadilan tinggi yang sudah dijatuhkan pada 12 Juli lalu, yaitu kurungan penjara selama 4 tahun.
  • Tajul yang semula divonis 2 tahun oleh PN Sampang bertambah menjadi 4 tahun penjara karena putusan PT (pengadilan tinggi). Dalam keputusan itu pengadilan tinggi berpendapat terdakwa telah memenuhi unsur pasal 156a KUHP seperti yang menjadi dakwaan JPU, yaitu melakukan tindak pidana penodaan agama.

SAMPANG – Upaya hukum Tajul Muluk alias Ali Murtadha di Mahkamah Agung (MA) akhirnya usai. Itu menyusul lembaga hukum tertinggi negara itu menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh pemohon pada akhir tahun lalu. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh HumasPN Sampang Shihabuddin saat dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1).

Dia mengatakan, ditolaknya permohonan kasasi Tajul Muluk, itu berarti keputusan yang berlaku saat ini adalah putusan pengadilan tinggi yang sudah dijatuhkan pada 12 Juli lalu, yaitu kurungan penjara selama 4 tahun. ”Pada dasarnya Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan tinggi,” ucapnya kemarin. Shihab bilang, salinan petikan putusan sudah disampaikan ke semua pihak yang bersangkutan. ”Hari ini (kemarin, Red) baik pemohon dan kuasa hukumnya, jaksa penuntut umum, dan pihak lapas sudah kami beri tahu,” ungkapnya.

Menurutnya, putusan MA tersebut berdasarkan ketentuan sudah berkekuatan hukum tetap. Namun demikian, pemohon masih mempunyai kesempatan melakukan upaya hukum lanjutan, yaitu peninjauan kembali (PK) dengan batas waktu yang tidak ditentukan. ”PK ini adalah upaya hukum luar biasa, syaratnya jika ada bukti baru terkait hal ini. Namun PK ini tidak menunda pelaksanaan putusan,” pungkasnya. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sucipto mengatakan, dengan penolakan permohonan kasasi Tajul Muluk sudah menunjukkan bahwa dakwaannya selama ini benar.

Sekadar mengingatkan, Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG dari tuntutan 2 tahun menjadi 4 tahun  penjara. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Tajul yang semula divonis 2 tahun oleh PN Sampang bertambah menjadi 4 tahun penjara karena putusan PT. Dalam keputusan itu pengadilan tinggi berpendapat terdakwa telah memenuhi unsur pasal 156a KUHP seperti yang menjadi dakwaan JPU, yaitu melakukan tindak pidana penodaan agama. (radar) maduraterkini.info, Submitted by admin on January 17, 2013 – 12:10

(nahimunkar.com)

(Dibaca 583 kali, 1 untuk hari ini)