Mereka yang terjerumuskan dalam ritual-ritual yang tidak sesuai dengan Islam itu menjadi korban aneka penjerumus, di antaranya:

Ada pentolan ormas Islam yang melindungi ritual-ritual yang belum tentu sesuai dengan Islam, ada pentolan majelis taklim dan sebagainya tapi tergoda misi tertentu atau sekadar jadi penyelenggara tour ziarah.

img_556fcdb00f197

img_556fcdfe614ea

Ada pentolan syiah ataupun pembela syiah yang nyusup ke aswaja atau lewat kajian tasawuf.

Ada pentolan wali syetan yaitu dukun-dukun atau disebut orang pinter atau pranormal tapi kadang ada yang berjubah kyai.

Kondisi yang sudah parah itu ditambah dengan cerita-cerita kultus yang dibuat-buat oleh juru kunci kuburan dan manusia-manusia penjerumus lainnya.

Bayangkan, aneka pihak penjerumus itu ketika mereka serempak membisiki umat ini, maka yang terngiang di diri umat yang jadi korban itu ya hanya bahwa para penentang ritual mereka itu adalah wahabi. Makanya kalau mereka (para korban penjerumusan) itu diingatkan, justru mereka akan meninggi emosinya. Karena para penjerumusnya itu telah berhasil memformat mereka sampai tingkar kranjingan alias benar-benar masuk ke jiwa dan sulit dilepas, illaa maa rahima rabbi, kecuali yang mendapat kasih sayang Allah Ta’ala. Namun insya Allah bila para da’i dengan sabar mendakwahi mereka maka akan ada perubahan.

Sebagaimana sesajen atau sesaji, suatu bentuk kemusyrikan yang sangat dilarang Islam, sementara sudah beberapa waktu surut. Surutnya itu di antaranya atas jasa para ulama, da’i dan tokoh Islam yang gencar memberantasnya, bahwa itu kemusyrikan, dosa terbesar menurut Islam. Hanya saja belakangan penyakit aqidah itu justru dihidup-hidupkan lagi bahkan lewat upacara resmi pemda (pemerintah daerah) di mana-mana seperti upacara larung laut, labuh sesaji, sedekah bumi dan sebagainya. Padahal kalau mau becermin sedikit saja, maka akan malu sekali. Contohnya, sebulan sebelum terjadinya kasus semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur, itu pemda dengan seandahannya secara resmi mengadakan upacara kemusyrikan larung laut bahkan disiarkan pula oleh salah satu radio berita di Jakarta. Qadarullah, upacara yang mengandung permintaan kepada syetan itu benar-benar ditunjukkan bukti muspra dan sia-sianya oleh Allah Ta’ala. Sebulan kemudian langsung timbul semburan lumpur yang menenggelamkan sekian desa sejak 2006, dan deritanya sampai kini belum berakhir tampaknya.

Kasus Lumpur Lapindo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, KecamatanPorongKabupaten SidoarjoJawa TimurIndonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. (lihat Wikipedia).

Syetan-syetan laut pun lepas tangan tentunya, walau sudah diberi sesaji dengan upacara resmi larung laut, sebulan yang lalu sebelum terjadinya kasus lumpur itu. Hingga aqidah keimanan Umat ini telah dikoyak, sedang manfaatnya jelas tidak ada, hanya menimbulkan murka Allah Ta’ala.

Celakanya, aneka macam yang nyerempet kemusyrikan, larangan keras dalam Islam itu justru dipelihara oleh musuh-musuh Islam dengan antek-anteknya. Kini sudah diusung oleh ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang liberal apa yg disebut Islam NUsantara, yang jurusannya adalah membela, mempertahankan dan mendukung ritual-ritual yang nyerempet kemusyrikan ataupun yang belum tentu sesuai dengan Islam seperti itu. Bahkan kemusyrikan yang berbau syiah seperti tabot di Bengkulu atau Tabui di Pariaman Sumatera Barat dibesar-besarkan, kadang didatangi Dubes negeri syiah Iran dan pentolan syiah seperti Jalaluddin Rakhmat yang sudah kongkalikong dengan antek syiah ataupun liberal (alias kemusyrikan baru) setempat entah itu perguruan tinggi Islam seperti IAIN atau STAIN lalu diadakanlah seminar atau lainnya. Seolah penyesat umat tingkat nasional itu da’i yang sangat dihormati. Na’udzubillahi min dzalik.

Lebih celakanya lagi, kemusyrikan ataupun ritual-ritual yang tidak sesuai dengan Islam itu menjadi lahan empuk bagi para penyesat dan penjerumus dari syiah Iran dan dari komunis Cina. Sedangkan penguasa kini benar-benar berdekapan dengan dua kekuatan yang beraqidah kemusyrikan itu. Sedangkan itu dua-duanya secara aqidah merupakan musuh bebuyutan Islam menurut Kitab Suci Al-Qur’an.

Syiah menurut Hadits Nabi saw adalah orang-orang musyrik.

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ أَبِي الْجَحَّافِ دَاوُدَ بْنِ أَبِي عَوْفٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الْهَاشِمِيِّ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ عَلِيٍّ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ، قَالَتْ: نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَلِيٍّ فَقَالَ: «هَذَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ قَوْمًا يَعْلَمُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ يَرْفُضُونَهُ، لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ مَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُونَ» مسند أبي يعلى الموصلي (12 / 116): 6749 –  [حكم حسين سليم أسد] : إسناده صحيح

Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat kepada Ali -Radiallahuanhu- lalu berkata: “Ini (maksudnya adalah Ali) ada di surga, dan diantara syiahnya ada satu kaum yang mengerti Islam kemudian menolaknya, mereka memiliki tanda disebut rafidhah, barang siapa bertemu mereka maka bunuhlah (diriwayat lain perangilah) sesungguhnya mereka itu musyrik.”

Husain Salim Asad menghukuminya: sanadnya shahih. Abu Ya’la, Bazzar, Thabrani meriwayatkan sabda Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-:

كُنْتُ عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وعندَه عليٌّ فقال النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يا عليُّ سيكونُ في أمَّتي قومٌ ينتَحِلونَ حبَّ أهلِ البيتِ لهم نَبْزٌ يُسمَّونَ الرَّافضةَ قاتِلُوهم فإنَّهم مشرِكونَ

الراوي: عبدالله بن عباس المحدث: الهيثمي – المصدر: مجمع الزوائد – الصفحة أو الرقم:10/25
خلاصة حكم المحدث: إسناده حسن‏‏ (
Dorar.net/hadith)

Aku (Abdullah bin Abbas) dulu di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan di sisinya ada Ali, maka beliau berkata: “Wahai Ali akan ada dalam umatku kaum yang madzhabnya adalah “cinta ahlul bait” mereka memiliki tanda (gelar) mereka disebut Rafidhah, perangilah mereka karena mereka musyrik.” (al-Haitsami berkata: Thabrani berkata: dan sanadnya hasan. Al-Sunnah karya ibnu Abi Ashim dicetak bersama Zhilal al-Jannah, takhrij Syaikh al-Albani, 2/476)

Abdullah bin Imam Ahmad berkata: saya Tanya ayah saya: siapakah Rafidhah?: beliau berkata: yaitu orang-orang yang mencela atau mencaci Abu Bakar dan Umar.” (al-Sunnah, Abdullah bin Ahmad, 1273)

(lihat gensyiah.com/ nahimunkar.com, Menteri agama mendukung proyek syiah di Indonesia?https://www.nahimunkar.org/menteri-agama-mendukung-proyek-syiah-di-indonesia/ ).

Demikian pula, Cina komunis itu adalah orang-orang musyrikin. Menurut kitab suci, orang-orang musyrikin itu adalah yang paling memusuhi orang beriman sebagaimana Yahudi.

۞لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ [سورة المائدة,٨٢]

  1. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. [Al Ma”idah82].

Dalam sejarah telah terbukti, Cina di Nusantara menjadi antek penjajah Belanda, lalu dibentuk laskar Cina “Po An Tui” bikinan Belanda, dan ternyata lebih kejam dibanding penjajah Belanda. Sampai “Po An Tui” membunuhi pejuang kemerdekaan pribumi Nusantara / Indonesia yang ditawan, seperti di Temanggung Jawa Tengah. Padahal secara hukum internasional, tawanan itu tidak boleh dibunuh.https://www.nahimunkar.org/kejamnya-milisi-cina-indonesia-p…/

Ketika dua kekuatan orang-orang musyrikin (syiah dan komunis) itu justru dirangkul dan dikumpulkan di Indonesia negeri yang jumlah Islamnya terbesar di dunia ini, maka yang akan jadi musuh utama ya Umat Islam ini. Apalagi sudah dipersiapkan sarana anteknya dari kalangan pendukung kesesatan dan aneka corak liberal, yang sudah dapat ditengarai tidak doyan Islam yang sesuai Islam; maka terjadilah persekongkolan ahzab: Musyrikin Syiah, Musyrikin Komunis, dan Kafirin lainnya plus Munafiqin.

Sementara kini yang jadi korbannya adalah Umat Islam yang dijerumuskan ke ritual-ritual yang kurang sesuai dengan Islam seperti mengkultuskan isi kubur dan sebagainya. Sasaran berikutnya akan mereka makarkan babak selanjutnya, hanya saja Allah telah berfirman:

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٥٤ [سورة آل عمران,٥٤]

  1. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya [Al ‘Imran54]

Semoga Allah melindungi Umat Islam dari segala makar dan penjerumusan. Hanya Allah lah yang Maha Penolong.

Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.589 kali, 1 untuk hari ini)