• Sepuluh nama-nama yang menurut masyarakat adalah nama hantu seperti gundul pecengis,setan kredit,pocong,kolor ijo,vampire,suster ngesot, tuyul,dhemit,kuntilanak, dan sundel bolong masuk dalam daftar DP-4 Pilkada 2013 di TPS 9 desa Mayahan,Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah.
  • Borosnya pilkada, hingga ada yang menyebut di tv, untuk mencalonkan diri sebagai gubernur (tidak disebutkan di daerah mana) maka perlu mengeluarkan duit 250-an miliar. Kalau berita itu benar, maka betapa celakanya. Karena dengan pilkada yang sangat boros itu berarti menghasilkan pemimpin pemboros. Hingga kita dipimpin oleh orang-orang yang pemboros, dan itu akibat dari system ini. Sedangkan pemboros itu adalah teman syetan. Berarti  kita dipimpin oleh teman-teman syetan.
  • Apakah karena pesta demokrasi Pilkada itu merupakan pemborosan, sedangkan para pemboros itu adalah teman-teman syetan, hingga nama-nama hantu yang dianggap sebagai syetan itu pengin pula untuk ikut pilkada? Inilah beritanya.

***

ALAMAK…SEJUMLAH HANTU IKUT PILKADA JATENG

Daftar Para Hantu Pengikut Pilkada_834652834

 Daftar Nama-nama Para Hantu yg ikut pilkada Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Jawa Tengah, Grobogan(karimuntoday.com) – Badan Pengawas Pemilu atau BAWASLU beserta Panitia Pengawas Pemilu menemukan sejumlah nama-nama hantu yang tercantum sebagai calon pemilih dalam pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah.

BAWASLU akan mengusut tuntas dan memberi sanksi tegas jika ditemukan kesengajaan dalam pencantuman sejumlah nama hantu ke data penduduk potensial pemilih pemilu atau DP4.

Bawaslu Jawa Tengah bersama panwaslu Grobogan Senin(28/1) langsung melakukan sidak ke kantor Panitia Pengawas Kecamatan Tawangharjo,Grobogan, Jawa Tengah,untuk meneliti Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu atau DP-4 pilkada 2013 yang ditemukan berbagai kejanggalan.

Dalam sidak ini,BAWASLU menemukan sepuluh nama-nama hantu seperti gundul pecengis,setan kredit,pocong,kolor ijo,vampire,suster ngesot, tuyul,dhemit,kuntilanak, dan sundel bolong masuk dalam daftar DP-4 Pilkada 2013 di TPS 9 desa Mayahan,Tawangharjo.

Menurut Ketua Panwascam Tawangharjo,Nur Sidiq, pihaknya langsung menindak lanjuti temuan dengan pengawasan secara intensif.

Sementara itu,Teguh Purnomo Ketua Bawaslu Jawa Tengah akan mengusut tuntas adanya nama-nama hantu yang masuk dalam daftar DP-4. Pihaknya berjanji akan memberi sanksi tegas kepada pihak yang bersangkutan jika diketahui sengaja mencantumkan nama-nama hantu ke data pemilih pemilu.

 Pihak Bawaslu Jawa Tengah berencana akan memanggil Bupati dan KPUD Grobogan untuk meminta keterangan lebih lanjut. Bawaslu meminta agar KPUD beserta jajarannya lebih memperketat pengawasan petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP.(nur)

Published in KARIMUN

Written by  karimuntoday.com30 January 2013

***

Demokrasi, pilkada boros dan pemimpin teman syetan

Belum terdengar adanya analisa yang jitu, apakah itu salah satu protes terhadap pilkada yang penuh dengan aneka permainan plus biasanya ada saja yang main dukun dan aneka tingkah kemusyrikan hingga meminta-minta ke kuburan keramat yang merusak aqidah Ummat Islam.

Entah mana yang lebih buruk, yang menulis secara dusta dan mengacaukan acara itu ataukah yang berdukun dan semacamnya demi meraih jabatan. Yang jelas, semuanya buruk. Hanya saja yang dipersoalkan hanya yang membuat tulisan palsu itu. Sehingga entah mana yang lebih buruk, apakah demokrasi dan system itu sendiri atau yang membuat tulisan palsu itu, tidak jelas.

Ini bukan berarti membenarkan penulisan palsu itu, tapi apa yang disebut pesta demokrasi yang sangat boros dan beraroma aneka penyimpangan sampai perusakan aqidah (berdukun, minta-minta ke kuburan keramat dan sebagainya) itu adalah membahayakan keimanan.

Dalam hal borosnya pilkada, hingga ada yang menyebut untuk mencalonkan diri sebagai gubernur maka perlu mengeluarkan duit 250-an miliar. Kalau berita itu benar, maka betapa celakanya. Karena berarti kita dipimpin oleh orang-orang yang pemboros, dan itu akibat dari system ini. Sedangkan pemboros itu adalah teman syetan. Jadi kita dipimpin oleh teman-teman syetan. Dalam Al-Qur’an ditegaskan:

{وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا} [الإسراء: 26، 27]

…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Israa’ : 26-27).

Resiko system yang boros adalah memunculkan pemimpin yang mesti terpilihnya itu pakai proses boros, hingga berjulukan pemboros. Padahal, pemboros itu teman syetan, berarti system ini hanya memunculkan pemimpin-pemimpin pemboros alias teman syetan. Na’udzubillahi min dzalik! Jadi kalau sejumlah pemilihnya yang tercatat ada nama-nama apa yang disebut hantu, itu secara alur masih sejalan. Syetan kan pengin memilih teman syetan juga, ya khan?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.086 kali, 1 untuk hari ini)