Kasus Ahok yang diduga menistakan agama (Al-Qur’an Surat Al-Maidah 51) sebenarnya bisa diproses dalam 3 hari.

Hal itu dikatakan oleh Abu Bakar Alhabsy anggota DPR ketika ditanya Kompas TV menanggapi janji Wapres JK yang akan selesikan kasus Ahok dalam dua minggu. Pertanyaan itu dilontarkan saat ribuan pendemo masih bertahan di depan istana, ba’da isya’, Jum’at (4/11 2016).

Abu Bakar ditanya, apakah masih ada di lokasi demo, dijawab bahwa sudah berada di DPR, setelah tadi termasuk pula dalam pertemuan dengan Wapres JK.

Hasil pertemuan itu, janji JK: “Kesimpulannya ialah dalam hal (kasus) saudara Ahok, kita akan tegakkan, laksanakan dengan hukum yang tegas dan cepat. Oleh Kapolri dijanjikan selesai dalam dua minggu pelaksanaan yang cepat itu,” kata JK di kantor Wapres,  Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Dalam aksi demonstran tersebut hanya ada tiga orang perwakilan demonstran yang diterima, yakni Ustad Bachtiar Nasir, Ustad Zaitun dan Ustad Misbah. Mereka datang bersama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ada juga anggota DPR Arsul Sani dan Abu Bakar Alhabsy serta anggota DPD Farouk Muhammad sebagai perwakilan parlemen, sebagaimana dikutip indonesianindustry.com.

Dalam wawancara kompas tv itu Abu Bakar menyebut waktu 3 hari tersebut bila Presiden Jokowi secara politik mau menentukan itu. Namun ternyata dia tidak ada di istana. Sedang secara hukum, menurut Abu Bakar, pihaknya dari Komisi III DPR akan mengawalnya.

Rupanya wawancara via telepon itu tidak berlangsung lama, tidak sampai membicarakan dengan Abu Bakar soal masih belum bubarnya ribuan demonstran dari depan Istana  ba’da isya’ itu. Padahal alur pembicaraan bila diteruskan maka akan mendapatkan penjelasan bagaimana kecewanya ratusan ribu pengunjuk rasa itu disikapi dengan kaburnya Pak Presiden untuk blusukan ke Tangerang.

Tanpa membahas kekecewaan massa sama sekali, tampaknya pihak tv dari grup kompas yang dikenal sering memojokkan Islam itu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada dua komentator piaraannya (?), yang pekataannya kedengaran sadis malam itu.

Di antaranya komentator yang ditengarai piaraan (?) Kompas (yang dipiara bersama Anand Krishna hingga diterbitkan bukunya yang mengacak-acak Islam oleh grup Kompas Gramedia) ngemeng sengak sekali. Massa yang di kawasan istana dan belum mau membubarkan diri ba’da isy’ itu dia katakan bisa ditembak polisi, dan itu kalau di Arab Saudi sudah dihabisi, apalagi kalau di Amerika Serikat.

Rupanya walau pembawa acara dan reporter tv yang grup medianya sudah dikenal sering bersinggungan dengan Umat Islam itu tidak tampak memojokkan umat, namun piaraannya yang disuruh untuk ngemeng sadis terhadap massa Islam itu diberi keleluasaan. Sedang pihak yang diperkirakan ucapannya akan memberi nafas lega kepada Umat Islam seperti Abu Bakar tersebut, ya diwawancarai, tapi sekadar embel-embel agar mungkin disebut cover both side, maka tidak diberi waktu banyak.

Ucapan sadis yang mungkin bisa mengarah kepada memprovoksi untuk menembak massa itu walau pengucapnya mengaku Islam bahkan disebut cendekiawan, namun lahn qaulnya (kiasan perkataannya) sudah terkontaminasi karena telah nyemplung bahkan mungkin jadi piaraan pihak anti Islam. Maka benarlah ayat:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران: 118]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya [Al ‘Imran:118]

Pantas saja sampai ada yang sebelumnya telah memperingatkan, media-media yang suka memojokkan Islam tidak usah meliput demo bela Islam ini. bahkan metrotv dikabarkan diusir di medan dalam demo yang sama, Jum’at kemarin.

Peringatan memang pernah beredar di media. di antaranya ini.

***

Saran untuk Media Tertentu Tak Usah Meliput Demo Bela Islam

#Jallaludin ‏@RomeLy777  3m3 minutes ago

Sekedar saran aja buat @Metro_TV dan @KompasTV demi keselamatan kru,klin jangan ikut meliput demo 4 nov! Krn klin sering fitnah umat muslim!

(nahimunkar.com)