Denny Siregar (IST)


Publik sudah menduga aparat kepolisian tidak bertindak kasus penistaan kalimat Tauhid dan penyebaran hoax yang dilakukan pendukung Jokowi Denny Siregar.

Demikian dikatakan pengamat politik Muhammmad Huda kepada suaranasional, Selasa (2/10). “Penegakan hukum makin suram, jika yang melanggar kubu pendukung Jokowi tak penindakan sama sekali,” kata Huda.

Huda mengatakan, kasus Denny Siregar merupakan ujian buat aparat kepolisian untuk memberantas hoax. “Selama ini aparat kepolisian selalu mengatakan memerangi hoax tetapi faktanya kasus Denny Siregar terlihat macet,” papar Huda.

Menurut Huda, publik makin pesimis penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi. “Harusnya polisi bertindak sama dalam memerangi hoax dan penyebaran kebencian,” jelas Huda.

Kalau kasus Denny Siregar tidak cepat ditangi, kata Huda, masyarakat menilai polisi tidak netral. “Harusnya polisi netral dalam penegakan hukum. Jangan sampai berat sebelah,” pungkas Huda.

Sumber : suaranasional.com

***

Ulama Jabar Minta Polisi Tangkap Deny Siregar Sebab Fitnah Kalimat Tauhid di Pegeroyokan Sporter Bola

Posted on 27 September 2018 – by Nahimunkar.com

Akhwat Muslimah – Pendukung Jokowi memfitnah kalimat Tauhid soal pengeroyokan sporter bola di stadion Bandung Lautan Api beberapa hari silam.

Sebelumnya diberitakan seorang sporter bola Persija bernama Haringga Sirila dikeroyok oleh sporter Persib Bandung hingga tewas di area stadion Bandung Lautan Api.

Denny Siregar salah satu rekan Abu janda yang merupakan pendukung Jokowi Ahok telah memfitnah umat Islam, dalam cuitannya ia menuduh jika pengeroyok sporter bola menghabisi nyawa orang sambil berdzikir “tiada Tuhan Selain Allah”

entah apa yang ada dipikiran mereka semua, apa karena keseringan lihat ISIS menggorok Manusia?” Tulis Denny Siregar.

Ia juga menulis cuitan “Berdzikir sambil menyiksa orang sampai mati itu hasli pendidikan radikalisme yang dipelihara selama sekian puluh tahun.

Anak-anak itu di pendidikan agama selalu diajaran ayat perang, bukan ayat kasih sayang.

Masih bilang radikalisme itu tidak berbahaya?

Polisi mengatakan bahwa tidak ada kalimat tauhid di pengeroyokan Haringga sporter Persija, Video pengeroyokan Haringga Sirla dengan latar belakang kalimat tauhid menimbulkan perdebatan di internet. Kepolisian yang melakukan penyelidikan kasus tersebut pun membantah adanya teriakan kalimat “Laa Ilahailallah”

“Tidak ada, jangan membawa isu apa pun dalam kejadian ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko, dikutip dari repubika.

Seorang ulama pengasuh Ma’had Khadimussunnah Bandung  Ustadz Yuana Ryan tresna meminta polisi segera menangkap denny Sirekar sang pemfitnah kalimat tauhid.

Beliau menulis melalui Akun facebooknya Penjahat Semua orang yang punya rasa kemanusiaan mengutuk pengeroyokan terhadap salah seorang suporter bola hingga meninggal. Tak ada tempat bagi kejahatan kemanusiaan. Video beredar. Sangat memilukan ketika melihatnya. Lalu seorang/sekelompok orang mengeditnya, menambahi audio dengan suara lafazh “laa ilaha illa Allaah” pada video penganiayaan tsb.

Diangkat di medsos. Diaminkan oleh gerombolan Denny Siregar. Digoreng untuk citraburukan Islam.

Dibumbui dengan menyebut radikalisme karena sering nonton ISIS. 

Pendidikan agama disalahkan. Nah kelakuan Denny cs itu juga adalah kejahatan dan penistaan pada agama. Setelah sebelumnya, Permadi katakan lafazh “laa ilaha illa Allah” disebut tulisan asing. Siapa saja yang masih punya agama harusnya mengutuknya. 

Polri harus tangkap penjahat dengan model penistaan macam ini. Tulis ustadz Yuana dikutip akhwat muslimah pada 46/9/2018.

Sumber : akhwat.beritaislam.org

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.595 kali, 1 untuk hari ini)