Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat bicara di hadapan warga di Kepulauan Seribu. (youtube)


JAKARTA (Pos Kota) – Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dikhawatirkan akan menguap.

Pasalnya, langkah lingkungan Polri dinilai berat sebelah, karena enggan memproses delapan laporan yang disampaikan ormas Islam terkait kasus tersebut.

Pengamat masalah intelejen, Fauka Noer Farid mengatakan, tak diterimanya laporan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok, dikhawatirkan akan menghilang kasus penistaan agama tersebut.

Hal itu berkaca dari beberapa kasus sebelumnya, yang menimpa mantan Bupati Bangka Belitung. “Semua kasus menguap, saya khawatir ini juga akan seperti itu,” katanya, Rabu (12/10).

Dikatakan Fauka, langkah Polda Metro yang melempar laporan itu, dinilai ada dugaan permainan. Karena sesuai dengan undang-undang, tugas Polri itu seharusnya menerima laporan, dan melakukan BAP.

“Cuma yang kemarin terlihat kok main lempar saja, padahal ada empat laporan di Mabes Polri, tiga di Polda Metro Jaya, dan satu di Polda Sumut. Harusnya bedakan isu SARA dan black campain,” ungkapnya.

Kasus itu berbeda jauh dengan penistaan agama yang sebelumnya dilakukan pentolan grup band Dewa Ahmad Dhani dalam sampul lagunya tahun 2005 lalu.

Pihak Front Pembela Islam (FPI) yang melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya, langsung menyikapi hal tersebut dengan memeriksa Ahmad Dhani. “Kenapa kasus yang dilakukan Ahok tidak dilakukan pemeriksaan. Ini yang terlihat aneh,” ujar Fauka.

Parahnya lagi, kasus Polri juga terlihat mendukung Ahok karena belum lama ini muncul permintaan maaf di situs milik polri, Trafic Management Center (TMC), membuat tanda tanya besar. Diduga ada faktor kedekatan antara gubernur dengan petinggi polri.

“Padahal sebelumnya polisi mengatakan tidak berpihak. Tapi selama ini tidak sesuai kenyataan dan faktanya yang langsung disaksikan masyarakat,” ungkap Fauka. (Ifand/win)

Sumber: poskotanews.com/Rabu, 12 Oktober 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 910 kali, 1 untuk hari ini)