JAKARTA– Kasus karikatur yang berisi penghinaan bendera tauhid oleh koran The Jakarta Post terus bergulir di kepolisian Republik Indonesia. Rencananya akan ada pemeriksaan oleh pihak kepolisian terhadap saksi pelapor di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (7/8/2014).

Hal ini diungkapkan oleh pihak pelapor yang juga Ketua Majelis Dakwah & Tabligh Korp Mubaligh Jakarta, Edy Mulyadi kepada arrahmah.com Rabu siang.

“Setelah hampir sebulan, pengaduan KMJ tersebut akhirnya mendapat respon Polri. Namun Mabes Polri ternyata melimpahkan kasusnya ke Polda Metro Jaya (PMJ),” kata Edy Mulyadi

Sebagai informasi, Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) telah melaporkan pemimpin redaksi harian The Jakarta Post yang saat ini dijabat oleh Meidyatama Suryodiningrat ke Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI (Polri) Selasa, 15 Juli 2014 dengan tuduhan telah melakukan tindak penghinaan dan penistaan terhadap agama.

“Karena pada tanggal 3 Juli 2014, di halaman tujuh harian ini telah memuat kartun yang jelas-jelas telah menghina suatu agama,” imbuh Edy Mulyadi

Karikatur dalam koran The Jakarta Post terbitan 3 Juli 2014 itu memperlihatkan seorang bersorban dan menyandang senjata tengah menaikkan bendera bertuliskan lafadz kalimat tauhid “Laa Ilaaha illa Allah Muhammadar Rasulullah,” lalu tepat di bawah kalimat laa ilaaha illallah nampak gambar tengkorak kematian(skull), tepat di tengah-tengah tengkorak, tertera lafadz bertuliskan Allah, Rosul, Muhammad

Sementara dalam gambar di belakang sang pengibar bendera terdapat adegan menampilkan lima orang dalam posisi berlutut di tanah dengan tangan terikat dibelakang serta mata yang ditutup. Dan dibelakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban mengacungkan senjata laras panjang ke arah kepala mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi mati. Di dekat proses eksekusi berlangsung, terlihat mobil merek Totoya dengan senjata anti serangan udara mengangkut tiga orang yang membawa senjata jenis Stinger. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Rabu, 10 Syawwal 1435 H / 6 Agustus 2014 14:40

***

Polda Metro Jaya Akan Periksa Saksi Pelapor Karikatur Jakarta Post

JAKARTA (Arrahmah.com) – Polda Metro Jaya (PMJ) rencananya akan memeriksa saksi dari pihak pelapor yakni dalam hal ini Korp Mubaligh Jakarta (KMJ) dalam kasus penghinaan Islam lewat karikatur yang dimuat oleh koran The Jakarta Post.

“Pemeriksaan KMJ selaku saksi pelapor terhadap kasus Kartun The Jakarta Post yang menistakan/menghina Islam,” terang Edy Mulyadi Ketua Majelis Dakwah & Tabligh KMJ

Dia menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan di Subdit Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 7 Agustus 2014 jam 12.00 wib.

“Setelah hampir sebulan, pengaduan KMJ tersebut akhirnya mendapat respon Polri. Namun Mabes Polri ternyata melimpahkan kasusnya ke Polda Metro Jaya,” imbuh Edy.

Seperti diketahui, pada Selasa, 15 Juli 2014, Korps Muballigh Jakarta (KMJ) telah melaporkan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post (JP) ke Mabes Polri atas pemuatan kartun yang mencantumkan kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” (tidak ada tuhan selain Allah) tepat di atas tengkorak khas bajak laut. Kartun yang dimuat Kamis, 3 Juli 2014 itu, juga menempatkan kalimat Allah, Rasul, Muhammad pada bagian tengah tengkorak. Kartun ini adalah penghinaan keji terhadap Islam yang dianut mayoritas penduduk Indonesia. (azm/arrahmah.com;  A. Z. Muttaqin Rabu, 11 Syawwal 1435 H / 6 Agustus 2014 19:19)

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 735 kali, 1 untuk hari ini)