Aliansi Ormas Islam (terdiri dari 38 perwakilan organisasi Islam Medan) menagih hasil kesepakatan dalam pertemuan dengan Plt Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan yang berjanji akan memfasilitasi pembangunan kembali masjid Al Ikhlas yang dirobohkan pengembang sesuai dengan pertemuan 16 Februari sebelumnya; ternyata timbul kasus baru lagi.

Inilah beritanya.

***

Masjid Al Ikhlas

“Ada Seseorang Masuk Kerumunan dan Melempar Bensin”

Hari Jumat (02/03/2012) malam, massa Aliansi Ormas Islam (terdiri dari 38 perwakilan organisasi Islam Medan) menggelar unjuk rasa di di depan halaman kantor Wali Kota Medan dan berlanjut ke depan Hotel Emerald Garden di Jalan KL Yos Sudarso.

Semula, acara ini dilakukan dengan dua tujuan.Pertama,  untuk menagih hasil kesepakatan dalam pertemuan dengan Plt Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan yang berjanji akan memfasilitasi pembangunan kembali masjid Al Ikhlas yang dirobohkan pengembang sesuai dengan pertemuan 16 Februari sebelumnya.Kedua,  unjuk rasa justru dilakukan untuk mendukung Walikota agar punya keberanian membangun masjid agar tidak takut terhadap tekanan. Sayang, dukungan ormas Islam justru dihadapi aparat.

Demo yang tadinya direncakan biasa-biasa saja, justru menjadi bumerang setelah masuknya “penyusup” di kerumunan. Fakta ini disampaikan Afrian Effendi, salah satu wakil ormas di Aliansi Ormas Islam yang saat itu berada di kejadian.

Ceritanya, kala itu para pendemo melakaukan aksi bakar ban bekas di depan kantor Walikota. Beberapa orang, mengelilingi ban yang telah dibakar.  Sementara polisi ikut menghadapi massa yang sedang membakar ban. Tiba-tiba muncul seseorang melempar bensin di tengah kerumunan, jadilah kericuhan.

“Saat massa ramai-ramai membakar dan mengeliling ban, tiba-tiba muncul penyusup melemparkan dan menyemprotkan bensin, “ ujar Afrian kepada hidayatullah.com, Sabtu (03/03/2012).

Tak ayal, tujuh orang dilarikan ke rumah sakit dan 3 mengalami luka bakar serius.

“Dari tiga orang itu, 75% mengalami luka bakar di tubuh,” tambahnya.

Yang membuat Afrian kecewa, aksi ini sebenarnya untuk mendukung pihak Pemkot agar memiliki keberanian membangun masjid tanpa takut tekanan. Kok jadinya ormas Islam dihadapi dengan aparat?

“Aneh sekali, kedatangan kita justru ingin mendukung pihak Pemkot, kok tiba-tiba di lapangan dihadapi 300 lebih aparat,” ujarnya.

Yang menarik, tuntutan ormas Islam di Sumatera Utara atas kasus Masjid Al-Ikhlas ini telah berlangsung lama. Mengapa sering-kali pemerintah tidak peka dan tidak cepat  menghadapi masalah seperti ini?.*

Rep: Panji Islam

Red: Cholis Akbar Sabtu, 03 Maret 2012 Hidayatullah.com—

(nahimunkar.com)

(Dibaca 317 kali, 1 untuk hari ini)