Kasus Pengasuh Pesantren Tarekat Shiddiqiyyah di Jombang Tersangka Cabuli Santriwati, Ini Saran Komnas Perlindungan Anak

 

Silakan simak berita ini.

 

***

 

Kasus Pencabulan di Jombang, Komnas PA Minta MSA Beri Pertanggungjawaban Hukum

 


Ketua Komnas PA, Artist Merdeka Sirait di Surabaya. Foto Faktualnews.co/Mokhamad Dofir

 

SURABAYA,– Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta MSA, tersangka pencabulan terhadap santrinya di Jombang, untuk memberikan pertanggungjawaban hukum supaya kasus segera menemui titik terang.

“Atas nama Komnas perlindungan anak, saya berharap terhadap MSA ini. Berikanlah pertanggungjawaban hukum agar ini menjadi terang benderang,” ujar Ketua Komnas PA, Artist Merdeka Sirait di Surabaya, Kamis (20/2/2020).

Sirait juga meminta, supaya orang yang berada disekitar MSA tidak menghalang-halangi proses pemeriksaan yang akan dilakukan kepada tersangka.

Dengan menghalang-halangi proses penegakkan hukum, kata Sirait, justru akan memberi kesan negatif pada dunia pesantren yang dikenal mengedepankan kebaikan. “Kalau ada indikasi menghalang-halangi akan merusak organisasi induknya,” lanjut Sirait.

Pihaknya berharap, pesan ini didengar oleh MSA dan yang bersangkutan memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim untuk diperiksa.

“Mudah-mudahan beliau (MSA) segera memenuhi panggilan penyidik. Saya percaya beliau akan memenuhinya dalam waktu dekat ini,” tutup Sirait.

MSA, tersangka kasus pencabulan anak di Jombang, hingga berita ini ditulis belum juga bersedia diperiksa penyidik Polda Jatim. Anak kiai ternama di kota santri itu pun dikabarkan melawan ketika dijemput paksa petugas kepolisian.

Pengungkapan kasus dugaan asusila yang mendera Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menjadi tak berkesudahan.

Sebelum Polda Jatim turun tangan, kasus tersebut ditangani Polres JombangMSA pun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum pernah diperiksa. Pasalnya, beberapa kali panggilan yang dilayangkan oleh penyidik selalu tak dipenuhi.

Polisi telah melakukan pencekalan terhadap MSA serta telah menjemput paksa kepada yang bersangkutan, namun tidak berhasil.

 
 

Editor: Muhammad Sholeh

FaktualNews.co  Hukum   Kamis, 20 Februari 2020 | 11:22 WIB   Penulis: Mokhamad Dofir

***

***

Oknum Pesantren Tarekat Shiddiqiyyah, Produser Film ‘Wage’

Berdasarkan surat pemberitahuan penyidikan yang dikirim Polres Jombang ke Kejaksaan Negeri Jombang pada November 2019, inisial MSAT tertulis Mochamad Subchi Azal Tsani, pengurus ponpes Shiddiqiyah, Ploso, Jombang.

Lembaran surat tersebut sendiri sudah tersebar pada media sosial Twitter. Dari informasi yang dihimpun, Subchi merupakan salah satu putra KH Mochamad Muchtar Muthi, pimpinan pondok Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah (PMBS) di Jalan Raya Ploso-Babat, Desa Losari, Kecamatan Ploso.

AyoSurabaya.com Selasa, 21 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata

 

***


Selain dikenal sebagai anak kyai sepuh di ponpes tersebut,  M Subchi Azal Tsani juga dikenal sebagai seorang Produser film ” WAGE”/ gelorabangsa

https://www.nahimunkar.org/pakar-hukum-tersangka-dugaan-pencabulan-santriwati-di-jombang-harusnya-sudah-ditahan/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 634 kali, 1 untuk hari ini)