ilustrasi/syhind


Rusaknya hubungan diplomatik antara Iran dan Saudi Arabia berimbas kepada warga Iran yang mendapat jatah melaksanakan haji ke Mekkah, hampir semua warga Iran tersebut gagal melaksanakan haji ke mekkah.

Menanggapi hal tersebut pemimpin Syiah Iran tertinggi yakni Ali Khomeini memberikan fatwa bolehnya berhaji ke tanah karbala yang merupakan tempat suci bagi kaum syiah, bahkan mereka menilai bahwa tanah karbala lebih suci daripada tanah Haramain, lebih jauh lagi mereka berpendapat bahwa karbala adalah tempat tersuci di dunia dengan berdalih hadits karangan mereka :

کربلا هی اطهر بقاع الأرض و اعظمها حرمة و انها لمن بطحاء الجنة 

 ”Karbala adalah paling suci dan paling agungnya tempat di muka bumi, dan sesungguhnya Karbala adalah sebuah tempat di surga.”

Hadits ini tidak kita temui di salah satu kitab kutubussittah(6 kitab hadits muktabar), akan tetapi hadits ini hanya kita dapati di kitab-kitab Syiah seperti di Bihar al-Anwar/Juz.98 hal.110/Kamil al-Ziyarat, hal.264, dll.

wukuf-di-karbala0002

Fatwa petinggi syiah tersebut menggerakkan ratusan ribu kaum syiah memilih berhaji atau wukuf ke karbala, yang mana 75% dari mereka yang berkumpul disana adalah warga Iran.

 “Saya berharap jumlah peziarah mencapai satu juta orang, sekitar 75% dari mereka adalah warga Iran”, ujar Adil al-Mussawi, seorang juru kunci situs keramat, kepada AFP.

“Konflik Arab-Iran telah memaksa warga Iran memilih mendatangi Karbala untuk mengunjungi tempat suci Imam Husein. Bagi Syi’ah, (berkunjung ke kuburan) ini setara melakukan 70 kali haji”, lanjutnya.

wukuf-di-karbala0003

Pelaksaan haji tersebut mereka sebut juga dengan “Ziarah Arafah”. Pelaksanaan tersebut di biayai oleh pemerintah Iran. Berita serupa juga ada di beberapa TV swasta nasional.

Pelaksanaan haji atau wukuf yang mereka lakukan akan memperpecah kesatuan umat islam dan hal tersebut akan menjadi fitnah bagi umat islam, sebenarnya hal ini sudah Nabi SAW. beritahu di dalam hadits berikut :

6302 – حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا حَنْظَلَةُ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُشِيرُ بِيَدِهِ يَؤُمُّ الْعِرَاقَ: «هَا، إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا، هَا، إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا، – ثَلَاثَ مَرَّاتٍ [ص:391] مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ» مسند أحمد مخرجا (10/ 390)

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah : Telah menceritakan kepadaku ayahku (Ahmad bin Hanbal) : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair : Telah menceritakan kepada kami Handhalah, dari Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah ‘Iraaq. (Beliau bersabda) : “Di sinilah, fitnah akan muncul, fitnah akan muncul dari sini”. Beliau mengatakannya tiga kali. “Yaitu, tempat munculnya tanduk setan” [Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/143]. Shahih sesuai syarat Al-Bukhaariy dan Muslim.

Dalam lafadh lain disebutkan :

عن ابْن عُمَرَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُشِيرُ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ، وَيَقُولُ: ” هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا هَا، إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا ثَلَاثًا حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ ” 

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya ke arah timur dan bersabda : “Di sinilah, fitnah akan muncul, fitnah akan muncul dari sini”. Beliau mengatakannya tiga kali. “Yaitu, tempat munculnya tanduk setan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905].

Mungkin sampai sini dulu postingan kali ini semoga bermanfaat/

Diposkan oleh Mahmudi bkg di Selasa, September 13, 2016

Sumber : muzakarahan.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 18.369 kali, 1 untuk hari ini)