Kasus Unggahan Foto KH Ma’ruf Amin Ujian bagi Ulama yang Punya Jabatan Tinggi

 

 

Sulaiman Marpaung, pengunggah foto Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono telah membuat pernyataan mohon maaf di atas meterai

 

 

Disamping itu, Unggahan Foto Ma’ruf Amin Disandingkan dengan Kakek Sugiono (bintang porno Jepang) Sudah Dihapus, yang Ada Tinggal Permohonan Maaf.


***

Pengakuan Pengunggah Foto Wapres Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono


Sulaiman Marpaung, pengunggah foto Wapres KH Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono menunjukkan pernyataan maaf di atas meterai. (Foto: iNews/Ulil Amri)

 

TANJUNGBALAI, iNews.id – Pengunggah foto yang menyandingkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dengan aktor film dewasa Jepang Shigeo Tokuda atau lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Kakek Sugiono membuat pernyataan minta maaf secara terbuka. Dia juga menuliskan permohonan maaf tersebut di atas meterai.

“Saya atas nama Sulaiman Marpaung dari lubuk hati paling dalam, saya melakukan kekhilafan atau kesalahan. Karena itu atas nama pribadi saya memohon maaf. Kiranya pihak yang terkait dapat memafaatkan kesalahan atas dugaan postingan saya ada indikasi menghina KH Ma’ruf Amin selaku Wapres,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).

Atas kejadian tersebut, terlapor telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Dia juga meminta maaf kepada keluarga besar Wapres dan seluruh pihak terkait.

Diketahui, kejadian ini viral setelah GP Ansor melaporkan akun Facebook atas nama Oliver Leaman S ke Polres Tanjungbalai. Akun tersebut dilaporkan karena menyandingkan foto Wapres KH Ma’ruf Amin dengan bintang film dewasa.

 

Editor : Donald Karouw

 

iNews.id , Ulil Amri · Kamis, 01 Oktober 2020 – 11:46 WIB

 

***

Permintaan maaf

Unggahan terakhir di akun tersebut, berisi permintaan maaf atas unggahan kolase foto tersebut.

 “Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya atas nama Sulaiman Marpaung memohon maaf yang sebesar besarnya kepada keluarga besar Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin sekaligus ketua MUI Pusat dan Seluruh keluarga besar Ansor terkhusus Kota Tanjungbalai atas kesalahan dan kekhilafan saya tentang adanya indikasi penghinaan terhadap KH Makruf Ami atas postingan saya yang saya buat. Dari hati yang paling dalam dan menghaturkan sepuluh jari sekali lagi saya mohon maaf. Salam permohonan maaf dari saya Sulaiman Marpaung.”



Tangkapan layar akun Oliver Leaman S.


Ketua GP Ansor Tanjung Balai, Salman Al Hariz melalui telepon pada Selasa (29/9/2020) sore mengatakan, atas unggahan tersebut, pihaknya sudah melaporkannya secara lembaga ke Polres Tanjung Balai pada hari Jum’at (25/9/2020) pukul 19.30 WIB.

kabarmedan.com/ Content Creator:  Redaksi  –

29 September 2020

***

Petunjuk dalam Al-Qur’an

Bila memaafkan orang bersalah apalagi yang sudah minta maaf, maka insyaAllah terhitung perbuatan memaafkan itu adalah baik. Karena Allah berfirman:

{… وَالْكَاظِمِينَ
الْغَيْظَ
وَالْعَافِينَ
عَنِ
النَّاسِ
وَاللَّهُ
يُحِبُّ
الْمُحْسِنِينَ } [آل
عمران: 134]

… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Al ‘Imran:134]
 

(nahimunkar.org)

***

Komentar terhadap kasus itu

Bila sampai Pak Kyai Ma’ruf Amin tidak memaafkan (apalagi sampai diproses ke pengadilan) pengunggah foto Kyai Ma’ruf didampingkan dg Kakek Sugiono (yang sudah menghapus unggahannya dan yg ada justru postingan permohonan maaf kepada Kyai Ma’ruf), maka betapa ironisanya. Karena jejak yg lalu, sikap Pak Kyai Ma’ruf Amin sdh jadi wapres pun terbukti: soal Sukmawati yang lagi ramai karena dinilai menista Nabi justru Wapres Ma’ruf harapkan tidak diselesaikan ke pengadilan tapi cukup dialogis saja.


NAHIMUNKAR.ORG

Umat Islam Ramai Tuntut Sukmawati yang Menista Nabi, eh Wapres Ma’ruf Malah Bilang Banyak PAUD Ajarkan Radikalisme

Umat Islam Ramai Tuntut Sukmawati yang Menista Nabi, eh Wapres Ma’ruf Malah Bilang Banyak PAUD Ajarkan Radikalisme Ma’ruf Amin/ foto dok net Reuni 212 Tuntut Sukmawati Dijebloskan ke Pe…

 

Berita bergambar Ma’ruf Amin itu menyebutkan: Sementara itu soal Sukmawati yang lagi ramai karena dinilai menista Nabi justru Wapres Ma’ruf harapkan tidak diselesaikan ke pengadilan tapi cukup dialogis saja.

Wakil Presiden Maruf Amin menilai sebaiknya persoalan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan sang Ayah, Presiden ke-1 RI Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW bisa selesai dengan langkah mediasi.

Menurutnya, tidak selalu baik apabila kontroversi semacam itu melulu harus berakhir di meja hijau. Demikian berita di Suara.com

https://www.nahimunkar.org/umat-islam-ramai-tuntut-sukmawati-yang-menista-nabi-eh-wapres-maruf-malah-bilang-banyak-paud-ajarkan-radikalisme/?

***

Tanggung Jawab KH Ma’ruf Amin dan Ujian baginya

 

Membandingkan antara Sulaiman pengunggah foto Ma’ruf Amin yang hanya menujukannya ke Ma’ruf Amin (satu sisi, sedang unggahannya pun sudah dihapus bahkan telah menulis permohonan maaf di atas meterai dan di akunnya pula) dibandingkan dengan Sukmawati yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang merupakan penghinaan agama Islam) namun justru Wapres Ma’ruf Amin harapkan tidak diselesaikan ke pengadilan tapi cukup dialogis saja; maka ketika Sulaiman justru kini telah ditangkap polisi sedang Sukmawati dibiarkan saja, kedua-duanya itu justru merupakan tanggung jawab Ma’ruf Amin.

 

Ada yang komentar di medsos:

Hati2. Pak Kyai Ma’ruf Amin dan siapapun akan kalah di dunia dan akherat oleh hawa nafsunya sendiri, bila tidak hati2, tidak istiqomah dalam Islam yg benar. Walau mungkin tampaknya di dunia seakan menang. Janji Allah adalah akan menolong siapapun yang menolong agama Allah. (Sebaliknya) Tentu siapapun yang sengaja-ngaja menolong orang yang menghina agama Allah (diantaranya menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) ataupun lebih membela gengsi diri sendiri dibanding membela Nabi dan agama Allah, maka insyaAllah tidak ditolong Allah, walau tampak ditolong banyak manusia musuh2 Islam dan munafiqin.

 

Dalam kasus unggahan foto Kyai Ma’ruf Amin itu sejatinya bukan persoalan besar bagi pengunggah. Paling tinggi hanya jadi korban kezaliman, entah kezaliman dirinya sendiri karena agak ada keteledoran dan kekhilafan yang kemudian sudah minta maaf namun tetap ditangkap polisi, atau kezaliman di sisi lain. Justru masalah besar ada di Pak Kyai Ma’ruf Amin. Yaitu ujian baginya, masih ada sisa pembelaannya terhadap Islam dan kaum Muslimin atau justru sebaliknya. Itu saja.

 


(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 295 kali, 1 untuk hari ini)