Kaum ‘Sok Toleran’ Dinilai Bangga Merusak Ajaran Islam

“…kami berdoa agar orang-orang yang berusaha ‘merusak Islam dan kaum Muslimin’ dihancurkan oleh Allah dan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat. Amin.”

Munculnya istilah Islam Nusantara pada dasarnya menjadi kedok untuk meyakinkan publik khususnya warga Nahdliyyin bahwa Islam itu moderat dan toleran, namun ternyata isinya adalah produk-produk “sepilis” seperti doa bersama lintas agama, ajaran semua agama sama, ceramah di gereja, menyanyikan lagu ya lal wathan yang tidak semestinya dinyanyikan keras saat ibadah umrah, non-Muslim boleh menjadi pimpinan umat Islam, menuduh Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama tidak bersih waktu kecil (baca: rembes) dan punya keinginan mencuri, memberi julukan Ahok sebagai santri (?), dan masih banyak lagi yang sudah tidak terhitung jumlahnya.

Karena ini merupakan sebuah program internasional yang di belakangnya terdapat lembaga penyuntik dana besar-besaran, maka kaum ‘sok toleran’ ini sepertinya tidak akan semudah itu berhenti dari apa yang mereka lakukan ini. Bahkan mereka bangga merusak ajaran Islam, mencampur kegiatan Islam dengan kegiatan agama lain, dan mengajak kaum Muslimin untuk tidak lagi yakin agamanya yang paling benar.

Kasus Gus Miftah yang baru-baru ini menggemparkan karena puisi yang dia baca saat peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Penjaringan Jakarta pada Kamis silam (29/4/2021) berbuntut panjang. Beberapa hari setelah menjadi heboh di media sosial, Gus Miftah lalu membuat video tanggapan. Isi video tersebut bukan klarifikasi, bahkan justru apologi (membela) dan glorifikasi (membanggakan) atas apa yang dia lakukan di gereja tersebut. Na’udzubiLlahi min dzalika.

Demikian tulisan Tim
Ribath Darusshohihain berjudul MUSLIM MASUK GEREJA KOK BANGGA? Tanggapan Atas Video Klarifikasi Gus Miftah Atas Puisi Kebangsaannya di Gereja

Posted on 6 Mei 2021 by Nahimunkar.org. (selengkapnya dapat diakses di judul MUSLIM MASUK GEREJA KOK BANGGA? tersebut).

Di akhir tulisan Tim Ribath Darusshohihain ada imbaun tobat untuk kaum yang disebut berupaya merusak ajaran Islam, dan apabila tidak mau bertobat maka diserahkan ke Allah Subhanahu wa Ta’ala dan “kami berdoa agar orang-orang yang berusaha merusak Islam dan kaum Muslimin dihancurkan oleh Allah dan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat. Amin.” Hal itu tertera jelas di akhir tulisan dengan sub judul ‘Epilog’ sebagai berikut:

 

Epilog

Dari pembahasan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Gus Miftah dan juga Nadirsyah Hosen telah melakukan penyelewengan dalil-dalil dalam kitab salaf untuk mendukung kebolehan Muslim masuk gereja secara mutlak, apalagi dibarengi dengan agenda publikasi nilai-nilai liberalisme dan pluralisme.



Ini jelas sudah menunjukkan bahwa keduanya tidak menetapi amanat keilmuan dan hanya memperalat dalil-dalil agama untuk menggiring opini publik supaya membenarkan apa yang mereka lakukan. Dan begitulah, kaum liberal mulai zaman orientalis hingga sekarang selalu mencari dalil-dalil ‘pinggiran’ atau memelintir dalil baik dari Al-Quran, Hadits, maupun literature ulama untuk membenarkan ide dan pemikiran mereka.

Kami hanya memberi peringatan kepada dua orang tersebut dan para pembelanya untuk segera bertaubat dan menghentikan perbuatan tersebut.
Ingatlah akan kerusakan yang akan kalian timbulkan akibat ide-ide sepilis kalian terhadap Islam dan kaum Muslimin. Namun jika mereka masih tidak mau berhenti bahkan berbangga hati keluar masuk gereja untuk menyuarakan ide-ide liberal-pluralis di tubuh umat Islam, maka kami serahkan semua kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kami berdoa agar orang-orang yang berusaha merusak Islam dan kaum Muslimin dihancurkan oleh Allah dan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat. Amin. WaLlahu A’lam bi al-shawab.(*)

*fb

MUSLIM MASUK GEREJA KOK BANGGA?: TANGGAPAN ATAS VIDEO KLARIFIKASI GUS MIFTAH ATAS PUISI KEBANGSAANNYA DI…

Dikirim oleh Ribath Darusshohihain pada Selasa, 04 Mei 2021

portal-islam.id, Rabu, 05 Mei 2021 KABAR UMAT
Selengkapnya silakan simak di sini. https://www.nahimunkar.org/muslim-masuk-gereja-kok-bangga-tanggapan-atas-video-klarifikasi-gus-miftah-atas-puisi-kebangsaannya-di-gereja/

Ilustrasi foto/ portal-islam.id

***

Kyai Najih menyebut ayat-ayat dan adanya fenomena pejabat yang uluk salam Islam disertai salam-salam agama lain, itu tidak boleh


{لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72) لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ } [المائدة: 72، 73]

 
 

72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun

 
 

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih

 
 

[Al Ma”idah,72-73]

 
 

Fenomena pejabat-pejabat sekarang uluk salam Assalamu’alaikum lalu mengucapkan salam-salam agama2 lain, itu tidak boleh. Itu tasyabbuh dengan orang kafir, tidak boleh. Kalau bangga dengan itu, maka kufur, kata Kyai Najih dalam video (yang menyoroti Gus Miftah dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beracara di gereja) itu.

 video:

 
 

[cuplikan]

Tanggapan KH.Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

Full : https://t.co/QZTzbzEprO pic.twitter.com/cEPLfybhKK

— ᵗʷⁱᵗ 𝑎𝑘𝑜𝑒 (@Xp0se_) May 2, 2021

[full]

 
 

https://youtu.be/GI_U4d4DJkY

 

***

 
 


 
 

Instagram @aniesbaswedan

 
 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, di Jalan Bandengan Utara No. 40, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021) kemarin. / WartaKotalive.com (Paling kiri Gus Miftah -yang puisinya di Gereja ini disoroti tajam Kyai Najih tersebut di atas. Ketiga dari kiri: Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, red NM).

 
 

Orang yang dijagokan oleh banyak Umat Islam pun tampaknya tidak jelas wala’ (loyalitasnya terhadap Islam) dan Baro’ (lepas dirinya dari kekufuran) pada dirinya, bahkan menyatakan bangga terhadap kekufuran.

 
 

Dalam Al-Qur’an telah ada kecaman model manusia macam itu.

 
 

{ تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ} [المائدة: 80، 81]

 
 

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan

 
 

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik

 
 

[Al Ma”idah,80-81]

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 424 kali, 1 untuk hari ini)