“Dalam perkara Taubat, di LDII diajarkan untuk bertaubat dengan persaksian imam, menggunakan Surat Taubat bertuliskan Arab Melayu. Jamaahnya juga diharuskan menuliskan kesalahan-kesalahannya, dan menyetor uang tebusan / kafarohnya. Ini sering dilakukan biasanya sebelum bulan Ramadhan. Dan ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam”.

Penipuan Triliunan Rupiah: Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan.

Para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (Hr Ahmad Dan At-Thabarani, Lafal Ini Bagi At-Thabrani, Dishahihkan Oleh Al-Albani Dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib Nomor 2391). https://www.nahimunkar.org/doa-ldii-islam-jamaah-ternyata-tertolak-kenapa-ya/

LDII SESAT! BEGUNDAL AQIDAH! BUBARKAN!!..

Beberapa pokok kesesatan ajaran LDII

Beberapa pokok keyakinan yang diajarkan oleh LDII / Islam Jamaah:

  • “Sebagian ajaran LDII ini seperti KHAWARIJ yang mengkafirkan seluruh Umat Islam yang tidak berbai’at kepada Imamnya”.
  • “Sebagian ajaran LDII juga seperti SYIAH yaitu menghalalkan dusta untuk melindungi ajarannya”.
  • “LDII juga memiliki akidah seperti Yahudi yang menghalalkan cara apapun untuk menang. Dalam segala perkara pokok menang, inilah yang diajarkan oleh Nurhasan”(pendiri Islam Jamaah).
  • “Dalam perkara Taubat, di LDII diajarkan untuk bertaubat dengan persaksian imam, menggunakan Surat Taubat bertuliskan Arab Melayu. Jamaahnya juga diharuskan menuliskan kesalahan-kesalahannya, dan menyetor uang tebusan / kafarohnya. Ini sering dilakukan biasanya sebelum bulan Ramadhan. Dan ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam”.
  • “Yang paling parah dari itu semua adalah, bahwa di LDII Ushuluddinnya bukan TAUHID. Berawal dari salah paham tentang hadits Waraqah bin Naufal tentang perpecahan Umat Islam dan atsar Umar bin Khattab, LDII / Islam Jamaah meyakini kalaupun sudah melaksanakan Rukun Islam (Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, Haji), namun kalau tidak berjamaah sebagaimana pemahaman dan praktek berjamaah versi Nurhasan, tidak membaiat imamnya Islam Jamaah ini, maka orang itu belum diakui sebagai seorang muslim”.
  •  “Bagaimana mungkin LDII menolak mengakui hubungannya dengan Islam Jamaah, padahal bukti-bukti kuat : seluruh pondok pesantren Islam Jamaah warisan Nurhasan, menjadi milik Lemkari dan sekarang digunakan oleh LDII. Dimana surat hibahnya ?”
  • Islam Jama’ah/Darul Hadits telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Namun mereka menjalankan misi mereka sebagai gerakan bawah tanah, yang ditopengi oleh Topengnya seperti LDII, CAI, ASAD, SENKOM, Yayasan Wali Barokah, dsb.

 

Inilah beritanya.

***

Acara yang Mengungkap Akidah Ajaran Aseli Islam Jamaah yang Diwadahi LDII Berlangsung dengan Sukses

Seratusan lebih jamaah hadir pada Pengajian Karyawan dan Dosen Internal Universitas Ibnu Khaldun Bogor.  Acara dihadiri oleh Rektor UIKA Dr. H. Ending Bahruddin M.Ag,  Mantan Rektor UIKA K.H. Khaerul Yunus, dan juga dihadiri oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Acara yang mengangkat tema tentang Akidah LDII ini, adalah untuk mengganti acara di tanggal 15 Juni 2013 lalu. “Karena acaranya dirusuhi massa LDII, banyak pihak yang malah jadi penasaran”, ujar salah seorang peserta.

Acara mengambil tempat di Gedung Aula, dimulai Pukul 07.00 AM pagi, setelah Ust Muhajir Afandi selaku panitia, membuka acara tersebut. Adam Amrullah, pemateri pun memulai slide presentasinya dengan membahas beberapa pokok keyakinan yang diajarkan oleh LDII / Islam Jamaah. “Sebagian ajaran LDII ini seperti KHAWARIJ yang mengkafirkan seluruh Umat Islam yang tidak berbai’at kepada Imamnya”. “Sebagian ajaran LDII juga seperti SYIAH yaitu menghalalkan dusta untuk melindungi ajarannya”, “LDII juga memiliki akidah seperti Yahudi yang menghalalkan cara apapun untuk menang. Dalam segala perkara pokok menang, inilah yang diajarkan oleh Nurhasan”, papar Adam

“Dalam perkara Taubat, di LDII diajarkan untuk bertaubat dengan persaksian imam, menggunakan Surat Taubat bertuliskan arab melayu. Jamaahnya juga diharuskan menuliskan kesalahan-kesalahannya, dan menyetor uang tebusan / kafarohnya. Ini sering dilakukan biasanya sebelum bulan Ramadhan. Dan ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam”, tambah Sekjen FRIH (Forum Komunikasi Para Mantan LDII ini)

Adam menjelaskan bahwa ia baru tahu Ushuluddin agama Islam adalah Tauhid, setelah memberanikan diri bertanya dan mengaji kepada Ustadz selain LDII. “Yang paling parah dari itu semua adalah, bahwa di LDII Ushuluddinnya bukan TAUHID. Berawal dari salah paham tentang hadits Waraqah bin Naufal tentang perpecahan Umat Islam dan atsar Umar bin Khattab, LDII / Islam Jamaah meyakini kalaupun sudah melaksanakan Rukun Islam (Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, Haji), namun kalau tidak berjamaah sebagaimana pemahaman dan praktek berjamaah versi Nurhasan, tidak membaiat imamnya Islam Jamaah ini, maka orang itu belum diakui sebagai seorang muslim” kata Adam di depan Aula UIKA.

Pada acara itu juga dijelaskan Sejarah LDII yang dulunya adalah Islam Jamaah / Darul Hadits, kemudian berubah nama lagi menjadi Lemkari dan kemudian berubah lagi sampai hari ini dengan nama LDII. “Bagaimana mungkin LDII menolak mengakui hubungannya dengan Islam Jamaah, padahal bukti-bukti kuat : seluruh pondok pesantren Islam Jamaah warisan Nurhasan, menjadi milik Lemkari dan sekarang digunakan oleh LDII. Dimana surat hibahnya ?” ucap Adam.

“Belum lagi foto-foto Nurhasan di rumah-rumah jamaahnya, Nasehat Abdullah Syam Ketua Umum LDII di tahun 2011, di acara CAI di depan ribuan jamaahnya yang jelas-jelas masih mengakui menjalankan ajaran Islam Jamaah warisan Nurhasan. Dan kami masih punya banyak bukti lainnya” Tambah Adam

Islam Jama’ah/Darul Hadits telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Namun mereka menjalankan misi mereka sebagai gerakan bawah tanah, yang ditopengi oleh Topengnya seperti LDII, CAI, ASAD, SENKOM, Yayasan Wali Barokah, dsb.

Dikarenakan aliran LDII / Islam Jamaah ini terus menelan korban, seperti penganiayaan, pemisahan keluarga antara Suami dan Istri, Anak dan Orang Tua, dan lain sebagainya, Para Mantan LDII bertekad untuk terus memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada Umat. “Kami ingin terus memberikan informasi kepada Umat, agar yang sudah masuk ke LDII bisa segera tobat, dan Umat Islam yang belum masuk LDII bisa waspada. Quu anfusakum wa ahlikkum Naro “

Disana-sini terus terjadi pemutusan hubungan keluarga, pengusiran, pemutusan Nasab.  “Bapak-bapak dan Ibu-ibu harus menjaga anak-anaknya.. jangan sampai salah dan anaknya malah mengaji di LDII, pertama-tama mungkin nampak baik.. lama kelamaan Bapak-bapak dan Ibu-ibu dianggap kafir oleh mereka”, kata Adam membeberkan fakta.

“Acara kali ini berbeda, dihadiri oleh lebih banyak peserta, dan biasanya hanya satu jam, ini hampir dua jam”, ujar Ustadz Dhani, Pengurus MUI Bogor. Setelah acara selesai, peserta menyalami Adam sebagai rasa simpati menerima Saudara Muslimnya yang bertaubat dari aliran sesat dan mendoakan agar terus bersama-sama Umat dan Ormas Islam menjaga Akidah dari segala makar LDII / Islam Jamaah.

(aa-frih)

***

LDII SESAT! BEGUNDAL AQIDAH! BUBARKAN!!..

Posted by KabarNet pada 17/06/2013

Bogor – KabarNet: Kesesatan kelompok LDII sejak berdirinya hingga saat ini terus meresahkan masyarakat. Perkembangan ajaran sesat ini selain melencengkan aqidah, sudah menjurus kepada arah anarkisme. Bagi kelompok LDII, orang yang tidak sepaham/ segolongan dengan mereka adalah kotor dan najis, hingga diperbolehkan melakukan hal apa pun bahkan sampai bertindak beringas.

ldii sesat

Contohnya saja, keberingasan serangan kelompok aliran sesat LDII kepada jamaah pengajian di Masjid Al Hijri, kampus UIKA Bogor, Sabtu pekan lalu yang akhirnya berbuntut panjang. Pengikut LDII menyerang muslim yang sedang mengadakan pengajian di masjid Al-Hijri kampus Universitas Ibnu Khaldun, Bogor Sabtu 15 Juni 2013. Mereka merangsek masuk ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu dan menyerang jama’ah.

Peristiwa penyerangan kampus UIKA oleh massa begundal LDII terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar 200 massa merusak mimbar Masjid Al-Hijr II serta memukul ketua panitia diskusi, Muhajir Abbasy. Menurut Nur Sholihin, salah satu peserta diskusi, insiden terjadi saat diskusi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang UIKA Bogor bertema aqidah Islam dan pelatihan Ruqyah. Dalam acara tersebut hadir Ustad Adam Amrullah, mantan Ketua Pemuda LDII Jakarta Timur.

Kasus itu akan dilaporkan ke Polres Bogor. Sekitar 100 mahasiswa UIKA telah berkumpul di pelataran kampus di jalan KH Soleh Iskandar, Bogor, untuk mengawal pelaporan tersebut. Ada tiga perkara yang akan dilaporkan. Pelapor pertama, mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dengan delik pelaporan atas tindak penganiayaan. Mahasiswa IMM yang menjadi korban sebanyak lima orang. Pelapor kedua adalah pihak dewan kemakmuran masjid (DKM) dengan delik perusakan masjid dan pelapor ketiga adalah pihak UIKA dengan delik penistaan agama.

Selain itu, Forum Umat Islam (FUI) Bogor telah menyampaikan pernyataan sikapnya terkait anarkhisme yang dilakukan massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kampus Univesitas Ibnu Khaldun (UIKA). Dalam penyataan sikap Forum Umat Islam Bogor disebutkan bahwa mereka mengutuk keras sikap arogansi organisasi masyarakat LDII yang meneror panitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru-hara, dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA.

Mewakili umat Islam Bogor, 250 muslim menandatangi pernyataan sikap atas peristiwa itu. Berisi 6 point, 3 point kutukan atas insiden penyerangan pengikut kelompok sesat LDII, 3 point tuntutan untuk mengusut tuntas insiden ini. Berikut sikap umat Islam Bogor.

  1. Mengutuk keras sikap arogansi ormas LDII yang menteror panitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru hara dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA (pesantren Ulil Albab).
  2. Mengutuk keras perilaku anarkis kelompok massa LDII, atas penghentian acara secara paksa, penyerangan, pemukulan terhadap panitia dan pengrusakan fasilitas yang ada di dalam masjid kampus UIKA Bogor.
  3. Mengutuk keras terhadap perilaku massa LDII yang melakukan pelecehan terhadap masjid sebagai rumah ibadah umat dengan memasukinya tanpa membuka sepatu disaat mengikuti acar seminar tersebut, karena menganggap masjid di kampus UIKA tersebut adalah salah satu masjid yang mengandung najis milik orang kafir yang diluar kelompoknya.
  4. Kepada aparat kepolisian dimohon dengan sangat agar dapat menyeret anggota jamaah LDII pelaku anarkisme tersebut dan provokator oknum LDII yang menggerakkan massanya untuk melakukan pengancaman, teror, pelecehan dan perusahan rumah ibadah, serta penyerangan dan pemukulan terhadap panitia kegiatan seminar
  5. Meminta kepada pengurus MUI pusat untuk segera menerbitkan fatwa baru tentang penyimpangan akiqah dan kesesatan ormas LDII yang menghalalkan perbuatan anarkis terhadap umat Islam yang bukan anggota ormas LDII.
  6. Meminta kepada Kejaksaan Agung RI untuk membekukan ormas LDII karena LDII adalah baju baru dari kelompok Islam jamaah yang telah dinyatakan sesat oleh MUI sejak tahun 1971, dan mengajarkan kepada jamaahnya untuk berlaku anarkis terhadap umat Islam yang bukan warga LDII.

Tokoh-tokoh umat Islam Bogor yang menandatangani pernyataan tuntutan ini antara lain: Prof.Dr. KH. Didin Hafidhudin, Msi,Drs. Iyus Khaerunnas Malik, H.Willyuddin A.Rasyid Dhani S.Pd, KH.M.Abbas Aula, Lc, MHI, dan KH.Khaerul Yunus.

Demikian bunyi pernyataan sikap yang disampaikan Forum Umat Islam Bogor yang tertanda oleh Ust. Iyus Khaerunnas (ketua), Ust Wilyudin Wardhani (sekretaris), Penasihat Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin M.Si dan KH. Khaerul Yunus.

KH. Amidhan mengatakan bahwa MUI secara institusi sampai saat ini belum mengakui LDII sebagai ormas Islam yang benar. Artinya LDII adalah sesat dan menyesatkan sesuai fatwa MUI. Saat ini LDII berupaya menghapus dirinya dari bayang-bayang Islam Jamaah di masa lalu dengan mengeluarkan apa yang disebut “paradigma baru”. Meski demikian, “Kita lihat saja, MUI secara institusi belum mengakui LDII. Tapi kita melarang melakukan kekerasan,”….. “Itu harus diproses hukum. Tidak boleh dilakukan penghakiman sendiri. Kalau tidak setuju laporkan pada polisi. Apalagi orang menjalankan agamanya diserang, patut umat Islam bersatu menghadapinya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan, di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (16/6/2013) saat dimintai tanggapannya terkait serangan massa LDII di Masjid Kampus UIKA Bogor sehari sebelumnya.

Mantan rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, Msi mengutuk keras atas tindakan anarkisme jamaah LDII yang merusak masjid Al Hijri UIKA Bogor pada Sabtu 16 Juni 2013. Pernyataan itu beliau sampaikan di sela-sela acara membahas kelompok Inkar Sunnah di Gedung Pascasarjana UIKA Bogor.

Kiyai Didin menjelaskan bahwa semalam sebelum acara sudah banyak oknum yang mengancam panitia akan menyerbu, dan esok harinya ternyata penyerangan itu benar terjadi. “Atas penyerangan berencana itu sudah kita laporkan ke pihak berwenang, dan sedang di proses oleh kapolresta Bogor. Kita berharap supaya ini diusut dengan pasal penodaan agama juga. Kita punya videonya, mereka merusak mimbar masjid, bahkan ada yang masuk masjid dengan memakai sepatu. Saya tidak menduga bisa terjadi seperti itu, sepertinya mereka punya beking sehingga berani melakukan hal tersebut”, ujar Kiyai Didin.

Diberitakan sebelumnya, pengikut LDII menyerang muslim yang sedang mengadakan pengajian di masjid Al-Hijri kampus Universitas Ibnu Khaldun, Bogor Sabtu (15/6/2013). Mereka merangsek masuk ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu dan menyerang jama’ah dan berusaha menghakimi ustadz Adam Amrullah yang sedang berceramah menjelaskan kesesatan LDII. Pengikut LDII juga merusak pintu dan mimbar masjid Al-Hijri. Pada kesempatan itu sedang digelar pengajian yang menjelaskan kesesatan LDII. Adam Amrullah sekjen Forum Ruju Ilal Haq (FIRH) sebagai pembicara utama.

Bahaya LDII

Pendiri dan pemimpin tertinggi pertamanya adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasri,. Kediri Jawa Timur, Indonesia, tahun 1915 M (Tahun 1908 menurut versi Mundzir Thahir, keponakannya).

Faham yang dianut oleh LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972, tanggal ini dalam Anggaran Dasar LDII sebagai tanggal berdirinya LDII. Maka perlu dipertanyakan bila mereka bilang bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan LEMKARI atau nama sebelumnya Islam Jama’ah dan sebelumnya lagi Darul Hadits).

Pengikut LEMKARI pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR. Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) bertemu dan mendapat konsep asal doktrin imamah dan jama’ah (yaitu : Bai’at, Amir, Jama’ah, Taat) dari seorang Jama’atul Muslimin Hizbullah, yaitu Wali al-Fatah, yang dibai’at pada tahun 1953 di Jakarta oleh para jama’ah termasuk sang Madigol sendiri. Pada waktu itu Wali al-Fatah adalah Kepala Biro Politik Kementrian Dalam Negeri RI (jaman Bung Karno). Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo. LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach. LEMKARI diganti nama atas anjuran Jenderal Rudini (Mendagri) dalam Mubes ke-4 Lemkari di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 November 1990 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia). (Jawa Pos, 22 November 1990, Berita Buana, 22 November 1990, Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 265, 266, 267).

Semua itu digerakkan dengan disiplin dan mobilitas komando “Sistem Struktur Kerajaan 354″ menjadi kekuatan manqul, berupa: “Bai’at, Jama’ah, Ta’at” yang selalu ditutup rapat-rapat dengan system:“Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah”.

PENYELEWENGAN UTAMANYA: Menganggap Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya), maka anggapan itu sesat. Sebab membuat syarat baru tentang sahnya keislaman orang. Akibatnya, orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis (Lihat surat 21 orang dari Bandung yang mencabut bai’atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu’minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

Itulah kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang dulunya bernama Lemkari, Islam Jama’ah, Darul Hadits pimpinan Nur Hasan Ubaidah Madigol Lubis (Luar Biasa) Sakeh (Sawahe Akeh/ sawahnya banyak) dari Kediri Jawa Timur yang kini digantikan anaknya, Abdu Dhohir. Penampilan orang sesat model ini: kaku –kasar tidak lemah lembut, ada yang bedigasan, ngotot karena mewarisi sifat kaum khawarij, kadang nyolongan (suka mencuri) karena ada doktrin bahwa mencuri barang selain kelompok mereka itu boleh, dan bohong pun biasa; karena ayat saja oleh amirnya diplintir-plintir untuk kepentingan dirinya. (Lihat buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001).

MODUS OPERANDINYA: Mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka sacara rutin, agar Islamnya benar (menurut mereka). Kalau sudah masuk maka diberi ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar. Hanya jama’ah mereka lah yang benar. Kalau menyelisihi maka masuk neraka, tidak taat amir pun masuk neraka dan sebagainya. Pelanggaran-pelanggaran semacam itu harus ditebus dengan duit. Daripada masuk neraka maka para korban lebih baik menebusnya dengan duit.

Dalam hal duit, bekas murid Nurhasan Ubaidah menceritakan bahwa dulu Nurhasan Ubaidah menarik duit dari jama’ahnya, katanya untuk saham pendirian pabrik tenun. Para jama’ahnya dari Madura sampai Jawa Timur banyak yang menjual sawah, kebun, hewan ternak, perhiasan dan sebagainya untuk disetorkan kepada Nurhasan sebagai saham. Namun ditunggu-tunggu ternyata pabrik tenunnya tidak ada, sedang duit yang telah mereka setorkan pun amblas. Kalau sampai ada yang menanyakannya maka dituduh “tidak taat amir”, resikonya diancam masuk neraka, maka untuk membebaskannya harus membayar pakai duit lagi. Cerita selengkapnya tetera pada butir-butir kesesatan LDII di bawah…

PENGERTIAN SISTEM MANQUL: LDII memiliki sistem manqul. Sistem manqul menurut Nurhasan Ubaidah Lubis adalah: ”Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru; telinga langsung mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat. Terhalang dinding atau lewat buku tidak sah. Sedang murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun ia menguasai ilmu tersebut, kecuali murid tersebut telah mendapat Ijazah dari guru maka ia dibolehkan mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu”. (Drs. Imran AM. Selintas Mengenai Islam Jama’ah dan Ajarannya, Dwi Dinar, Bangil, 1993, hal.24). Kemudian di Indonesia ini satu-satunya ulama yang ilmu agamanya manqul hanyalah Nurhasan Ubaidah Lubis.

BUKTI-BUKTI KESESATAN LDII, FATWA-FATWA TENTANG SESATNYA, DAN PELARANGAN ISLAM JAMA’AH DAN APAPUN NAMANYA YANG BERSIFAT/ BERAJARAN SERUPA.

  1. LDII sesat. MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut: “Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).
  2. Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII. Dalam Makalah LDII dinyatakan: “Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/ 97, halaman 8).
  3. Surat 21 orang keluarga R. Didi Garnadi dari Cimahi Bandung menyatakan sadar, insyaf, taubat dan mencabut Bai’at mereka terhadap LDII, Oktober 1999. Dalam surat itu dinyatakan di antara kejanggalan LDII hingga mereka bertaubat dan keluar dari LDII, karena: Dilarang menikah dengan orang luar Kerajaan Mafia Islam jama’ah, LEMKARI, LDII karena dihukumi Najis dan dalam kefahaman Kerajaan Mafia Islam Jama’ah, LEMKARI, LDII bahwa mereka itu BINATANG. (Lihat surat 21 orang dari Cimahi Bandung yang mencabut bai’atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu’minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, dimuat di buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).
  4. Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk). Ungkapan Imam LDII dalam teks yang berjudul Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI (Cinta Alam Indonesia, semacam jamboree nasional tapi khusus untuk muda mudi LDII) di Wonosalam Jombang tahun 2000. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman): “Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (maksudnya, LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini. Lainnya turuk bosok kabeh.” (CAI 2000, Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI Wonosalam. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman).
  5. Menganggap sholat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga dalam kenyataan, biasanya orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya, hingga mereka membuat masjid-masjid untuk golongan LDII. Bagaimanapun LDII tidak bisa mengelak dengan dalih apapun, misalnya mengaku bahwa mereka sudah memakai paradigma baru, bukan model Nur Hasan Ubaidah. Itu tidak bisa. Sebab di akhir buku Kitabussholah yang ada Nur Hasan Ubaidah dengan nama ‘Ubaidah bin Abdul Aziz di halaman 124 itu di akhir buku ditulis: KHUSUS UNTUK INTERN WARGA LDII. Jadi pengakuan LDII bahwa sekarang sudah memakai paradigma baru, lain dengan yang lama, itu dusta alias bohong.
  6. Penipuan Triliunan Rupiah: Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan. Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah. Di antara korban itu ada yang menyetornya ke isteri amir LDII Abdu Dhahir yakni Umi Salamah sebesar Rp 169 juta dan Rp 70 juta dari penduduk Kertosono Jawa Timur. Dan korban dari Kertosono pula ada yang menyetor ke cucu Nurhasan Ubaidah bernama M Ontorejo alias Oong sebesar Rp22 miliar, Rp 959 juta, dan Rp800 juta.Korban bukan hanya sekitar Jawa Timur, namun ada yang dari Pontianak Rp2 miliar, Jakarta Rp2,5 miliar, dan Bengkulu Rp1 miliar. Paling banyak dari penduduk Kediri Jawa Timur ada kelompok yang sampai jadi korban sebesar Rp900 miliar. (Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. ).
  7. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat: Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 06 Rabiul Awwal 1415H/ 13 Agustus 1994M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum: K.H. Hasan Basri, Sekretaris Umum: H.S. Prodjokusumo.
  8. Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta: Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 20 Agustus 1979, Dewan Pimpinan Majelis Ulama DKI Jakarta, K.H. Abdullah Syafi’ie ketua umum, H. Gazali Syahlan sekretaris umum.
  9. Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971: Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa. Menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama’ah Qur’an Hadits, Islam Djama’ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia. Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama. Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan: Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971, Djaksa Agung R.I. tjap. Ttd (Soegih Arto).
  10. Kesesatan, penyimpangan, dan tipuan LDII diuraikan dalam buku-buku LPPI tentang Bahaya Islam Jama’ah, Lemkari, LDII (1999); Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah (2004).
  11. LDII aliran sempalan yang bisa membahayakan aqidah umat, ditegaskan dalam teks pidato Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama Ir. Soetomo, SA, Mayor Jenderal TNI bahwa “Beberapa contoh aliran sempalan Islam yang bisa membahayakan aqidah Islamiyah, yang telah dilarang seperti:Lemkari, LDII, Darul Hadis, Islam Jama’ah.” (Jakarta 12 Februari 2000, Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama, Ir. Soetomo, SA, Mayor Jendral TNI).
  12. LDII dinyatakan sesat oleh MUI karena penjelmaan dari Islam Jamaah. Ketua Komisi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Fatwa MUI: LDII sesat. Dalam wawancara dengan Majalah Sabili, KH Ma’ruf Amin menegaskan: Kita sudah mengeluarkan fatwa terbaru pada acara Munas MUI (Juli 2005) yang menyebutkan secara jelas bahwa LDII sesat. Maksudnya, LDII dianggap sebagai penjelamaan dari Islam Jamaah. Itu jelas!” (Sabili, No 21 Th XIII, 4 Mei 2006/ 6 Rabi’ul Akhir 1427, halaman 31).

 [KbrNet/Slm/Berbagai sumber]

 (nahimunkar.om)