Kebijakan Muhajir soal ‘yang Tak Lulus Sertifikasi Perkawinan, Tidak Boleh Nikah’ Dinilai Nabung Dosa

 


 

Ancaman Muhajir (Menko PMK) soal yang ‘Tak Lulus Sertifikasi Perkawinan Tidak Boleh Nikah’ dinilai sebagai program menabung dosa.

Komen di medsos ada yang begini:

Kalau dihalangi nikah gara2 tak lulus sertifikat bikinan Muhajir, lalu mereka nekat berzina, maka Muhajir nabung dosa. Begitu pula para pendukungnya.

Komen singkat itu justru cukup menabok bagi Muhajir yang dulunya pernah jadi rector perguruan tinggi Islam, namun tampak tidak faham tuntunan Islam.

Dalam Islam, perkawinan itu justru termasuk dalam tiga hal yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk disegerakan, tidak boleh ditunda.

Hal yang ditunjuki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bila diselisihi oleh seseorang pun akan bermudharat. Apalagi merupakan kebijakan yang akan mengorbankan banyak Umat Islam, maka sama dengan meratakan mudharat, dan itu justru sama dengan menabung dosa, bahkan akan menimbulkan keresahan bahkan kemaksiatan secara umum.

Misalnya timbul perzinaan massal akibat Umat Islam merasa terhalangi ketika mau nikah, atau merasa dipersulit/ ditambahi beban oleh rezim ini, lalu mereka nekat berzina, maka akan berbahaya besar.

Tiga hal yang harus disegerakan

Tiga hal yang harus disegerakan, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihu wasallam bersabda:

ثَلاثَةٌ يَا عَلِيُّ لاَ تُؤَخِّرْهُنَّ : الصَّلاةُ إِذَا أَتَتْ ، وَالْجَنَازَةُ إِذَا حَضَرَتْ ، وَالأَيِّمُ إِذَا وَجَدَتْ كُفُؤًا

“Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni shalat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan)

Meskipun dalam hadits ini Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu, para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berlaku umum untuk seluruh umatnya.

Jangan tunda menikahkan wanita yang telah datang jodohnya

Rasulullah menganjurkan para orangtua agar segera menikahkan putrinya jika telah ada pria sekufu yang melamarnya. Menurut banyak ulama, kufu itu dalam urusan agama. Senada dengan hadits lain yang menjelaskan bahwa jika ada pria shalih yang datang melamar hendaklah diterima atau akan ada fitnah dan kerusakan yang terjadi di muka bumi.

Terkadang juga ada gadisnya sendiri yang pilih-pilih sehingga akhirnya pernikahannya selalu tertunda. Bermaksud mencari pria yang sempurna, ternyata malah tidak ada lagi pria yang datang melamarnya. [Muchlisin BK/bersamadakwah]/ diringkas.

Oleh karena itu, selayaknya sebelum bikin sertifikat untuk apa yang disebut layak kawin, hendaknya Muhajir muhasabah diri. Soalnya, bagaimanapun, itu mengandung mempersulit urusan Umat Islam. Bukan memperlancar. Sedangkan ada doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan laknat bagi siapapun yang memimpin kemudian mempersulit Umat Islam.

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Laknat Allah atas Pemimpin yang Menyulitkan Umat Islam

 


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)
“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).
{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ
Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).
Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

(nahimunkar.org)

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam. 
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk membela Umat Islam. 
Bila ada yang menyembunyikan doa itu padahal sering menegaskan bahwa Islam itu sudah komplit, maka seakan mengingkari ucapannya sendiri. 
Bila akibatnya murid2nya hanya tahu apa yg mereka anjurkan untuk mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, dan berani mengecam orang yang berdoa sesuai doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, maka sang dai itu berat tanggung jawabnya. 
Di dunia belum tentu dapat apa2, di akherat entah bagaimana beratnya. Maka jangan sampai kita terhitung sebagai orang yang sikapnya jadi pendukung pemimpin zalim lagi dusta, apalagi menyulitkan umat Islam.

***

Dalam hal keharusan disegerakannya perkawinan tersebut, apakah Muhajir mau mengikuti anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau menentangnya dengan aneka dalih demi secuil jabatan dan harta dunia yang tidak ada nilainya apa-apa menurut Islam, namun justru menimbulkan keresahan dan mudharat serta dampak negative yang bisa massal di mana-mana. Itu hanya akan menambahi masalah, bahkan sama dengan penggagasnya ini serta para pendukungnya akan menabung dosa sebanyak-banyaknya.

Berita yang tidak mengenakkan Umat Islam, silakan baca ancaman Muhajir berikut ini.

***

Catat! Tak Boleh Nikah Jika Tak Lulus Pranikah 3 Bulan, Berlaku Mulai 2020


 

GELORA.CO – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) akan membantu Kantor Urusan Agama (KUA) dalam melakukan pembinaan pranikah.

 

Namun Kementerian PMK tidak ingin KUA hanya sekadar memberikan pembinaan pranikah dalam bentuk ceramah keagamaan.

 

Menteri Koordinator Bidang PMK, Muhadjir Effendy ingin KUA bersama kementerian terkait memberikan pembinaan pranikah secara menyeluruh, mulai dari aspek keagamaan hingga gizi anak.

 

Muhadjir menyatakan, pasangan yang belum lulus pembekalan pranikah tidak boleh menikah.

 

“Ya sebelum lulus mengikuti pembekalan enggak boleh nikah,” ucap Muhadjir.

 

Sebekumnya Muhadjir menegaskan bahwa Kementerian PMK akan mencanangkan program sertifikasi perkawinan. Program itu diperuntukkan bagi pasangan yang hendak menikah.

 

Para pasangan nantinya diwajibkan untuk mengikuti kelas atau bimbingan pranikah, supaya mendapat sertifikat yang selanjutnya dijadikan syarat perkawinan.

 

“Jadi sebetulnya setiap siapapun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga,” kata Muhadjir di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

 

Muhadjir mengatakan, sertifikasi ini penting menjadi bekal pasangan yang hendak menikah.

 

Dikatakan Muhadjir, melalui kelas bimbingan sertifikasi, calon suami istri akan dibekali pengetahuan seputar kesehatan alat reproduksi, penyakit-penyakit yang berbahaya yang mungkin terjadi pada pasangan suami istri dan anak, hingga masalah stunting.

 

“Untuk memastikan bahwa dia memang sudah cukup menguasai bidang-bidang pengetahuan yang harus dimiliki itu harus diberikan sertifikat,” ujar Muhadjir.

 

Ia menyebut, program sertifikasi perkawinan ini baru akan dimulai tahun 2020.

 

Lamanya kelas bimbingan untuk setiap calon suami istri hingga akhirnya mendapat sertifikat yaitu tiga bulan.[psid]

 

Gelora News
15 November 2019

Ilustrasi foto dok ist net

(nahimunkar.org)

(Dibaca 721 kali, 1 untuk hari ini)