al-quran

Kami berharap, Umat Islam mengerti keburukan di balik rekayasa baca Al-Quran dengan nyanyian Jawa. Persoalannya, Langgam Jawa itu nyanyian (bukan sekadar gaya Jawa, corak Jawa, tapi adalah nyanyian Jawa) kaitannya dengan sinden, ledek dan sebagainya. (Maaf, mereka itu jurusannya zina, paling kurang zina mata). Itu jelas. Sudah jadi pengetahuan umum.

Ketika menjadikan Al-Qur’an dibaca dengan nyanyian jawa, artinya pelakunya sama dengan menyindenkan diri dengan materi nyanyiannya berupa ayat-ayat Al-Qur’an atau meledekkan diri dg materi nyanyiannya berupa ayat-ayat Al-Qur’an.

 Itulah yang telah dikhawatirkn Nabi saw, menjadikan al-Qur’an sebagai nyanyian. semoga faham. itu jelas merusak Islam.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ ”
[حكم الألباني]
(صحيح) انظر حديث رقم: 216 في صحيح الجامع

Dari Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
Aku khawatir atas kamu sekalian enam: pemerintahan orang-orang yang bodoh, penumpahan darah, jual hukum, memutus (tali) persaudaraan/ kekerabatan, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, dan banyaknya polisi (aparat pemerintah, yang berarti banyak kedhaliman). (HR Thabrani, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ hadits no. 216).

HAJ

(nahimunkar.com)