Mahasiwa demonstrasi RUU KUHP masih bertahan di depan gedung DPR

Foto :

o    VIVAnews/Anwar Sadat

Meski perwakilan dari para mahasiswa telah diterima oleh Sekretaris Jenderal DPR, namun hingga Kamis malam, 19 September 2019, massa aksi enggan membubarkan diri. Mereka masih bertahan di depan gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat dan menunggu rekan-rekan mereka yang masih berbicara dengan sekjen DPR.

Mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas itu masih melakukan unjuk rasa untuk menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK. Mereka juga sempat melakukan aksi teatrikal dengan menutup Jalan Gatot Subroto arah Slipi, Jakarta Barat.

Mahasiswa yang berada di lokasi tampak membentuk lingkaran. Terlihat mereka juga menuliskan sebuah kata yang menunjukkan ekspresi mereka di jalanan.

Mereka juga membentangkan spanduk di depan gedung DPR RI. Spanduk tersebut bertuliskan “Gedung ini disita oleh mahasiswa”.

Mereka juga masih berorasi menyuarakan aspirasi mereka. Mereka terus berorasi dan sesekali menyanyikan lagu kebangsaan.

“Kami kecewa, di tengah banyaknya yang menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP, tapi seakan tidak didengarkan dan justru ingin disahkan, kami melihat DPR tak peduli terhadap rakyat,” kata salah seorang mahasiswa.

Akibat adanya aksi dari para mahasiswa ini, Jalan Gatot Subroto arah Slipi masih ditutup. Kendaraan yang melintas diarahkan ke jalur Transjakarta dan mengakibatkan lalu lintas macet parah.

Aparat kepolisian masih terus mengawal jalannya aksi. Sejauh ini aksi masih berjalan kondusif. Meski begitu, sejumlah kendaraan taktis tetap disiagakan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

•    VIVAnews – Kamis, 19 September 2019 | 21:36 WIB

•    Oleh :

o    Ezra Sihite

o    Anwar Sadat

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 101 kali, 1 untuk hari ini)