JawaPos.com – Komisi 8 DPR kecewa dengan hasil pertemuan Menag Lukman Hakim Saifuddin dengan pemerintah Arab Saudi soal kuota haji Indonesia tahun 2016. Penambahan kuota haji yang dijanjikan pemerintah Saudi ternyata tidak terealisasi.

Ketua Komisi 8 DPR Saleh Partaulan Daulay mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, Kemenag seharusnya berupaya keras menagih janji pemerintah Saudi. Karena, penyebutan janji penambahan kuota haji datang dari pihak Saudi.

“Kalaupun tidak jadi ada tambahan, semestinya itu langsung disampaikan pihak kerajaan atau kedutaannya di Jakarta,” tegasnya. (Baca: Menag Gagal Tagih Janji Saudi, Kuota Haji 2016 Tidak Bertambah)

Saleh mengatakan, ketegasan soal kepastian ini sangat penting bagi Indonesia. Sebab, hal ini akan berpengaruh pada persiapan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

“kita ingin segera mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2016. Mestinya, kuota itu sudah fix dan bisa segera diketahui berapa jumlah jemaah yang akan dilayani tahun ini,” ujar politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Seperti diketahui, kuota haji Indonesia tetap seperti tahun 2015. Dengan kata lain, kuota jamaah haji Indonesia masih sebesar 168.800 orang.

Hal itu karena pemerintah Saudi yang memberlakukan pemotongan kuota haji 20 persen bagi Indonesia. Pemotongan kuota 20 persen ini masih berlaku lantaran perluasan Masjidilharam masih belum rampung.

“Mengenai kuota, secara prinsip, pemerintah Saudi memberlakukan kuota tahun ini sama. Tidak hanya Indonesia, tapi semua negara,” tutur Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/3). (mia/hsn/JPG)  

Sumber: jawapos.com/Kamis, 17 Maret 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 946 kali, 1 untuk hari ini)