KEDUDUKAN SAHABAT RASULULLAH DALAM AGAMA ISLAM DAN SIKAP AHLUS SUNNAH WAL JAMAH KEPADA MEREKA

Para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang-orang yang telah mendapatkan keridhan dari Allah Ta’ala, mereka telah berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan islam dan mendakwahkannya keberbagai pelosok negri, perjuangan mereka dalam rangka li i’lai kalimatillah telah banyak menelan harta dan jiwa. Mereka adalah manusia yang separuhnya tunduk kepada islam, mereka tunduk kepada hukum-hukum Allah.

Definisi Sahabat -Ridhwanullahi ‘alaihim Jami’an-

  1. Menurut bahasa.

Shohabi diambil dari kata-kata  shohbatun : persahabatan, persahabatan ini berlaku untuk setiap orang yang menemani orang lain sebentar atau lama. Maka dapat di katakan seorang menemani si fulan dalam satu masa, setahun, sebulan, sehari atau sejenak. Jadi persahabatan bisa saja sebentar atau lama. Abu Bakar Al-Baqilany ( 338-403 H ) berkata: ” Berdasarkan definisi bahasa ini, maka wajib berlaku definisi ini terhadap orang yang bersahabat degan Nabi i sekalipun hanya sejam disiang hari. Inilah asal kata dari kalimat shahabat ini.

  1. Menurut istilah.

Berkata Ibnu Katsir : ” Shahabat adalah orang  Islam yang bertemu dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam meskipun masa bertemu dengan beliau tidak lama.

Al Hafizd Ibnu Hajar  As Asqolani berkata : ” Definisi yang paling shohih tentang shahabat yang aku teliti ialah Orang yang berjumpa dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan islam. Masuk dalam definisi ini ialah orang yang bertemu dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam baik lama atau sebentar, baik meriwayatkan hadits beliau atau tidak, baik ikut berperang bersama beliau atau tidak. Demikian juga orang yang pernah melihat beliau sekalipun ia tidak duduk dalam majlis beliau, atau orang yang tidak pernah melihat beliau karena buta. Masuk dalam definisi ini orang yang beriman lalu murtad kemudian kembali lagi kedalam islam dan wafat dalam keadaan islam seperti Asy’ats bin Qois.

Kedudukan Dan Keutamaan Para Sahabat.

Sesungguhnya para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam memilki kedudukan yang mulia disisi Allah Ta’ala, disisi Rosul Nya dan kaum muslimi seluruhnya. Sungguh Allah telah memuji para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam didalam Al quran dan mengabarkan atas keridhoan Allah atas mereka dan keridhoan mereka Kepada Allah.

Allah ta’ala berfirman  :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

” Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusi, kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan kalian beriman kepada Allah Ta’ala.” ( Ali Imron ayat 110 )

Berkata Khatib Al Bagdadi : ” Sekalipun lafadz ini ( أُمَّة ) umum maksudnya adalah khusus untuk para sahabat bukan selain mereka.”

Dan Allah ta’ala berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

” Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama ( masuk Islam ) dari orang Muhajirin dan Anshor dan yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya mereka kekal didalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar.” ( At Taubah: 100 )

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللهِ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ يَجِيْءُ قَوْمٌ تُسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِيْنَهُ وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ ه

” Sebaik-baik manusia adalah pada zamanku ini kemudian yang setelah itu kemudian yang setelah itu kemudian nanti akan datang suatu kaum dimana persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksianya ( HR. Bukhari Muslim ) 

Sifat-Sifat Para Sahabat Yang Disebutkan Dalam Al Qur’an Dan Hadits Diatas :

  1. Mereka adalah orang-orang yag benar-benar beriman.
  2. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.
  3. Mereka adalah yang memperoleh kemenangan.
  4. Mereka dalah orang-orang yang benar.
  5. Mereka adalah sebaik-baik umat setelah para Rosul.
  6. Dan sifat-sifat baik lainnya yang termasuk didalam Al qur’an dan hadits.

Larangan Mencela Para Sahabat

Hukum mencela para sahabat adalah kafir atau keluar dari agama Islam, Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam :

لَا تَسَبُّوْا أَصْحَابِيْ فَوَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكَمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أَُحِدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيْفَهُ

” Janganlah kalian mencela sahabatku, demi dzat yang jiwaku ditanganNya, seandainya ada seorang diantara kalian yang menginfaqkan emas sebesar gunung  Uhud, niscaya tidak akan menyamai satu mud bahkan setengah mud pun kebaikan seseoarang diantara mereka.”

Sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam pula :

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ ( رَوَاهُ الطَبْرَانِيْ عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ

” Barang siapa yang mencela sahabatku maka pelakunya akan dilaknat Allah Ta’ala, Malaikat, dan seluruh manusia.”[ HR. Thobroni ]

Dan dengan hadits diatas, para uUama’ mengistinbatkan ( menyimpulkan ) hadist tersebut dengan beberapa pendapat mereka, diantaranya adalah :

1) Imam Malik berkata : ” Orang-orang yang mencaci para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang-orang kafir ( Tafsir Ibnu Katsir V hal.367-368 atau IV hal. 215 Darus Salam Riyadh )

2) Imam Abu Zuhroh Ar Rozi  berkata: “Apabila engkau melihat seorang mencaci seorang dari sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam maka ketahuilah bahwa orang itu adalah zindiq ( kafir ). Yang demikian karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam adalah haq, Al Qur’an adalah haq dan apa-apa yang dibawa adalah haq dan yang menyampaikan kepada kita adalah sahabat Rasulullah. Mereka adalah orang-orang zindik itu mencela kesaksian kita agar bisa membatalkan al Qur’an dan sunnah ( yakni agar kita tidak percaya kepada Al Qur’an dan Sunnah). Merekalah yang pantas mendapat celaan.

3) Imam Al Hafidz Syamsyuddin bin Ustman Adz Dzahabi  lebih dikenal dengan Imam Adz Dzahabi berkata: ” Barang siapa yang mencela para sahabat, menghina mereka maka sesungguhnya ia telah keluar dari agama islam dan telah merusak kaum muslimin. Mereka yang mencela adalah orang yang dengki dan ingkar kepada pujian Allah yang disebutkan dalam Al qur’an dan  juga mengingkari Rasulullah yang memuji mereka dengan keutamaan tingkatan dan cinta, Memaki mereka berarti memaki pokok pembawa  Syariat ( yaitu Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa salam ). Mencela pembawa syariat berarti mencela kepada apa yang dibawanya ( yaitu Al qur’an dan Sunnah)

Sikap Ahlussunhah Wal Jamaah Terhadap Para Sahabat

Selayaknya bagi Ahlus Sunah wal Jamaah untuk mencintai dan menyayangi para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sesuai dengan kedudukan para sahabat tersebut dan kita selakyaknya untuk mendoakan mereka para sahabat dan orang-orang yang  mengikuti jejak mereka dan kita tidak berlebih-lebihan dalam mencintai salah satu diantara mereka, dan tidak berlepas diri dari salah satu dari mereka, dan kita meyakini bahwasanya mereka adalah generasi yang terbaik setelah para nabi dan Rosul, dan Ahlus Sunah Wal Jamaah  membenci siapa saja yang membenci para sahabat dan tidak membeda-bedakan apa yang mereka sebutkan dan kami tidak menyebutkan kepada para sahabat kecuali kebaikan dan merekalah orang-orang yang diridhoi oleh Allah dan mereka pun ridho kepada Allah. ( Abu Abdul Malik Al An Ashori,dkk)

Referensi / Maraji:

-Mutho’I sayyid khitob fi ashabi
-Kitab orang-orang yang mencela sahabat Rosululloh i , karya Abdul Aziz Muqbil Al Wad’i

By: seindahsunnah.com/ Apr 7, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 941 kali, 1 untuk hari ini)