Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan


… pemerintah Turki juga mengklaim mendapat informasi dari Menteri Agama di Indonesia, terkait aktivitas gulen di Universitas Islam Negeri (UIN) di Ciputat, Jaksel, dan meminta kegiatannya ditutup.

Jurnalpolitik.com – Kedutaan Besar Turki di Indonesia baru-baru ini merilis daftar sekolah-sekolah di Indonesia yang dianggap berkaitan dengan organisasi ulama Fethullah Gulen. Mereka meminta dilakukan penutupan, sebagaimana  yang sudah dilakukan di negara lain.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Rabu (28/7/2016), Kedutaan Turki menyebut situasi di Turki setelah upaya kudeta semakin membaik. Namun saat ini sedang diberlakukan situasi darurat dari tanggal 21 Juli lalu. Kondisi ini diklaim tak akan mengganggu hak-hak mendasar dan kebebasan warga. Sebaliknya, pemerintah Turki melakukan sejumlah upaya untuk melindungi hak dan kebebasan warga.

Selain itu, pemerintah Turki saat ini sedang melakukan upaya-upaya yang perlu untuk menghukum sebagian orang yang terlibat kudeta. Mereka kembali menuding Fethullah Gulen sebagai aktor intelektual kudeta tersebut. Gulen yang berada di Amerika Serikat sudah membantahnya.

Nah, pemerintah Turki juga menyoroti pengaruh Gulen di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Salah satu yang dipersoalkan adalah sekolah-sekolah yang dipayungi oleh PASİAD.

Kedutaan juga merilis nama-nama sekolah tersebut sebagai berikut:

1) Pribadi Bilingual Boarding School, Depok
2) Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung
3) Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan
4) Semesta Bilingual Boarding School, Semarang
5) Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Jogjakarta
6) Sragen Bilingual Boarding School, Sragen
7) Fatih Boy’s School, Aceh
8) Fatih Girl’s School, Aceh
9) Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan

Gulen

Gulen di AS (Foto: Reuters/Selahattin Sevi/Zaman Daily via Cihan News Agency)


Selain itu, pemerintah Turki juga mengklaim mendapat informasi dari Menteri Agama di Indonesia, terkait aktivitas gulen di Universitas Islam Negeri (UIN) di Ciputat, Jaksel, dan meminta kegiatannya ditutup.

Kedutaan Turki kemudian menyebut, negara-negara lain sudah menutup aktivitas yang berhubungan dengan FETO. Contohnya, Yordania, Azerbaijan, Somalia dan Niger. Kedutaan Turki berharap Indonesia melakukan hal yang sama.

“Sebagai partner strategis, kami berharap dan mengandalkan dukungan dari Indonesia dalam perang melawan FETO sebagai organisasi teroris,” demikian lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Turki memang gencar membersihkan segala sesuatu yang berkaitan Gulen. Guardian melaporkan, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan keputusan untuk menutup 1.043 sekolah, 1.229 yayasan, 35 institusi medis, 19 perkumpulan dan 15 universitas. Aset-aset mereka dibekukan.

Belum ada tanggapan dari pemerintah Indonesia termasuk Menag Lukman Hakim Saifuddin terkait hal ini. Pihak yayasan dari sekolah-sekolah tersebut juga belum memberikan tanggapan. detikcom masih berusaha mendapatkan konfirmasi.

Sumber: jurnalpolitik.com/ Diterbitkan 1 Hari lalu

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.504 kali, 1 untuk hari ini)