Foto: Kedutaan Arab Saudi di Iran dibakar. Setelah keputusan Arab Saudi mengeksekusi 47 tahanan dan diantaranya adalah pendeta Syi’ah ternama yaitu Nimr Al-Nimr, aksi unjuk rasa disertai pengrusakan dan pembakaran dari pengikut agama Syi’ah terjadi./ foto ist duniatimteng.com

RIYADH,  – Arab Saudi mengatakan pada hari Ahad telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran atas respon penyerbuan kedutaan Saudi di Teheran, dalam krisis diplomatik yang memburuk sebagai kelanjutan  eksekusi kerajaan Saudi terhadap seorang pendeta agama Syiah,  Nimr al-Nimr .

Menteri Luar Negeri Saudi , Adel al-Jubeir mengatakan saat  konferensi pers , Riyadh tidak akan membiarkan Republik Agama Syiah  merusak keamanan kerajaan sebuah negeri Sunni.

Demonstran Syiah Iran menyerbu kedutaan Saudi di Teheran pada  hari Minggu dan respon pemimpin  Syiah  Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memprediksikan akan ada “pembalasan ilahi” atas eksekusi  Nimr al-Nimr.

Jubeir mengatakan serangan di Teheran ini sejalan dengan  serangan Iran sebelumnya pada kedutaan asing di sana dan dengan kebijakan Iran mendestabilisasi wilayah teluk dengan menciptakan “sel teroris” di Arab Saudi.

“Kerajaan, mengingat realitas ini, mengumumkan pemutusan  hubungan diplomatik dengan Iran dan meminta kepergian delegasi diplomatik Saudi  dari kedutaan dan konsulat ataupun  kantor yang berhubungan dengan itu dalam waktu 48 jam. Duta besar telah dipanggil untuk memberitahu mereka, “katanya. (Dz/Lir) /eramuslim

***

Kedutaan Dibakar, Arab Saudi Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran!

Arab Saudi telah mengumumkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah serangan Sabtu di kedutaannya di Teheran selama protes terhadap eksekusi (seorang pendeta agama Syiah)  oleh kerajaan, Al-Jazeera melaporkan (3/01/2016).

Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, membuat pengumuman pada hari Minggu. Kementerian Luar Negeri mengatakan pihaknya meminta misi diplomatik Iran untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam.

Kementerian luar negeri Arab juga mengumumkan bahwa staf misi diplomatik telah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan kembali ke kerajaan.

Kemudian laporan mengatakan pesawat yang membawa staf kedutaan Saudi telah mendarat di Dubai di UAE.

Pada konferensi pers hari Minggu di Riyadh, Jubeir, kata wakil diplomatik Saudi telah meminta bantuan dari kementerian luar negeri Iran ketika bangunan itu menyerbu, tetapi permintaan diabaikan tiga kali.

Dia menuduh pemerintah Iran terlibat dalam serangan itu, mengatakan bahwa dokumen dan komputer diambil dari gedung kedutaan.

Katanya Iran memiliki sejarah “melanggar misi diplomatik”, mengutip serangan terhadap kedutaan besar AS di Teheran pada tahun 1979 dan kedutaan Inggris pada 2011.

“Ini agresi yang sedang berlangsung terhadap misi diplomatik dan merupakan pelanggaran semua perjanjian dan konvensi internasional,” katanya.

Tindakan Iran

Sebelumnya pada hari Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani memerintahkan penangkapan dan penuntutan individu yang terlibat dalam serangan kedutaan,  juga mengutuk eksekusi Nimr.

Ditanya pada konferensi pers apa langkah-langkah lain Saudi akan mengambil terhadap Iran, Jubeir mengatakan “kita akan menyeberangi jembatan masing-masing ketika kita akan sampai ke sana”.

“Kami bertekad untuk tidak membiarkan Iran untuk melemahkan keamanan kami,” katanya.

Ellie Geranmayeh, seorang ahli Iran di Dewan Eropa bidang Hubungan Luar Negeri, mengatakan keputusan Saudi adalah cenderung memiliki dampak bagi wilayah tersebut, khususnya mengenai negosiasi Suriah.

“Negara-negara Barat harus meningkatkan upaya untuk menjaga proses ini dan mendorong Saudi dan Iran untuk melanjutkan partisipasi mereka dalam pembicaraan damai Suriah,” katanya kepada Al Jazeera dari London.

“Peristiwa ini sangat dibutuhkan pemulihan hubungan antara Teheran dan Riyadh, dan menyebabkan masalah lebih lanjut untuk wilayah yang sudah rapuh.”

by: Muhammad Zulifan, duniatimteng.com  04 January 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.276 kali, 1 untuk hari ini)