JAKARTA (voa-islam.com) “Ahok bertekad menumpas habis para penentangnya, terutama yang mengobarkan masalah agama, ras, dan suku. Menurut Ahok itu adalah melanggar hukum. Ahok sudah menyewa ratusan lawyer. Para lawyer Ahok, akan menggugat pendemo yang dinilai rasis,” ujar seorang pendukung Ahok, Selasa, 30/9/2014.

“Sekarang Ahok mengganyang PKL liar, para pengemis dan gelandangan, serta penyerobot lahan pemprov. Mereka itu adalah ‘Sampah kota Metropolitan’, harus dihabisi, dan tak lagi boleh bersisa. Jakarta tidak boleh ada PKL liar, pengemis, dan gelandangan, serta penyerobot lahan pemprov,” tukasnya.

Ahok akan menjadikan DKI Jakarta seperti Singapura. Kaum pribumi Betawi, dan Muslim, harus digusur digantikan orang-orang Cina, yang sekarang sudah mengepung Jakarta dengan membentuk ‘enclave-enclave’ (kantong-kantong) di Jakarta Utara, Barat, dan Pusat. Perlahan para ‘gembel’ itu akan habis dalam waktu 15 tahun ke depan.

Dengan pajak tanah, rumah dan bangunan, yang naik berlipat-lipat, maka orang-orang pribumi, Betawi dan Muslim, yang tidak memiliki pekerjaaan, mereka tidak akan mempu membayar pajak dan bertahan hidup di Jakarta.

Kemudian, tanah, rumah dan bangunan mereka akan jatuh ke tangan Cina. Seperti Kuningan, Pasar Baru, Kota, Pantai Indah Kapok, Tangerang, dan lainnya. Sekarang penghuninya mayoritas orang-orang Cina.

“Bagaimana tidak? Jakarta akan menjadi Singapura. Lima bank Nasional terbesar mendukung dan membiayai pengusaha properti (perumahan), seperti kelompok Agung Podomoro, Agung Sedayu, Lippo, Ciputra, dan lainnya yang sekarang menjadi pengusaha properti nasional.

Kemudian menggusur kawasan pribumi, dan menggantikan sebagai ‘enclave’ Pecinan.” ungkap seorang narasumber Voa-Islam.com.

Sekarang Ahok mengancam mengancam bagi ormas atau warga Jakarta yang tidak taat pada peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Jakarta akan diusir dari Jakarta. Yang melanggar juga akan diproses secara hukum yang berlaku.

Ahok akan menggunakan aparat keamanan menghadapi kelompok-kelompok masyarakat yang menggugatnya, seperti FPI dan FBR. Ini merupakan politik adu-domba antara kekuatan-kekuatan pribumi yang menentang Ahok. Seperti bentrok yang terjadi di Tanah Abang antara pedagang kambing dengan Satpol PP.

Ahok sudah bilang dia itu tidak takut, dia itu juga preman, siap mati. Mati adalah keuntungan buat Ahok, tambahnya. Maka, sambutlah tantangan Ahok dengan kesungguhan. Kalau tidak akan diperbudak Ahok dan kelompok Cina.

Sejatinya, kalau soal korupsi oleh pejabat Muslim, tidak ada sekuku hitamnya, dibandingkan dengan yang dirampok para ‘bandit’ Cina.

Bayangkan, kakak beradik Edi Tanzil dan Hendra Raharja, berapa triliun yang dirampok? Syamsul Nursalim berapa triliun? Belum lagi pengemplang BLBI, sebagian besar pengusaha Cina, yang jumlahnya Rp 650 triliun. Mereka hidup di Singapura, dan dilindungi pemerintah Singapura.

“Jadi mereka yang berkaok-kaok tentang pejabat Muslim korup, itu mulutnya busuk, sejatinya raja ‘bandit’ adalah para pengusaha keturunan Cina. Para penyogok dan penyuap, semuanya keturunan Cina”, ujar seorang aktifis Muslim di Jakarta.

Berbagai kasus korupsi semuanya adalah pelakunya pengusaha Cina. Mereka yang menyebabkan lahirnya budaya sogok dan suap yang menghancurkan Indonesia. Bagaimana menurut Anda? [jj/dbs/voa-islam.com] 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.947 kali, 1 untuk hari ini)