Dunia pendidikan memang sedang menjadi berita paling trends di bulan desember ini khususnya mengenai masalah kurikulum 2013. Pada tanggal 5 desember 2014 pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 seperti yang disampaikan Menteri pendidikan dan kebudayaan bapak Anies Rasyid Baswedan. beliau mengatakan, implementasi kurikulum 2013 ini harus dilakukan secara bertahap dan disempurnakan lagi agar nantinya bisa dikembangkan dengan baik di sekolah-sekolah.

Semenjak kurikulum 2013 dihapuskan banyak berita ngawur beredar di Internet melalui media sosial dan website. Salah satunya di Facebook. Seorang member grup facebook memposting sebuah gambar disalah satu forum persatuan guru republik indonesia. Gambar tersebut tidak lain adalah keranda mayat yang bertuliskan “rest In Peace Kurikulum 2013
lalu apa artinya foto tersebut ? apakah menyatakan bahwa guru-guru ingin kurikulum 2013 dihapus secara permanen dari dunia pendidikan ? Saya juga tidak begitu memahami, namun anda bisa membaca tanggapan pendidik dan tenaga pendidikan ketika mengomentari gambar tersebut.

kurikulum 2013b

Foto Tanggapan para guru-guru mengomentari foto keranda kurikulum 2013

Demikianlah informasi pendidikan singkat ini, Anda bisa menyampaikan saran dan kritik yang berhubungan dengan topik diatas. Sekian dan terima kasih

http://infopendidikanterbaruku.blogspot.com, 06 December 2014

***

Kurikulum 2013 Dibatalkan Menteri Anis Baswedan, Kembali ke Kurikulum 2006

by Fitra Firdaus

December 6, 2014

 

Kurikulum 2013 dibatalkan oleh Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. Keputusan ini berlaku mulai semester genap 2014/2015. Dengan demikian, sistem pendidikan nasional akan kembali menggunakan Kurikulum 2006.

Keputusan ini disampaikan oleh Anies Baswedan dalam konferensi pers pada Jumat (5/12). Anies menyebutkan malam itu juga pihaknya akan mengirimkan surat keputusan kepada sekolah-sekolah yang ada. Disampaikan Anies, nantinya akan ada perbedaan perlakuan terhadap sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester, dan yang belum.

Terdapat 201.779 sekolah yang hingga kini baru menerapkan Kurikulum 2013 kurang dari tiga semester. Sekolah-sekolah ini akan kembali menggunakan Kurikulum 2006.

Adapun tentang buku-buku yang telah mengacu pada kurikulum terbaru, Anies mengungkapkan, “Buku-bukunya silakan dicetak dan diterima. Namun untuk sementara tidak digunakan sampai kepala sekolah dan gurunya siap.”

Adapun 6.221 sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 selama tiga semester diperlakukan berbeda. Pihak sekolah bisa terus melanjutkan penggunaan kurikulum tersebut. Namun, jika nantinya keberatan atau merasa belum siap menerapkan kurikulum tersebut, pihak sekolah bisa melapor ke kementerian.

Anies Baswedan mengaku, keputusan ini diambil karena Kurikulum 2013 perlu dievaluasi. Terdapat masalah dalam hal kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, serta pendampingan guru dan kepala sekolah yang belum merata. Khusus sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 sejak Juli 2013 dan melanjutkan kurikulum tersebut, maka sekolah tersebut akan menjadi sekolah percontohan.

“Sekolah-sekolah itu diminta mempersiapkan diri untuk menjalani bimbingan dan panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Anies kepada Tempo.

Foto: fiskal.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.585 kali, 1 untuk hari ini)