Tempat hiburan malam Social Kitchen (Panjimas)


Kejadian di Solo di mana aktivis Laskar Umar Islam Surakarta (LUIS) ditangkap aparat kepolisian bukan karena sweeping terhadap atribut natal.

Aktivis Luis mendatangi tempat hiburan malam Sosial Kitchen karena di dalamnya ada tarian telanjang, minuman keras dan menyalahi ijin dalam kegiatan bisnisya.

Dikutip dari panjimas, Humas LUIS Endro Sudarsono mengatakan, warga sekitar terganggu akan aktivitas pengunjung Social Kitchen. Mulai dari gangguan musik yang sangat keras juga jam operasional yang melebihi aturan pemerintah kota.

Social Kitchen merupakan tempat favorit bagi warga Solo yang ingin pesta miras. Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya 50 ribu dan mendapatkan satu botol miras. Selain itu pengunjung juga diberi suguhan musik yang sangat keras yang dimainkan oleh seorang Disc Jockey.

Jika ingin tambah minuman pengunjung tinggal mengambil minuman yang sudah diletakkan di sudut ruangan. Lanyaknya mengambil air putih dari dispenser. Atau pesen di meja bartender untuk ramuan miras yang lebih mahal.

Dengan suguhan tata lampu yang canggih dan dentuman musik yang sangat cadas para pengunjung pun bebas untuk berbuat mesum dikarenkan ruangan diskotik (lounge) tersbut cukup gelap.

Usai memperolah barang bukti berupa miras merk mahal Endro Sudarsono kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Selang bebeberapa waktu polisi datang dan mengamankan sejumlah barang bukti dan mengamankan pengunjung.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 902 kali, 1 untuk hari ini)