Rabu, 19 Desember 2012

anand_836423742JAKARTA, TRIBUN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menetapkan Anand Krishna sebagai buron. Penetapan ini dilakukan setelah terpidana  kasus pelecehan seksual itu tidak menanggapi panggilan Kejari Jaksel selaku eksekutor.

“Kita tetapkan dia sebagai buron dan masuk DPO (daftar pencarian orang) sejak awal Desember karena tidak tanggapi tiga kali panggilan,” kata Masyhudi, Kepala Kejari Jaksel, Rabu (19/12/2012).

Surat panggilan eksekusi dikeluarkan Kejari menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung yang memvonis hukuman penjara selama 2,5 tahun penjara dalam kasus pelecehan seksual terhadap korban Tara Pradipta Laksmi.

“Surat panggilan dikirim ke alamat Anand di Sunter, Jakarta Utara,” terang Masyhudi.

Namun, Anand diketahui bermukim di Bali. Untuk itu, Kejari telah melakukan koordinasi dengan Polda Bali untuk melakukan penjemputan paksa atas pria bernama asli Krishna Kumar Tolaram Gangtani.

Sebelumnya, majelis hakim agung yang terdiri dari Ketua Zaharuddin Utama serta dua anggota hakim agung, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul, dalam putusan kasasi menilai Anand terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap Tara. Sebagaimana diatur dalam Pasal 294 ayat ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP, Anand kemudian divonis hukuman penjara selama 2,5 tahun. Putusan kasasi ini sekaligus membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membebaskan Anand dari dakwaan tersebut.

Editor : dia

Sumber : Kompas

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.372 kali, 1 untuk hari ini)