.

 

TANGERANG (VOA-ISLAM.COM) – Panti Asuhan Samuel di Sektor 6 Cluster Michelia, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai protes dari tetangga soal pengawasan dan pengelolaan panti itu. Panti ini ternyata juga tak mengantongi izin dari pihak Rukun Tetangga maupun Rukun Warga untuk operasional panti asuhan di dalam kompleks tersebut.

“(Panti Asuhan Samuel) itu di sini sudah dua mingguan. Saya tahunya dari laporan satpam yang keliling, enggak ada laporan,” tutur Ketua RW 04 AR Windijatmoko kepada Kompas.com, Senin (24/2/2014). Dia pun mengatakan bahwa tak ada laporan ke RT.

Panti asuhan ini berdiri sejak 15 November 2000 ini, diduga telah melakukan penganiayaan kepada sejumlah bayi dan anak-anak didik yang berada di panti tersebut.. menurut keterangan dari website resmi panti ini www.pantiasuhansamuel.com ada 41 orang, Bayi dan Anak yang terdiri dari 12 perempuan, 29 laki-laki, dan 7 Orang pengasuh.

Parahnya panti asuhan kristen ini tidak sesuai dengan dogma ‘Kasih’ ala kristen, karena faktanya panti asuhan yang telah melakukan penganiayaan ini dibina oleh Pdt. MD. Wakkary,  Pdt. Benny Tatimu dan diurus oleh Chemy Watulingas, SH, M.Th (Ketua Pendiri), Yuni Winata, M.Th (Sekretaris), Debora Lidya (Bendahara). 4. Linda (Anggota). Rupanya adanya 2 pendeta dan para wakil tuhan itu tidak mencegah perbuatan keji yang mereka lakukan.

Akibat penganiayaan itu, dikabarkan ada 3 bayi yang tewas dan hampir semua anak pernah dianiaya”. Sebagaimana yang diberitakan di Tvone pada acara Apa Kabar Pagi hari ini, 25 Febuari 2014.

Detik.com mengabarkan, berbagai macam penyiksaan di alami oleh anak-anak Panti Asuhan Samuel. Pemilik panti asuhan yakni Samuel Watulingan dan Yuni Winata diduga melakukan penyiksaan terhadap 30 anak di panti tersebut.

Salah satu anak Panti Asuhan mengatakan kerap kali mendapatkan penyiksaan dari kedua pemilik Panti Asuhan dengan sering dipukul dengan gesper. Tidak hanya mengalami pemukulan, bocah berumur sembilan tahun ini juga pernah dikurung di dalam kandang anjing.

“Saya pernah dikurung di kandang anjing,” ujar salah satu anak Panti Asuhan Samuel di Kantor LBH Mawar Sharon, di Jalan Sunter Boulevard, Jakarta Utara, Senin (24/2/2014).

Dampak dari penyiksaan tersebut menimbulkan luka-luka seperti bekas pukulan, sabetan bahkan luka bekas gigitan. Tak hanya bekas luka, balita berusia 3 bulan diketahui tewas diduga karena siksaan pemilik panti asuhan.
Pihak kepolisian telah melakukan penggrebekan di Panti Asuhan Samuel, setelah mendapatkan laporan diduga adanya penganiayaan terhadap anak-anak di panti tersebut. 9 orang anak berhasil dievakuasi dalam penggerebekan tersebut. (alquin/rojul/voa-islam)

(nahimunkar.com)