ilustrasi

.

Tidak henti-hentinya Komunis Cina memusuhi Muslimin Uighur dengan aneka kekejaman dan dalih. Sejatinya kaum kafir itu hanyalah menyiksa Muslimin karena mereka beriman. Sebagaimana telah Allah firmankan:

{وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ } [البروج: 8]

8. dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS Al-Buruj/85:8).

Dalam sejarah di Indonesia pun Cina kafir menjadi antek penjajah Belanda kafir, bahkan kekejaman Cina kafir yang tergabung dalam Po An Tui melebihi kejamnya penjajah itu sendiri. Sampai-sampai pribumi (mayoritas Muslim) yang ditawan pun dibunuhi. Itulah kejahatan cina kafir di Indonesia terhadap penduduk (mayoritas Muslim). Lihat artikel Kejamnya Milisi Cina Indonesia ‘Po An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Itulah di antara bukti benarnya firman Allah tersebut. Dan berikut ini kasus kekejaman Komunis Cina di Tiongkk terhadap Muslim Uighur.

Inilah beritanya.

***

Rezim Komunis Cina Eksekusi 13 Muslim Uighur di Xinjiang

— Uighur, sebuah etnis Turki Muslim yang merupakan sekitar 45 persen dari penduduk Xinjiang, menuduh Cina melaksanakan kebijakan represif dengan melarang kegiatan keagamaan, komersial dan budaya mereka.

TIGA belas orang dieksekusi Senin kemarin (16/6/2014) di wilayah Otonomi daerah Xinjiang Uighur, timur laut Cina, dengan tuduhan mengorganisir kegiatan teroris, pembunuhan yang disengaja dan menghasut kerusuhan, menurut laporan kantor berita Cina Xinhua.

Laporan menyatakan bahwa ke-10 orang warga Uighur dituduh terlibat dalam tujuh kasus seperti serangan teroris dan pembunuhan pasukan keamanan, menyerang otoritas publik atau warga sipil serta merusak perdamaian.

Sementara itu, tiga orang lainnya dijatuhi hukuman mati di ibukota Xinjiang Urumqi pada hari Senin kemarin sehubungan dengan serangan teror di dekat Lapangan Tiananmen Beijing pada Oktober 2013.

Cina sendiri tidak mengumumkan kepada publik proses penuntutan terhadap kasus-kasus tersebut dan dugaan pelanggaran yang dilakukan para terdakwa.

Uighur, sebuah etnis Turki Muslim yang merupakan sekitar 45 persen dari penduduk Xinjiang, menuduh Cina melaksanakan kebijakan represif dengan melarang kegiatan keagamaan, komersial dan budaya mereka.

Sebuah kampanye anti-terorisme selama setahun – berfokus pada Xinjiang, rumah bagi kelompok etnis Uighur Muslim – diluncurkan oleh pemerintah pusat Cina pada 23 Mei lalu dan akan berlaku sampai Juni 2015.[fq/islampos/anadolu] Selasa 18 Syaaban 1435 / 17 Juni 2014 07:50

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 7.010 kali, 9 untuk hari ini)