• LBH PB SEMMI: Sebaiknya, Presiden Jokowi Segera Pecat Menag Yaqut

     

  • Kasus Gonggongan Anjing dan Suara Azan Dilimpahkan ke Bareskrim, Refly Harun Buka-bukaan: Presiden Tunjuk Yaqut Jadi Menag Motifnya…

     

  • Kasus Menag Yaqut dinilai lebih parah daripada Menag Fachrul yang digantikannya, maka tuntutan agar Yaqut dicopot dari jabatannya (menteri agama) itu lebih layak lagi.

     

Silakan simak ini.

***

 

Kejengkelan Jokowi Pertanda Kuat akan Ada Reshuffle Kabinet dalam Waktu Dekat

 

Kejengkelan Presiden Joko Widodo terhadap para kepala daerah dan menteri terkait belanja impor yang masih tinggi dinilai sarat makna politik.

 

Kemungkinan besar, kemarahan presiden yang disampaikan di depan anak buahnya pertanda akan adanya perombakan kabinet atau reshuffle.

 

 

“Saya melihatnya kode atau peringatan akan ada reshuffle,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (26/3).

 

Hal itu bukan tanpa alasan. Bila melihat pengalaman, perombakan kabinet di era Presiden Jokowi selalu diawali dengan ketidakpuasan presiden atas kinerja menteri.

 

“Lihat saja pada reshuffle sebelumnya, Jokowi juga menyentil menteri-menterinya di rakapat kabinet,” imbuhnya.

 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meyakini akan terjadi reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

 

“Namun soal waktunya hanya Jokowi yang tahu,” tuturnya.

 

Menurut Ujang, barangkali Presiden Jokowi sedang cari waktu yang pas untuk melakukan reshuffle kabinet Indonesia Maju.

 

“Mungkin sebelum Ramadhan, atau di bulan Ramadhan, atau juga mungkin setelah lebaran,” tandasnya.

 

Sumber: RMOL

Gelora Media

26 Maret 2022

 

***

LBH PB SEMMI: Sebaiknya, Presiden Jokowi Segera Pecat Menag Yaqut

Direktur LBH PB SEMMI: Sebaiknya, Presiden Jokowi Segera Pecat Menag Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali disorot tajam terkait ucapannya yang diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Presiden Jokowi diminta turun tangan terkait ucapan Menag Yaqut yang berpotensi menimbulkan kegaduhan tersebut.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra menilai, ucapan Menag Yaqut tidak pantas.

“Ini pernyataan konyol dan tidak etis dari seorang Menteri Agama. Jadi, kami jelas tidak terima dengan perbandingan macam itu,” tegas Gurun Arisastra kepada GenPI.co dari Jakarta, Kamis (24/2).

Gurun Arisastra menjelaskan ucapan Menag Yaqut sangat berlawanan dengan posisinya sebagai menteri yang bisa berpotensi menghina.

Sebab, ucapan Menag Yaqut soal persamaan suara azan dengan gonggongan anjing bisa menyakiti umat Islam.

“Suara azan itu sakral dan kesucian bagi umat Islam. Jadi, jangan samakan atau contohkan dengan suatu yang haram. Itu aneh dan ada potensi menghina,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta Presiden Jokowi untuk turun tangan menindaklanjuti polemik yang ditimbulkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

 

Menurut Gurun Arisastra, Menag Yaqut sangat layak untuk dipecat dari posisinya, karena kerap melontarkan ucapan kontroversial.

“Sebaiknya, Presiden Jokowi segera pecat Menag Yaqut. Pernyataan Menag Yaqut sudah keterlaluan, lagi-lagi offside,” imbuhnya. (*)

/GenPI.co – 26 Februari 2022 03:45

 

***

Kasus Gonggongan Anjing dan Suara Azan Dilimpahkan ke Bareskrim, Refly Harun Buka-bukaan: Presiden Tunjuk Yaqut Jadi Menag Motifnya…

 

Populis, Jakarta –

Polemik kebijakan penggunaan pengeras suara di Masjid dan Mushala yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) terus bergulir.

Hal ini makin diperparah saat ucapan Menteri Agama yakni Yaqut Cholil Qoumas dianggap mencontohkan suara azan yang “bersahut-sahutan” dengan suara gonggongan anjing. Mulai dari situ gelombang suara menolak terus digaungkan mulai lewat demonstrasi bahkan berujung laporan ke polisi.

Terkait kasus pelaporan Menag Yaqut ini, proses hukumnya masuk babak baru. Hal ini karena kasusnya dilimpahkan ke Barsekrim.

Hal ini dinyatakan oleh advokat Eggi Sudjana yang mengatakan bahwa laporan terkait dugaan penistaan agama terhadap Menag Yaqut Cholil Qoumas di Polda Riau telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

“Pemberitahuan bahwa laporan klien kami akan dilimpahkan untuk ditindak lanjuti oleh Bareskrim Mabes Polri,” kata Eggi kepada wartawan, dikutip dari laman CNNIndonesia Rabu (23/3/2022).

Terkait kasus ini, ahli hukum tata negara Refly Harun memberikan komentarnya. Refly menyoroti sosok Menag Yaqut sendiri yang menurutnya tidak mewakili sebagain kelompok umat islam.

“Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena Yaqut Cholil Qoumas tidak dipandang mewakili sebagian dari kelompk Islam di Indonesia ini,” ucap Refly dalam video di akun Youtubenya dikutip Rabu (23/3/22).

Refly pun menyebut nama Presiden Jokowi yang mana menurutnya mengangkat Yaqut menjadi Menag lebih kepada unsur politis saja.

“Jadi dari awal memang presiden Jokowi mengambill Menteri Agama yang sebearnya lebih besar muatan atau nuansa politiknya, agak kontoversial,” tambahnya.

Atas dasar itu, menurut Refly, menjadi sebuah konsekuensi apabila sosok Menag Yaqut terus-terusan diberikan catatan bahkan tentangan.

Hal ini lanjut Refly juga risiko ketika mengangkat seseorang yang tidak menyejukkan dan tidak bisa mengakomodir beberapa kelompok, Refly pun menyebut beberapa kelompok yang dimaksud.

Populis, Jakarta – Rabu, 23 Maret 2022, 16:36 WIB

***

Menag Yaqut dinilai lebih parah dari Menag Fachrul yang digantikannya

Bila kita tengok berita, Menteri Agama sebelumnya, Fachrul Razi, kasusnya tak separah menag Yaqut yang dinilai menistakan azan dianalogikan dengan suara gonggongan anjing. Namun ternyata Fachrul Razi dicopot, diganti Yaqut sebagai menag.

Menag yang sebelumnya, Fachrul Razi, hanya dikabarkan mau melarang cadar. Status cadar dibanding azan lebih menonjol azan, karena merupakan panggilan shalat 5 waktu sehari semalam. Apalagi disamakan dengan gonggongan anjing oleh Menag Yaqut. Makanya Umat Islam marah di mana-mana. (Walaupun Menag Yaqut tidak langsung mengatakan azan, namun menyebutnya suara toa masjid-masjid serempak bareng 5 kali sehari. Itu tidak lain maknanya adalah suara azan. Kenapa Yaqut membandingkannya dengan gonggongan anjing).

  • Jadi Umat menilai, tampaknya kasus Menag yang lalu Fachrul Razi tidak separah Menag Yaqut, namun Fachrul ternyata diganti. Oleh karena itu, kini di mana-mana muncul tuntutan: Tangkap dan penjarakan penista Agama: Yaqut, Saepudin (Saifuddin) Ibrahim dll
  • Menag Fachrul yang jelas-jelas pendukung Jokowi dan kasusnya tak separah Yaqut saja ternyata diganti, tidak jadi menteri agama lagi. Maka tuntutan dicopotnya Yaqut dari kursi jabatan Menteri Agama lebih layak lagi.

    (nahimunkar.org)