Syiahindonesia.com – Pimpinan Pusat Ikatan Jamaah Ahlul Bait (PP IJABI) sebagaimana yang dijelaskan Ketua Umum Tanfidziyah IJABI, Syamsuddin Baharuddin telah berhasil mengisi 1-10 Muharram dengan beragam kegiatan yang disebutnya rangkaian Asyura Husaini 1438 H.

Mirisnya, rangkaian kegiatan itu digunakan Syiah untuk mengelabui warga NU Cirebon dalam bentuk Istighatsah dan Asyura Muharram.

Puncak kegiatan Asyura dilaksanakan IJABI di kota Cirebon pada rabu (12/10) bekerjasama dengan FSMI. Beberapa ulama dan sesepuh NU di Cirebon, di antaranya KH Zaelani (Ponpes Buntet), KH Ibrahim Rozi (Syuriah NU), KH Jajuli (Ponpes Kaliwadas), KH Syamsuddin (Ponpes Plered), KH Nasiruddin (Ponpes Plered) dan KH Dr Nuruddin Siradj turut menghadiri acara yang sejatinya Syiah agendakan sebagai cover ritual sesat Asyura.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila, majelis diberkati dengan lantunan shalawat dan ma’tam Husaini. Ketua Dewan Syura IJABI, KH Jalaluddin Rakhmat dalam acara tersebut mulai tampil memberikan doktrin Syiah kepada hadirin dengan membacakan kisah kesabaran Sahabat Ali bin Abi Thalib. (nisyi/syiahindonesia.com)

Sumber: syiahindonesia.com/Jalaludin Rahmat

***

Ramai! NU Cirebon Dinilai Telah Menjual NU pada Syiah

by nahimunkar.com, Apr 20th, 2015

nu-cirebon

Disarankan agar para pengurus NU Cirebon kembali bertaubat dan membatalkan gelaran acara seminar nasional “Kontribusi Syiah Terhadap Islam Nusantara”. Pembelaan ISNU Cirebon terhadap Syiah, menurut Kiai Idrus Ramli,  bisa jadi terkait dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang berasal dari Cirebon. Namun terlepas dari seminar tersebut, menurut Kiai Idrus Ramli, selama ini Kiai Said Aqil selalu membela Syiah. ”Dalam kasus Sampang ketua umum kita Kiai Said Aqil membela Syiah,” katanya. Ditambahkan, Said Aqil menganggap bahwa Aswaja yang dikonsep Hadratussyaikh Hasyim Asyari, pendiri NU, tidak jamik-manik. Jadi Said Aqil merendahkan pemikiran Kiai Hasyim Asy’ari.

Begitu juga tentang tashawuf yang ditulis Said Aqil. Menurut Kiai Idrus Ramli, juga beraparadigma Syiah. ”Ibarat HP cashingnya Nokia, tapi software-nya China,” kata Kiai Idrus Ramli. Jadi, menurut dia, meski Kiai Said Aqil membahas masalah Aswaja, tapi paradigmanya tetap Syiah.

Said Aqil bukan hanya membela Syiah tapi semua pemikirannya berparadigma Syiah. Said Aqil merendahkan pemikian Kiai Hasyim Asy’ari.Said Aqil pernah menganggap Sahabat Utsman pikun. Selain itu, menurut Kiai Idrus Ramli, Kiai Said Aqil pernah menyatakan bahwa kiai-kiai NU bodoh dan tidak dapat hidayah hanya karena tidak mau mengakui Syiah.

Sementara itu mmncom mengutip nu.or.id memberitakan, Pada mulanya, PC. ISNU Cirebon merencanakan gedung Islamic Center Kota Cirebon sebagai tempat pelaksanaan diskusi (seminar nasional “Kontribusi Syiah Terhadap Islam Nusantara”, red nm), namun akibat terdapat pernyataan keberatan dari beberapa pihak, maka kegiatan ini pun belum diketahui secara pasti akan dilanjutkan atau dibatalkan.

Inilah beritanya.

CIREBON – Menanggapi rencana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon yang akan menggelar seminar nasional “Kontribusi Syiah Terhadap Islam Nusantara”, tokoh muda Nahdhatul Ulama, KH Muhammad Idrus Ramli memberikan kritikan keras kepada para pembuat acara tersebut.

“Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Cirebon telah menjual NU kepada Syiah yang telah disesatkan oleh para pendiri NU, Hadlratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan para masyayikh yang lain. Fitnah apa lagi ini?” ungkapnya melalui laman media sosial.

Pasalnya, Ustadz yang gigih mendakwahkan ke masyarakat akan bahasa kesesatan Syiah ini khawatir akan berkembangnya Syiah melalui tangan-tangan pengurus NU.

Dewan Pakar ASWAJA Center PWNU Jawa Timur itu berharap, agar para pengurus NU Cirebon kembali bertaubat dan membatalkan gelaran acara itu.

“Semoga Allah menyadarkan mereka dan kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah, bukan Syiah dan bukan Wahabi,” harapnya seperti dikutip dari situs fimadani, Selasa (14/04). [syahid/voa-islam.com](voa-islam.com) Rabu, 26 Jumadil Akhir 1436 H / 15 April 2015 08:15 wib.

***

Heran kenapa NU Cirebon memuji-muji kontribusi Syiah

Sore tadi, BANGSAONLINE.com mengkonfirmasi kepada Kiai Idrus Ramli lewat telepon soal statusnya di Facebook tersebut. BANGSAONLINE.com bertanya, kenapa mengganggap PCNU Cirebon “menjual” NU kepada Syiah, padahal yang mengadakan seminar itu kan ISNU, bukan PCNU? “ISNU itu kan di bawah naungan (struktur) PCNU seperti lembaga yang lain. Berarti PCNU Cirebon gak jalan,” jawab Kiai Idrus Ramli.

Ia mengaku heran kenapa NU Cirebon memuji-muji kontribusi Syiah dalam Islam Nusantara. Padahal kini NU sedang mendapat serangan Syiah, HTI, Wahabi dan sebagainya. Kenapa NU Cirebon justeru membela Syiah sebagai sekte yang punya kontribusi terhadap perkembangan Islam Nusantara.

Ia menyatakan, pembelaan ISNU Cirebon terhadap Syiah bisa jadi terkait dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang berasal dari Cirebon. Namun terlepas dari seminar tersebut, menurut Kiai Idrus Ramli, selama ini Kiai Said Aqil selalu membela Syiah. ”Dalam kasus Sampang ketua umum kita Kiai Said Aqil membela Syiah,” kata Kiai Idrus Ramli yang tadi malam mengaku berada di Batam.

Begitu juga dalam wawancara dengan Aula, majalah milik PWNU Jawa Timur. “Dalam salah satu wawancaranya di majalah Aula Kiai Said Aqil menyatakan bahwa perbedaan kita dengan Syiah hanya bersifat furuiyah (cabang),” tambahnya.

Padahal, tegas Kiai Idrus Ramli, perbedaan antara NU dan Syiah adalah perbedaan ushul (aqidah) dan sumber pengambilan hukum. ”Begitu juga secara ideologi, NU beda dengan Syiah,” kata Kiai Idrus Ramli. Menurut dia, secara ideologi Syiah mengacu kepada konsep Imamah. Nah, dari konsep Imamah inilah kemudian berbeda dengan NU dari semua segi.

”Menurut Syiah, setelah Nabi wafat yang berhak menggantikan adalah Sayyidina Ali. Itu berdasarkan nash yang mereka yakini. Kalau bukan Ali yang menggantikan Nabi, menurut nash Syiah, berarti ada kedzaliman. Jadi tiga khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman) yang jadi khalifah sebelum Ali, menurut Syiah, dzalim semua,” kata Kiai Idrus Ramli.

Menurut dia, dari konsep Imamah inilah akhirnya Syiah melecehkan tokoh-tokoh Islam yang jadi simbol Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. “Mereka mengkafirkan tokoh-tokoh Aswaja,” tegasnya.

Menurut dia, Said Aqil bukan hanya membela Syiah tapi semua pemikirannya berparadigma Syiah. Ia menyebut buku-buku yang ditulis Said Aqil, antara lain: Ahlussunnah Wal Jamaah dalam Lintas Sejarah. “Buku itu ditulis waktu Said Aqil baru pulang dari Timur Tengah,” katanya.

Dalam buku tersebut, tutur Kiai Idrus Ramli, Said Aqil menganggap bahwa Aswaja yang dikonsep Hadratussyaikh Hasyim Asyari, pendiri NU, tidak jamik-manik. Jadi Said Aqil merendahkan pemikian Kiai Hasyim Asy’ari.

Begitu juga tentang tashawuf yang ditulis Said Aqil. Menurut dia, juga beraparadigma Syiah. ”Ibarat HP cashingnya Nokia, tapi software-nya China,” kata Kiai Idrus Ramli. Jadi, menurut dia, meski Kiai Said Aqil membahas masalah Aswaja, tapi paradigmanya tetap Syiah.

Karena itu, dia berharap NU ke depan dipimpin oleh figur NU yang ber-ahlaqul karimah. Ia secara tegas menolak Kiai Said Aqil menjadi ketua umum PBNU kembali. Alasannya karena Kiai Said Aqil pernah menganggap Sahabat Utsman pikun. Selain itu, menurut dia, Kiai Said Aqil pernah menyatakan bahwa kiai-kiai NU bodoh dan tidak dapat hidayah hanya karena tidak mau mengakui Syiah. ”Itu ada videonya. Video itu tersebar di You tube,” katanya. (tim)bangsaonline.comRabu, 15 April 2015 23:38 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.852 kali, 1 untuk hari ini)