Istri almarhum Siyono, Suratmi, didampingi Tim Pembela Kemanusiaan mendatangi Polres Klaten, Ahad (15/05/2016)


Klaten (SI Online) – Istri Almarhum Siyono, Suratmi, didampingi dari Tim Pembela Kemanusiaan mendatangi Polres Klaten, Jawa Tengah, Ahad (15/05/2016). Kedatangan mereka untuk melaporkan tiga dugaan tindak pidana terkait kematian suami Suratmi, almarhum Siyono, di tangan Densus 88 Anti Teror.

Ketiga kasus tersebut adalah dugaan tindak pidana pembunuhan atau tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian yang diduga dilakukan oleh anggota Densus 88; dugaan tindak pidana menghalang-halangi penegakan  hukum dan autopsi terhadap jenazah Almarhum Siyono yang diduga dilakukan oleh Polwan yang menyerahkan dua bungkusan uang, serta tindak pidana pelanggaran kewajiban dokter terhadap pasien yang diduga dilaksanakan dokter Forensik, dr Arif Wahyono, SPF, DFM dengan membuat surat keterangan tertanggal 11 Maret 2016, yaitu Sertifikat Medis Penyebab Kematian yang tidak mengisi dengan benar formulir penyebab kematian Almarhum Siyono.

“Keluarga baru melaporkan dugaan tindak pidana pada hari ini adalah untuk dapat mempertimbangkan dengan baik dan seksama arah pertanggungjawaban pihak Kepolisian Republik Indonesia terhadap penanganan perkara ini,” ungkap Koordinator Tim Pembela Kemanusiaan, Trisno Raharjo dalam rilisnya yang diterima redaksi, Senin (16/05/2016).

Trisno menambahkan, sebelumnya pihaknya telah melaporakan berbagai dugaan tindak pidana terkait kematian Siyono kepada  Kapolri melalui surat tertanggal 18 April 2016.

Lewat surat tersebut, keluarga meminta penuntasan perkara Almarhum Siyono melalui jalur hukum pidana, tak cukup hanya lewat Komisi Etik Profesi Polri. “Surat tersebut sampai saat ini belum mendapatkan jawaban resmi dari pihak Kapolri,” ungkapnya.

Dia menambahkan Keluarga menghormati atas Putusan Komis Etik Profesi Polri namun tidak melihat adanya keadilan  dalam putusan Komisi Etik Profesi Polri tersebut.

Permohonan maaf yang hanya di sampaikan anggota Densus yang terlibat, AKBP Muhammad Tedjo K dan Ipda Handres Hariyo Pambudi, kepada keluarga besar Kepolisian, menunjukkan pihak Kepolisian lebih mengutamakan perlindungan bagi keluarga kepolisian.

(Baca: Dua Anggota Densus 88 Terkait Kematian Siyono Hanya Dijatuhi Sanksi Demosi)

red: abu faza (suara-islam.com) – Senin, 16/05/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 924 kali, 1 untuk hari ini)