.

 

  • Liberal, aneka kesesatan dan Syiah disuburkan, Islam dimatikan
  • Perjalanan perusakan Islam secara sistemik di Indoinesia

Sudah ada buku Ada Pemurtadan di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) karya Hartono Ahmad Jaiz. Kalau ditanya, IAIN mana, maka jawabnya ya di mana-mana. Sebagian IAIN kini diperluas menjadi UIN seperti di Jakarta, Bandung, Makassar dan lainnya.

Sudah sejak lama terutama sejak kurikulumnya diubah oleh Harun Nasution sekitar  1985-an IAIN se-Indonesia dari Ahlis Sunnah diubah jadi Mu’tazilah (satu aliran sesat) yang Harun Nasution sendiri tidak suka disebut Mu’tazilah tetapi rasionalis, karena orang Barat menyebutnya rasionalis, kata Harun Nasution waktu itu. Alasannya, karena kalau tetap berfaham ahlis sunnah maka tidak akan maju-maju, karena masih percaya kepada taqdir. Padahal taqdir atau qadha dan qadar adalah unsur pokok dalam rukun iman yang 6. Tetapi Harun Nasution sendiri memang tidak percaya kepada taqdir,walau akhirnya dia juga kena taqdir mati.

Rukun iman yang enam yaitu:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim no. 9)

Yang merancang kuriklum IAIN saja orang yang tidak percaya kepada rukun iman yang enam, padahal haditsnya shahih riwayat Imam Muslim, lantas betapa jauhnya dari Islam program dia yang dituangka dalam kurikulum perguruan tinggi Islam se-Indonesia.

Dalam perkembangannya, setelah kurikulum berubah jadi mu’tazilah yang menurut Harun Nasution sendiri para rektor yang tua-tua di Indonesia ini tidak setuju namun kalah pengaruh dengan Mukti Ali mantan menteri agama, maka kurikulum itu tetap diberlakukan di IAIN, STAIN, STAIS dan sebagainya, yang kini sebagian jadi UIN.

Perubahan kurikulum dari Ahlis Sunnah jadi aliran sesat Mu’tazilah itu masih pula disertai pengiriman dosen-dosen IAIN se-Indonesia untuk belajar Islam ke negeri-negeri Barat (kafir). Alasannya, untuk belajar metodologi, kata Menteri Agama Munawir Sjadzali yang menjabat menteri agama sampai dua periode, 1983-1993. Selama 10 tahun itu, pengiriman dosen-dosen IAIN se-Indonesia sangat digencarkan untuk belajar Islam ke Barat. Padahal kalau dianalogikan, itu sama dengan orang Islam dikirim untuk belajar metode menyembelih sapi yang benar, namun dikirim untuk belajar ke pabrik pengolahan babi. Na’udzubillahi min dzalik!

Sepulangnya mereka dari negeri-negeri Barat ditambah dengan murid-murid Harun Nasution sendiri yang di dalam negeri menjadikan ramainya Indonesia dengan pendapat aneh-aneh.

Ada yang bilang bahwa Iblis akan masuk surga dan surganya tertinggi karena tauhidnya murni tidak mau sujud kepada Adam. (Itu adalah kedustaan besar, karena justru Iblis itu membangkang dan takabbur. Iblis adalah dedengkot kafir, sedang yang kafir itu haram masuk surga, bahkan kekal di neraka Jahannam). Itu diucapkan oleh alumni Chicago Amerika 1985-an, dan mengucapkannya itu  tahun 1987-an, di Pengajian Paramida Jakarta yang dia (Nurcholish Madjid) dirikan . Kini perguruan tinggi Paramadina itu di samping dikenal liberal masih pula dosen dari syiah pun bercokol di sana.

Pernyataan Nurcholish Madjid itu jelas bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang Iblis dan orang kafir kekal di neraka sudah jelas sebagai berikut:

{قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84) لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ} [ص: 84، 85]

84. Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran Itulah yang Ku-katakan”.

85. Sesungguhnya aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (QS Shaad/38: 84, 85).

أيسر التفاسير لأسعد حومد (ص: 3934، بترقيم الشاملة آليا)

( 85 ) – لَقَدْ أَقْسَمَ اللهُ تَعَالَى عَلَى أَنَّهُ سَيَمْلأُ جَهَنَّمَ مِنْ إِبْلِيسَ وَذُرِّيتِهِ ، وَمِمَّنْ يَتَّبعُ غَوَايَةَ الشَّيْطَانِ وَحَبَائِلَهُ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ ، فَيُضِلُّهُ الشَّيْطَانُ عَنْ طَرِيقِ اللهِ القَوِيمِ .

Sungguh Allah Ta’ala telah bersumpah bahwasanya akan memenuhi Jahannam dengan Iblis dan keturunannya, dan mereka yang mengikuti godaan dan perangkap syetan dari keturunan Adam, maka Syetan menyesatkannya dari jalan Allah yang lurus. (Aisarut Tafasir oleh Humad dalam menjelaskan QS Shaad/38: 85).

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُوماً مَدْحُوراً لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari Surga itu sebagai makhluk terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raf: 18)

وَالَّذِينَ كَفَرواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُولَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (al baqarah 39)

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡہَآ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (al a’raf 36)

Yang nyeleneh lain lagi, ada yang menghalalkan wanita muslimah dinikahi lelaki non Muslim, bahkan dia (murid Harun Nasution, bernama Zainun Kamal) seolah menjadi “penghulu swasta” (?) pernikahan haram semacam itu. Haramnya sudah jelas dalam QS 60:10. Namun dosen di UIN Jakarta itu malah sekarang nangkring jadi dekan fakultas Ushuluddin/ Akidah Filsafat. Hingga di masyarakat diplesetkan orang dengan uculuddin (agamanya ucul alias lepas). Mestinya orang semacam itu kan ditindak tegas karena telah menghalalkan yang haram, tetapi di UIN Jakarta malah diangkat jadi dekan, ketua fakultas.

Ada yang menulis lafal Allah lalu diinjak pakai sepatu, itu di IAIN Surabaya. Ada yang menulis lafal Allah di papan tulis, lalu dilap/ dihapus pakai sepatu. Pokoknya aneh-aneh lah. Itu dapat dibaca di buku-buku Hartono Ahmad Jaiz, di antaranya  Bahaya JIL dan FLA, atau Mengungkap Kebatilan KyaiL iberal Cs, Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Umat Islam, Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, dan lainnya.

Rupanya kesesatan di UIN, IAIN, STAIN dan semacamnya sekarang ditambah lagi dengan aliran sesat yang sangat berbahaya yakni Syiah semakin menjadi-jadi. Hingga ketika fp nahimunkar.com memuat satu judul tentang syiah yang mengutuk para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam setiap habis shalat, maka muncul keluhan tentang belajar di UIN. Tulisan di fp nahimunkar.com sebagai berikut:


NahiMunkar.com

11 jam yang lalu

Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhum setiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/224)

Masih adakah yang meyakini kalau syi’ah itu bagian dari islam?

Rapatkan Barisan, Perangi dan Tolak Syi’ah dari Indonesia

(Nahimunkar.com)

Langsung ada komentar-komentar, diantaranya menyangkut pengalaman belajar di UIN, lantas disahut oleh para pembaca yang lain. Inilah komentar yang dimaksud.

Riza Aditya HATI – HATI BAGI YANG AKAN KULIAH DI UIN
dari status Fulanah Binti Fulan

Ana kuliah di uin cuma 2 tahun smpe semester 4, tapi kebobrokannya udh kelihatan nyata.
Waktu semester 1, mahasiswa2nya masih pada polos2 dan lugu2..benih yg bagus buat dijadikan anggota liberalisme, jd dosennya juga org2 liberal senior,mulai dr abd muqhsith al ghozali sampe komaruddin …

Ada yg aneh saat masuk uin, kami diajarkan mengedepankan logika..
Apalagi jurusan ana,jurusan filsafat..kata dosennya ” sebelum memulai kuliah ini, kalian harus meninggalkan agama kalian”
Gila aja,kita disuruh murtad dulu..

Belum lagi ketika mata kuliah tafsir , dosennya bawa kitab bible..

Teman2 ana yg dulu lugu, baru setahun udah pada belagu..
Ada yg bilang ” saya orang pertama yg mengakui nurkholishmajid sbg nabi”
Ada juga yg ngomong ” ternyata selama ini saya belum beragama”
Bahkan ada yg sok ngaku sebagai nabi..
Ada yg tiap hari minggu ke gereja, ada yg beribadah seperti cara kafir nasrani..
Gila semuanya!

Selain liberalisme, di uin juga ada Iranian Corner, itu buat mahasiswa yg pengen tau tentang ajaran syiah.
Wktu semester 2 ada mata kuliah ushul fiqh, dan dosennya adalah orang syiah, kami memang belajar ushul fiqh ,tapi lebih banyak belajar fiqih syiah, disitu para mahasiswa diajarkan bagaimana ber wudhu ala syiah dan sholat 3 waktu.
” apaan tuh wudhu sunni, aneh , kalo wudhu syiah begini….”
” kalian itu mahasiswa , sholat 5 waktu repot, waktunya mepet2″
” daripada kalian zina, mending nikah(mut’ah)

Pernah suatu hari setelah jam kuliah selesai,ana dipanggil ama dosen syiah itu secara pribadi, kata dia” saya senang melihat kamu menutup aurat begini,kamu masuk aliran mana….bagaimana kalau kamu mempelajari tentang syiah,sekedar menambah ilmu aja,kalo mau nanti saya kasih linknya….setelah itu,tiba dia bilang “saya ini lagi.cari istri kedua,sambil ngelirik ana( haah ..ente udh bau tanah gitu..syiah lagi…jgn2 ane mau di mut’ah lagi)
“Maaf pak, saya ga niat kajian di syiah,krn yg saya tau,syiah itu sesat..”
Ana segera pamit..

Dan bagi kalian dgn ciri2 “teroris” , siap2 aja di cela, di pojokkan dan di intimidasi..

Suka · Balas · 39 · 11 jam yang lalu

Hidayat M Akbar uin itu dimana mba??

Suka · 1 · 10 jam yang lalu

Ahmad Mufuh banyak di indonesia UIN

Suka · 10 jam yang lalu

Siliwangi Kiansantang UIN itu pakultas apa ya?

Suka · 10 jam yang lalu

Al Mahrus hati hati dg syiah kalau dia sudah kuat ,orang” islam sunni bisa di habisi

Suka · 1 · 9 jam yang lalu

Eka Suci Lestari UIN= Universitas Ingkar Nabi

Suka · 2 · 9 jam yang lalu

Yonky Aryawan harus ada reformasi urusan akidah di UIN..pecat dan usir terutama para dosennya yg berbau syiah dan jil..merusak generasi muda islam

Suka · 2 · 8 jam yang lalu

Canduong Labu Al-khattab hanya di indonesia universitas islamnya hancur disusupi oleh JIL dan atheis dan syiah,,,!!! tanya kenapa …?

Suka · 2 · 7 jam yang lalu

Nodiey Nodi Nodie Iya betul, itu UIN Syarief Hidayatullah memang sudah total Liberalis & Syiah, kampusnya di wilayah Ciputat gk jauh dari rumah ana, mengajarkan kesesatan gk usah pake label Islam apa UIN takut gk lakuu….!!!!

Suka · 4 · 5 jam yang lalu · Telah disunting

Gilar Mulyono Pilih kampus lain aja kali lah ya pada, daripada iman tergadai kuliah di uin..

Suka · 59 menit yang lalu

Faizal Sultan Isma Hehehehe…Dr thn 1996-1998 an udah tridentifikasi kok..wkt itu ana brharap ada nuansa Religius yg dibawa Mahsiswa2 pergerakan dr UIN tp trnyata????justru dulu mreka sdh Khatam Das Kapital (Karl Marx),MADILOG,dan kitab2 Filsafat ketimbang Shahih Bukhari..Wallahi ini testimoni ana wkt msh aktif di gerakan Kiri..

Suka · sekitar sejam yang lalu

Demikianlah, perusakan Islam di Indonesia memang diprogramkan secara sistemik lewat pendidikan tinggi Islam dan lainnya, atas biaya dari Umat Islam. Itu sebenarnya lebih sadis dibanding isteri durhaka, menggugat cerai suami dengan memorot duit suami. Semoga Umat Islam faham! Dan semoga Allah ta’ala melindungi Umat Islam dari godaan syetan yang kini antek-anteknya bergelar Doktor bahkan professor dan duduk di perguruan-perguruan tinggi Islam serta lembaga-lembaga dan Ormas Islam. Hingga jabatan ketua Umum MUI pun diduduki oleh Din Syamsuddin yang “kekasih” Yahudi. Lihat artikel Musibah, Din Syamsuddin “Kekasih” Yahudi Terpilih untuk Ketua Umum MUI – See more at: https://www.nahimunkar.org/#sthash.e21CJZ39.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 16.605 kali, 2 untuk hari ini)