Kemarin Umat Islam Sedunia Berhari Raya Idul Adha, China Komunis Tenggelam dalam Banjir Terparah dalam 1000 Tahun, dan Kini Dilanda Khawatir Datang Topan In-Fa

  • Usai Banjir Besar, China Bersiap Hadapi Topan In-Fa

     

Silakan simak ini.

***

Hujan Terparah dalam Seribu Tahun Picu Banjir China, 100 Ribu Warga Mengungsi

Hari Ini-Banjir China Semakin Mengerikan Zhenghua 20 Juli 2021 – YouTube

HENAN – Sebagian besar wilayah provinsi Henan, China bagian tengah, terendam banjir pada Rabu (21/7). Ibu kota provinsi Zhengzhou paling parah terkena dampak hujan paling lebat dalam 1.000 tahun tersebut.

Di kota Zhengzhou dengan lebih dari 12 juta jiwa di tepi Sungai Kuning itu terdapat 12 orang tewas akibat banjir.

“Sekitar 100.000 orang telah dievakuasi ke zona aman,” ungkap pejabat pemerintah, dilansir kantor berita resmi Xinhua.

Baca juga: Bendungan Terancam Jebol karena Banjir di China, 20.000 Tentara Dikerahkan 

Kehidupan jutaan orang di Henan telah berubah sejak akhir pekan di musim hujan yang luar biasa derat itu. Sejumlah sungai meluap di lembah Sungai Kuning yang luas.

Baca juga: Viral, Penumpang Kereta Bawah Tanah China Terjebak Banjir di Henan 

Banyak layanan kereta di Henan, pusat logistik utama di China tengah, telah ditangguhkan. Banyak jalan raya juga ditutup dan penerbangan ditunda atau dibatalkan.

Jalan di belasan kota berpenduduk padat itu terendam banjir. Video di media sosial menunjukkan penduduk, tangan mereka saling bertautan, mengarungi jalan di air yang bergerak cepat. 

Satu video menunjukkan satu orang dewasa dan seorang anak hanyut di jalan utama yang terhalang mobil-mobil yang setengah terendam banjir.

Dari Sabtu malam hingga Selasa malam, curah hujan 617,1 milimeter (mm) telah membasahi Zhengzhou atau hampir setara dengan rata-rata curah hujan tahunan di kota itu sebesar 640,8 mm.

Tingkat curah hujan di Zhengzhou yang dialami selama tiga hari hanya terlihat “sekali dalam seribu tahun”, menurut para ahli meteorologi.

Video dramatis yang dibagikan di media sosial pada Selasa menunjukkan para penumpang di dalam air banjir yang keruh di dalam gerbong kereta bawah tanah tanpa cahaya dan stasiun bawah tanah berubah menjadi kolam air besar yang berputar kencang.

“Air di luar gerbong kereta naik, dan bocor dari pintu,” ungkap seorang pengguna internet di media sosial setelah selamat dari banjir mengerikan itu.

“Airnya mencapai dadaku. Saya benar-benar takut, tetapi yang paling menakutkan bukanlah airnya, tetapi suplai udara di gerbong kereta yang semakin berkurang,” tutur dia. 

Puluhan waduk dan bendungan juga telah melebihi tingkat tertinggi peringatan banjir.

Semalam, pihak berwenang setempat mengatakan curah hujan menyebabkan jebolnya 20 meter di bendungan Yihetan di kota Luoyang barat Zhengzhou. “Bendungan itu bisa runtuh kapan saja,” papar pejabat China.

Di Zhengzhou, markas pengendalian banjir setempat mengatakan waduk Guojiazui di kota itu telah jebol.

“Upaya pencegahan banjir menjadi sangat sulit,” papar Presiden China Xi Jinping pada Rabu, menanggapi situasi tersebut dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah.

“Pada Rabu (21/7), sistem transportasi Zhengzhou tetap lumpuh, dengan sekolah dan rumah sakit terputus oleh genangan air yang parah,” ungkap media pemerintah.

Beberapa anak telah terjebak di taman kanak-kanak mereka sejak Selasa.

“Rumah Sakit Afiliasi Pertama Zhengzhou, pusat perawatan besar dengan lebih dari 7.000 tempat tidur – telah kehilangan semua aliran listrik, dan bahkan pasokan cadangan turun,” ungkap laporan People’s Daily.

“Rumah sakit itu berjuang mencari transportasi untuk memindahkan sekitar 600 pasien yang sakit kritis,” papar laporan itu.

Hujan lebat diperkirakan bertahan hingga Rabu, meskipun curah hujan akan terus berlanjut di seluruh provinsi selama tiga hari ke depan.

Syarifudin

international.sindonews.com, Rabu, 21 Juli 2021 – 16:08 WIB

***

Usai Banjir Besar, China Bersiap Hadapi Topan In-Fa

 

Ilustrasi. Setelah dilanda banjir besar pekan ini, China kini bersiap menghadapi topan In-Fa yang diperkirakan akan membawa lebih banyak hujan.(Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia — China menutup pelabuhan dan jalur kereta api pada Sabtu sebagai langkah persiapan menghadapi topan In-Fa.
Topan ini datang ketika beberapa bagian negara itu tengah berjuang untuk pulih dari banjir besar yang terjadi awal pekan ini.

Menurut kantor berita resmi Xinhua, In-Fa diperkirakan akan menghantam daratan China pada Minggu malam di provinsi pesisir timur Zhejiang dekat Shanghai.

Pihak berwenang China telah mengeluarkan peringatan tertinggi untuk badai ini, peringatan tingkat III. Sementara, China Railway telah membatalkan lebih dari 100 kereta api yang melintasi wilayah itu.

Pihak berwenang Shanghai pun menutup beberapa taman umum dan museum. Pada Sabtu (25/7), mereka juga memperingatkan warga untuk “menghentikan pertemuan luar ruangan skala besar” dan tetap tinggal di dalam rumah.

Sementara itu, semua dermaga kapal kontainer ditutup dari Pelabuhan Yangshan di selatan Shanghai dan 150 kapal, termasuk kapal penumpang dan kapal kargo, dievakuasi dari daerah tersebut.

Melansir AFP, di provinsi Henan, China tengah, di mana banjir besar pekan ini telah menewaskan sedikitnya 58 orang, pihak berwenang secara bertahap membersihkan dan membuka kembali jalan yang terhalang dengan kendaraan dan puing-puing.

Banjir ini telah berdampak pada jutaan. Beberapa warga terperangkap tanpa makanan atau air segar selama berhari-hari . Sementara warga lain diselamatkan ke tempat yang aman menggunakan ember ekskavator.

Pemerintah Henan banjir telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dengan lebih dari 495.000 orang telah dievakuasi.

Pejabat tanggap darurat Henan Li Changxun memperingatkan pada hari Sabtu bahwa provinsi tersebut perlu melakukan pembersihan dan disinfektan skala besar untuk “memastikan bencana tidak diikuti oleh epidemi.”

Foto-foto yang diterbitkan oleh media pemerintah dan akun media sosial pemerintah pada hari Sabtu menunjukkan petugas penyelamat terus menyekop lumpur dan menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang di seluruh provinsi.

Hujan paling deras tahun ini mengguyur kota Zhengzhou dalam tiga hari terakhir pekan ini. Akibatnya, banjir terparah melanda kota itu. Setidaknya banjir menewaskan selusin orang di dalam kereta bawah tanah selama jam sibuk, Selasa (21/7), akibat terjebak banjir di gerbong mereka.

Media pemerintah memperingatkan bahwa badai In-Fa dapat membuat hujan makin lebat ke beberapa bagian provinsi dalam beberapa hari mendatang.

China telah mengalami musim banjir tahunan selama ribuan tahun, tetapi rekor curah hujan di Henan telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kota-kota China dapat lebih siap menghadapi situasi anomali cuaca, yang menurut para ahli terjadi dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat akibat perubahan iklim.

Provinsi Henan diwarnai oleh sungai, bendungan, dan waduk. Banyak dari bangunan ini telah dikelola sejak beberapa dekade lalu untuk mengelola aliran air banjir dan mengairi wilayah pertanian. Tetapi pertumbuhan kota yang cepat telah membebani sistem drainase yang ada.

(eks)
CNN Indonesia 25/07/2021 02:55 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 256 kali, 1 untuk hari ini)