Kembali Berulah.. Akun Fb “Muhammad Amin” Lakukan Penghinaan Keji terhadap Nabi Muhammad, Statusnya Murtad!

 

Akun facebook dengan nama “Muhammad Amin” telah secara terang-terangan menghina Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

 

Dia menulis di akun fbnya pada 9 November 2020 seperti terlihat di

 

Link: https://www.facebook.com/muhammad.amin.writer/posts/10160468547927166

 

Hingga berita ini diposting, status fb tersebut belum dihapus, masih ada. Walaupun mendapat kecaman luas dari warganet.

 

Bukan kali ini saja akun fb Muhammad Amin melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, sudah beberapa kali.

 

Ustadz Hilmi Firdausi pernah mengungkap bahwa berdasar informasi yang diterimanya ybs telah murtad. Asli Cepu, Blora, Jateng. Sekarang tinggal di Silicon Valley, San Francisco, California AS.

 

“Ustad Hilmi saya kenal sama Muhammad Amin, temen saya dulu tinggal di Bali kuliah di STP Nusa dua. Aslinya dari jawa tapi sudah murtad dia Ustad. Sekarang mukim di Amerika,” demikian info yang disampaikan Ustadz Hilmi Firdausi.

 

Sementara ustadz Ispiraini Bin Hamdan menegaskan:

 

“Penghina Nabi, kalau dia muslim maka statusnya kafir murtad, andai dia bertaubat mudah-mudahan Allah terima taubatnya, tapi darahnya halal selama-lamanya.”

Bangsat bgd tadz,nama doang muhammad kalakua abu jahal malah lebih dr ibliss.. semoga di laknat allah taala

 

— Kurn (@kurn3587) November 9, 2020

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 09 November 2020 SOSIAL MEDIA

***

Meremehkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Jasad Orang Ini Ditolak Bumi

Posted on 19 September 2016

by Nahimunkar.org

 

KIBLAT.NET – Acapkali kita mendengar kisah orang-orang yang “ditolak” bumi. Fakta atau fiktif, tentunya kabar itu bergantung pada subjek penyampai. Jika ia dikenal sebagai orang yang jujur, kabar itu dapat dipercaya. Sebaliknya jika keluar dari lisan pendusta, kabar itu tidak dapat diterima.

Kisah di bawah ini adalah sebuah kisah tentang “orang yang ditolak bumi”, yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kisah ini tentunya dapat dipercaya, karena termaktub dalam kitab Shahih Bukhari dalam Al-Manaqib 26, hadits no. 3617 dan Shahih Muslim dalam Fadhailus Shahabah.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ada seorang Nasrani dari Bani Najjar yang masuk Islam. Saat memeluk Islam, ia membaca Surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Ia pun memiliki kedudukan sebagai sekretaris Nabi SAW. Selanjutnya, ia murtad dan kembali memeluk agama Nasrani.

Setelah itu ia berkata, “Muhammad tidak mengetahui (dariku) kecuali apa yang aku tuliskan untuknya.” Kemudian Allah menakdirkan kematian untuknya.

Di saat para kerabat orang itu menguburkan jenazahnya, ternyata tanah (bumi) tidak mau menerimanya. Bumi memuntahkan kembali jasadnya.

Awalnya Rasulullah SAW dan para sahabatnya dituduh mengeluarkan jasadnya. Namun, hal itu ternyata berulang kali terjadi. Ketika dikuburkan, jasad itu muncul kembali ke permukaan.

Para kerabatnya pun menggalikan kembali liang yang paling dalam untuknya. Tapi hasilnya tetap sama, jasad itu keluar lagi ke permukaan tanah. Akhirnya mereka menyadari, bahwa kejadian itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Dan jasad Nasrani itu diletakkan begitu saja di atas tanah.

Penulis: M. Rudy
Ditulis ulang dari buku “65 Sekretaris Nabi SAW” karya Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, Penerbit GIP.

Sumber: kiblat.net/Kamis, 3 Maret 2016

***

صحيح البخاري (4/ 202)

3617 – حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَارِثِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ العَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَجُلٌ نَصْرَانِيًّا فَأَسْلَمَ، وَقَرَأَ البَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ، فَكَانَ يَكْتُبُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَادَ نَصْرَانِيًّا، فَكَانَ يَقُولُ: مَا يَدْرِي مُحَمَّدٌ إِلَّا مَا كَتَبْتُ لَهُ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ فَدَفَنُوهُ، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَقَالُوا: هَذَا فِعْلُ مُحَمَّدٍ وَأَصْحَابِهِ لَمَّا هَرَبَ مِنْهُمْ، نَبَشُوا عَنْ صَاحِبِنَا فَأَلْقَوْهُ، فَحَفَرُوا لَهُ فَأَعْمَقُوا، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَقَالُوا: هَذَا فِعْلُ مُحَمَّدٍ وَأَصْحَابِهِ، نَبَشُوا عَنْ صَاحِبِنَا لَمَّا هَرَبَ مِنْهُمْ [ص:203] فَأَلْقَوْهُ، فَحَفَرُوا لَهُ وَأَعْمَقُوا لَهُ فِي الأَرْضِ مَا اسْتَطَاعُوا، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَعَلِمُوا: أَنَّهُ لَيْسَ مِنَ النَّاسِ، فَأَلْقَوْهُ ”

__________

[تعليق مصطفى البغا]

3421 (3/1325) -[ ش أخرجه مسلم في صفات المنافقين وأحكامهم رقم 2781. (فعاد) ارتد ورجع. (لفظته الأرض) رمته من القبر. (ليس من الناس) أي من فعلهم]

(nahimunkar.org)

***

Hukuman Untuk Penghina Nabi Muhammad dalam Syariat Islam

Posted on 18 November 2019

by Nahimunkar.org

  •  

    Hukuman Untuk Penghina Nabi Muhammad  dalam Syariat Islam

     
     

    Edit from 31.3.Indian – Arabic Sword-18th-19th Century .CE #customs.gov.lk/museum/archaeology

    Hukuman Bagi Penghina Nabi Muhammad 

    May 4, 2019

     
     

    Saat ini lagi viral artis komedi mencela Nabi dengan memberi julukan jelek walaupun bermaksud ngelucu. Bisa dibahas hukum syariat bagi pencela nabi
    Syukron..

    Jawaban:

    Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

    Menghina Nabi  adalah tindakan kekafiran, dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Baik dilakukan serius maupun dengan bercanda. Allah  berfirman,

    وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ

    Jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65)

    Saat orang-orang munafik yang menghina Nabi itu menyanggah, bahwa mereka melakukan itu hanya sekedar bercanda, Allah menjawab,

    لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ

    Tidak perlu kalian mencari-cari alasan, karena kalian telah kafir setelah beriman. (QS. At-Taubah : 66)

    Syekh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menjelaskan makna ayat ini dalam kitab tafsir karyanya,

    فإن الاستهزاء باللّه وآياته ورسوله كفر مخرج عن الدين لأن أصل الدين مبني على تعظيم اللّه، وتعظيم دينه ورسله، والاستهزاء بشيء من ذلك مناف لهذا الأصل.

    Menghina Allah, ayat-ayat dan Rasul-Nya, adalah penyebab Kekafiran, pelakunya keluar dari agama Islam (murtad). Karena agama ini dibangun di atas prinsip mengagungkan Allah, serta mengagungkan agama dan RasulNya. Menghina salah satu diantaranya bertentangan dengan prinsip pokok ini. (Taisir Al Karim Ar Rahman, hal. 342)

    Apa Hukuman Bagi Penghina Nabi?

    Para ulama sepakat (ijma’), bahwa orang yang mengina Nabi, layak mendapat hukuman mati.

    Mari kita simak keterangan Syaikhul Islam al-Harrani dalam kitabnya as-Sharim al-Maslul,

    وقد حكى أبو بكر الفارسي من أصحاب الشافعي إجماع المسلمين على أن حد من سب النبي صلى الله عليه و سلم القتل كما أن حد من سب غيره الجلد

    Abu bakr al-Farisi, salah satu ulama syafiiyah menyatakan, kaum muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi adalah bunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina mukmin lainnya berupa cambuk.

    Selanjutnnya Syaikhul Islam menukil keterangan ulama lainnya,

    قال الخطابي : لا أعلم أحدا من المسلمين اختلف في وجوب قتله؛

    Al-Khithabi mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya beda pendapat di kalangan kaum muslimin tentang wajibnya membunuh penghina Nabi .”

    وقال محمد بن سحنون : أجمع العلماء على أن شاتم النبي صلى الله عليه و سلم و المتنقص له كافر و الوعيد جار عليه بعذاب الله له و حكمه عند الأمة القتل و من شك في كفره و عذابه كفر

    Sementara Muhammad bin Syahnun juga mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa orang yang mencela Nabi dan menghina beliau statusnya kafir. Dan dia layak untuk mendapatkan ancaman berupa adzab Allah. Hukumnya mennurut para ulama adalah bunuh. Siapa yang masih meragukan kekufurannya dan siksaan bagi penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia kufur.”

    (as-Sharim al-Maslul, hlm. 9, dikutip dari artikel: Hukuman Mati untuk Penghina Nabi )

    Bagaimana Jika Sudah Bertaubat?

    Jika pelakunya bertaubat sungguh-sungguh kepada Allah, Allah akan mengampuni dosanya. Karena Allah mengampuni semua dosa orang-orang yang tulus bertaubat meminta maaf kepadaNya.

    ۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

    Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53)

    Namun, masalah menghina Rasulullah, tidak hanya menyangkut pribadi beliau shallallahu’alaihi wasallam. Tapi juga menyangkut penghinaan kepada Allah ta’ala tuhan alam semesta yang telah mengutusnya.

    Sehingga di sini ada dua hak yang telah diinjak-injak:

    [1] Hak Allah.

    Ini dapat termaafkan dengan taubat yang jujur. Karena Allah telah menjanjikan akan mengampuni semua dosa bagi yang bertaubat.

    Dalilnya surat Az-Zumar ayat 53 di atas.

    [2] Hak Rasulullah.

    Ini yang menjadi pembahasan alot para Ulama. Apakah juga bisa selesai dengan bertaubat, atau hukuman mati harus tetap dijalankan?

    Pertama, jika seorang melakukan penghinaan kepada Rasul saat dia masih kafir, kemudian masuk Islam, maka dia tidak mendapatkan hukuman mati.

    Karena Islam meleburkan seluruh dosa yang dia lakukan saat masih kafir. Allah berfirman,

    قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ

    Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti dari kekafirannya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi memerangi Nabi, sungguh, berlaku (kepada mereka) hukuman Allah terhadap orang-orang dahulu (dibinasakan).” (QS. Al-Anfal : 38)

    Kedua, seorang menghina Nabi saat ia berstatus muslim.

    Di sini para ulama berbeda pendapat. Ada tiga pendapat :

    [1] Hukuman mati gugur dengan taubatnya.

    [2] Taubat tidak diterima, dan hukuman mati harus diberlakukan.

    [3] Taubatnya diterima dan hukuman mati harus tetap dijalankan.

    Pendapat ketiga inilah insyaallah yang paling kuat. Sebagaimana dipilih oleh Syaikhul Islam al-Harrani rahimahullah, dan dikuatkan oleh Syekh Ibnu’Utsaimin rahimahullah, beliau menyatakan,

    فصارت الأقوال في المسألة ثلاثة، أرجحها أن توبته تقبل ويقتل

    Dalam masalah ini ada tiga pendapat ulama. Namun pendapat yang paling kuat, taubatnya diterima dan tetap berlaku hukuman mati. (Liqo’ al-Bab al- Maftuh 5/53)

    Hal ini karena:

    [1] Taubat hanya dapat mengugurkan dosa pelaku dengan Allah.

    Allah telah menjanjikan akan memaafkan kesalahan hamba-Nya yang bertaubat jujur.

    قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

    Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53)

    [2] Adapun dosanya kepada Nabi, ini yang kita tidak tahu apakah Nabi akan menuntutnya atau memaafkannya di hari Kiamat kelak.

    Mengingat tidak adanya dalil tegas yang menerangkan pemberian maaf dari Nabi untuk orang-orang yang menghinanya. Yang ada malah dalil tegas menunjukkan hukuman mati bagi penghina Nabi. Sebagaimana dijelaskan salam hadis dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

    أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ ، فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ ، فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا

    Ada seorang wanita yahudi yang menghina Nabi, dan mencela beliau. Kemudian orang ini dicekik oleh seorang sahabat sampai mati. Namun Nabi menggugurkan hukuman apapun darinya. (HR. Abu Daud 4362 dan dinilai Jayid oleh Syaikhul Islam)

    Karenanya, hukuman mati tetap berlaku dalam rangka untuk menyelesaikan dosanya kepada Nabi.

    [3] Hukuman seperti ini, dapat memberikan efek jera bagi yang lain.

    Agar tidak menyepelekan kehormatan baginda yang mulia Rasulullah. Menghina beliau, sama saja menghina ajaran suci yang dibawanya.

    Siapa yang Berhak Menegakkan Hukuman?

    Islam mengajarkan kepada penganutnya, untuk menyerahkan persoalan hukum seperti ini, kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini pemerintah. Main hakim sendiri, akan menimbulkan kegaduhan, kekacauan dan kerusakan yang lebih besar.

    Imam Al Kasani rahimahullah menerangkan syarat-syarat bisa dilakukan hukuman had ,

    أن يكون المقيم للحد هو الإمام أو من ولاه الإمام

    Yang menjalankan hukuman had adalah pemimpin (pemerintah) atau yang mewakilinya. (Bada’i as-Shonai’, 9/249)

    Saat terjadi peristiwa penghinaan kepada Nabi, oleh seorang kartunis kafir 2015 silam, ada seorang penanya menyampaikan kepada Dr. Soleh al-Fauzan (anggota ulama senior dan majlis fatwa Kerajaan Saudi Arabia),

    هل يجوز اغتيال الرسام الكافر الذي عرف بوضع الرسوم المسيئة للنبي صلى الله عليه وسلم؟

    Apakah boleh membunuh kartunis kafir yang dikenal telah membuat kartun berisi hinaan kepada Nabi?

    Jawaban beliau,

    الشيخ: هذا ليس طريقة سليمة الاغتيالات وهذه تزيدهم شرا وغيظا على المسلمين لكن الذي يدحرهم هو رد شبهاتهم وبيان مخازيهم وأما النصرة باليد والسلاح هذه للولي أمر المسلمين وبالجهاد في سبيل الله عز وجل نعم

    Ini bukan langkah yang tepat. Melakukan pembantaian hanya akan menambah keburukan dan kemarahan mereka kepada kaum muslimin. Sikap yang bijak adalah membantah penyimpangan mereka dan menjelaskan perbuatan mereka yang sangat memalukan tersebut. Adapun membela Nabi dengan tangan dan senjata, ini wewenangnya pemerintah kaum muslimin dan hanya melalui jihad di jalan Allah  (yang dipimpin oleh pemerintah kaum muslimin).

    (Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/1960)

    Wallahua’lam bis showab.

    ***

    Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
    (Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

    By

     Ahmad Anshori, Lc

     –

    May 4, 2019

    https://konsultasisyariah.com/34792-hukuman-untuk-penghina-nabi-muhammad-dalam-syariat-islam.html

    (nahimunkar.org)

     

(Dibaca 648 kali, 1 untuk hari ini)