Kembali dari Pondok Wali Barokah (LDII) Kediri, Satu Warga Kota Solok Positif COVID-19

   
 


Jubir tim Gugus penanganan COVID-19 Kota Solok, Syaiful Rustam (Ist)

 

SOLOK , – Kota Solok kembali mencatatkan penambahan satu kasus baru Positif COVID-19. Seorang warga Rawa Pinang, Simpang Rumbio dinyatakan positif berdasarkan hasil swab test yang diterima kota Solok , Jum’at (17/7/2020).

Diketahui, pasien Positif 06 merupakan F (20). Pemuda ini belum sampai satu minggu kembali ke Kota Solok usai mondok selama dua tahun terakhir di salah satu Ponpes di Kediri.

“Dua tahun belakangan, yang bersangkutan mondok di Pesantren Wali Barokah Kediri, dan Minggu 12 Juli 2020 berangkat dari Surabaya ke Solok ,” ungkap Jubir tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Solok , Syaiful Rustam.

Dikatakannya, jelang berangkat ke Kota Solok , yang bersangkutan sudah melakukan rapid test dengan hasil non reaktif. Dua hari sampai di Kota Solok , yang bersangkutan melakukan tes swab di Banda Panduang.

“Waktu itu, yang bersangkutan datang bersama ibunya untuk tes swab di Banda Panduang, hasilnya keluar tadi. Ibunya negatif sementara F (20) positif,” ungkapnya.

Untuk sementara, pasien 06 positif Covid-19 ini kemudian diisolasi sementara di pusat penanganan Covid-19 kota Solok di Banda Panduang. Rencananya, hari ini akan dikirim ke BPSDM Sumbar .

“Kita masih menunggu konfirmasi dari pihak Provinsi Sumbar , jika nanti sudah diizinkan maka akan langsung kita antarkan, sementara waktu pasien kita isolasi di Banda Panduang,” kata Sekda Kota Solok itu.

Berdasarkan hasil tracking tim surveilans kota Solok , diketahui kontak erat dengan pasien 06 ada 4 orang ditambah 1 keluarganya. Tim Posko COVID-19 Banda Panduang langsung melakukan swab tes ditempat kepada si ibu bersama dengan 4 kontak erat lainnya.

“Seluruh kontak erat langsung menjalani isolasi mandiri di rumah sampai nantinya hasil tes swab keluar, dan akan dilakukan tindakan lanjutan jika ditemukan kasus positif baru,” tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Ramadhani

KlikPositif.com – Jumat, 17 Juli 2020 13:32 WIB

***

Sejumlah pimpinan LDII meninggal dan sakit terpapar Corona usai hadiri CAI di Pondok LDII Kediri Jawa Timur


Posted on 18 Juli 2020

by Nahimunkar.org


Sejumlah pimpinan LDII meninggal dan sakit terpapar Corona usai hadiri CAI di Pondok LDII Kediri Jawa Timur

Gugus tugas Covid-19 Kota Kediri langsung melakukan tracing ke para penghuni di pondok Wali Barokah LDII Kediri terkait kabar adanya sejumlah peserta kemah Cinta Alam Indonesia (CAI) nasional yang positif terpapar corona dan mengakibatkan sejumlah pimpinan LDII di luar daerah meninggal dunia.

 
 

ACARA CAI DI PONPES WALI BAROKAH BURENGAN KEDIRI DIDUGA MENJADI CLUSTER PENYEBARAN COVID-19, PEMERINTAH DITUNTUT SEGERA BERTINDAK

 
 

Sejumlah orang yang diketahui sebagai pengurus Islam Jamaah telah meninggal karena terjangkit Covid-19, sebagian yang lain mengalami demam tinggi dan dirawat di rumah sakit, diduga juga terinfeksi Covid-19. Mereka pada sekitar tanggal 29 Juni sampai 1 Juli 2020 mengikuti acara Cinta Alam Indonesia (CAI) di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri Kota. Patut diduga terjadi penularan Covid-19 selama acara berlangsung.

 
 

Berita meninggalnya para pengurus Islam Jamaah, kelompok islam yang ajarannya telah dilarang oleh Pemerintah RI sejak tahun 1971 namun terus eksis hingga kini, karena Covid-19 itu viral di berbagai group Whatsapp pada hari Minggu 12 Juli 2020.

Pengurus dimaksud adalah Bahrudin dari Jakarta Timur, Rohib Syamsul Alam (Mbah Ro) dari Solo dan Syamsul Bahri juga dari Solo. Bahrudin dan Mbak Ro merupakan Penerobos Muda Mudi Pusat. Selain itu Bahrudin juga adalah Mubaligh Daerah Jakarta Timur 1. Sedangkan Syamsul Bahri merupakan seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga telah meninggal Toha yang merupakan Wakil Imam Daerah Mojokerto, serta Kiswahyudi dari Kertosono.

 
 

Selain lima orang itu beberapa pengurus Islam Jamaah lainnya diketahui dalam keadaan sakit dan mengalami demam tinggi yang diketahui sebagai salah satu gejala Covid-19. Pengurus Islam Jamaah yang diduga terjangkit Covid-19 itu diantaranya adalah Toyibun, (Penerobos Pusat) dan anaknya yang bernama Akmal dari Solo yang saat ini sedang dirawat di PKU Muhammadiyah Solo, Agus Salim (Imam Daerah Solo Utara), Ikhwan Abdillah (Pakubumi dan Guru Pondok Pesantren Wali Barokah), Subandi (Penerobos), Anshorudin (Penerobos Trenggalek), Jerry Bin Abdul Salam (keponakan dari Bapak Imam Sulthon Aulia), juga Eko (Pakubumi dan Guru Pondok Pesantren Wali Barokah) dikabarkan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Dikabarkan juga bahwa Edy dan istrinya serta Ichsan, pengurus pondok, juga menderita sakit. Beredar pula foto Abdullah Syam Ketua Umum DPP LDII sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan terpasang infus. Katno Hadi Ketua Umum Senkom juga dikabarkan sedang sakit. Diketahui bahwa Katno Hadi pulang dari acara CAI dalam satu mobil bersama dengan Toyibun dan Mbah Jumikan yang kini juga dalam keadaan sakit.

Setelah beredar berita tersebut, kemudian Gugus tugas Covid-19 Kota Kediri langsung melakukan tracing ke para penghuni di pondok Wali Barokah LDII Kediri.

Inilah beritanya.

***

 
 

Gugus Tugas Tracing Pondok LDII di Kediri Jawa Timur





KLASTER BARU ? Pondok Wali Barokah LDII Kota Kediri yang menjadi lokasi kemah CAI 2020.

KEDIRI – Gugus tugas Covid-19 Kota Kediri langsung melakukan tracing ke para penghuni di pondok Wali Barokah LDII Kediri terkait kabar adanya sejumlah peserta kemah Cinta Alam Indonesia (CAI) nasional yang positif terpapar corona dan mengakibatkan sejumlah pimpinan LDII di luar daerah meninggal dunia. “Tadi pagi (Selasa, 14 Juli,red) sudah dilakukan tracing,”ujar Faudzan Adlima, ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Kediri yang dihubungi kediripost.

Kabar terkait sejumlah peserta CAI di pondok Wali Barokah LDII Kota Kediri terpapar Covid-19 dan sebagian meninggal dunia, termasuk peserta dari Jakarta dan salah satu anggota DPRD Jawa Tengah, itu awalnya banyak tersebar di media sosial. Selain itu, Walikota Kediri juga sempat mengumumkan adanya tambahan positif di Kota Kediri. Namun karena tidak disebutkan dengan rinci, akhirnya memunculkan  sejumlah spekulasi di masyarakat.

Fauzan sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana hasil tracing yang dilakukan tim gugus covid Kota Kediri. Karena dia belum mendapatkan laporan lengkapnya. “Belum tahu. Saya belum mendapat laporan,”kata Fauzan.

Informasi yang digali kediripost. Acara CAI itu dilaksanakan 29 Juni-1 Juli di kompleks pondok Wali Barokah LDII Kediri, dihadiri sejumlah pimpinan LDII dari seluruh Indonesia dan ada peserta dari luar negeri. Pesertanya ribuan orang. Sebenarnya, acara CAI itu biasanya dilaksanakan di kawasan bumi perkemahan Wonosalam, Jombang. Tetapi tahun ini dilaksanakan di kompleks pondok Wali Barokah Kediri.  Beberapa usai acara CAI itulah ada beberapa peserta di luar daerah yang meninggal dunia yang kemudian dinyatakan positif covid-19. (mam)

LDII Islamic Boarding Wali Barokah Guardian Tracing Task Force

KEDIRI – Covid-19 Task Force of Kediri City immediately traced residents in the Wali Barokah LDII Pondok Kediri related to news that a number of participants in the Indonesian Nature Love Camp (CAI) were positively exposed by corona and resulted in a number of LDII leaders outside the area dying. “This morning (Tuesday, July 14th, red) a tracing had been carried out,” said Faudzan Adlima, chairman of the Covid-19 Task Force in Kediri, who was contacted by the Kediripost.
The news related to a number of CAI participants in the LDC Wali Barokah cottage in Kediri City was exposed to Covid-19 and some died, including participants from Jakarta and one of the members of the Central Java DPRD. In addition, the Mayor of Kediri also briefly announced a positive addition in Kediri City. However, because it is not mentioned in detail, eventually led to a number of speculation in the community.
Fauzan himself claimed not to know for certain what the tracing results of the Kediri City covid team did. Because he hasn’t gotten the full report yet. “Not know. I have not yet received a report, “said Fauzan.
Information that was explored kediripost. The CAI event was held June 29-July 1 at the LDII Wali Barokah pondok complex in Kediri, attended by a number of LDII leaders from all over Indonesia and there were participants from abroad. Thousands of participants. Actually, the CAI program is usually held in the Wonosalam campground area, Jombang. But this year it was held in the Wali Barokah Kediri cottage complex. After the CAI program, there were some participants outside the area who passed away who were then tested positive co-19. (mam)

http://kediripost.co.id/ By admin 02 15/07/2020 Headline, Kesehatan, Terkini

***

Sejumlah pengurus Islam Jamaah meninggal karena terjangkit Corona dan banyak yang masih menderita demam tinggi

Baru saja beredar berita maut telah merenggut ketua umum LDII, dan sehari sebelumnya beredar pula berita Sejumlah orang yang diketahui sebagai pengurus Islam Jamaah telah meninggal karena terjangkit Covid-19, sebagian yang lain mengalami demam tinggi dan dirawat di rumah sakit, diduga juga terinfeksi Covid-19.

***

Maut Telah Menjemput Ketua Umum LDII Abdullah Syam

Posted on 14 Juli 2020

by Nahimunkar.org

  • Maut Telah Menjemput Ketua Umum LDII Abdullah Syam


    Jakarta – Telah meninggal dunia Ketua Umum LDII Abdullah Syam atau Abdullah Syarief Mukhtar dalam usia 72 tahun,


      
     

    Setelah menderita komplikasi diabetes, hipertensi, dan jantung, dia meninggal dunia pada pukul 03.30 pada Selasa, 14 Juli 2020, menurut dr Dani di Rumah Sakit Veteran dr Suyoto, Jakarta Selatan, sebagaimana diberitakan psktonln.


     (nahimunkar.org)
    https://www.nahimunkar.org/maut-telah-menjemput-ketua-umum-ldii-abdullah-syam/

    Adapun berita tentang Sejumlah orang yang diketahui sebagai pengurus Islam Jamaah telah meninggal karena terjangkit Covid-19, silakan simak berikut ini.

    ***

     
     



        
     

    ACARA CAI DI PONPES WALI BAROKAH BURENGAN KEDIRI DIDUGA MENJADI CLUSTER PENYEBARAN COVID-19, PEMERINTAH DITUNTUT SEGERA BERTINDAK

     
     

    Sejumlah orang yang diketahui sebagai pengurus Islam Jamaah telah meninggal karena terjangkit Covid-19, sebagian yang lain mengalami demam tinggi dan dirawat di rumah sakit, diduga juga terinfeksi Covid-19. Mereka pada sekitar tanggal 29 Juni sampai 1 Juli 2020 mengikuti acara Cinta Alam Indonesia (CAI) di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri Kota. Patut diduga terjadi penularan Covid-19 selama acara berlangsung.

     
     

    Berita meninggalnya para pengurus Islam Jamaah, kelompok islam yang ajarannya telah dilarang oleh Pemerintah RI sejak tahun 1971 namun terus eksis hingga kini, karena Covid-19 itu viral di berbagai group Whatsapp pada hari Minggu 12 Juli 2020.

    Pengurus dimaksud adalah Bahrudin dari Jakarta Timur, Rohib Syamsul Alam (Mbah Ro) dari Solo dan Syamsul Bahri juga dari Solo. Bahrudin dan Mbak Ro merupakan Penerobos Muda Mudi Pusat. Selain itu Bahrudin juga adalah Mubaligh Daerah Jakarta Timur 1. Sedangkan Syamsul Bahri merupakan seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga telah meninggal Toha yang merupakan Wakil Imam Daerah Mojokerto, serta Kiswahyudi dari Kertosono.

     
     

    Selain lima orang itu beberapa pengurus Islam Jamaah lainnya diketahui dalam keadaan sakit dan mengalami demam tinggi yang diketahui sebagai salah satu gejala Covid-19. Pengurus Islam Jamaah yang diduga terjangkit Covid-19 itu diantaranya adalah Toyibun, (Penerobos Pusat) dan anaknya yang bernama Akmal dari Solo yang saat ini sedang dirawat di PKU Muhammadiyah Solo, Agus Salim (Imam Daerah Solo Utara), Ikhwan Abdillah (Pakubumi dan Guru Pondok Pesantren Wali Barokah), Subandi (Penerobos), Anshorudin (Penerobos Trenggalek), Jerry Bin Abdul Salam (keponakan dari Bapak Imam Sulthon Aulia), juga Eko (Pakubumi dan Guru Pondok Pesantren Wali Barokah) dikabarkan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Dikabarkan juga bahwa Edy dan istrinya serta Ichsan, pengurus pondok, juga menderita sakit. Beredar pula foto Abdullah Syam Ketua Umum DPP LDII sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan terpasang infus. Katno Hadi Ketua Umum Senkom juga dikabarkan sedang sakit. Diketahui bahwa Katno Hadi pulang dari acara CAI dalam satu mobil bersama dengan Toyibun dan Mbah Jumikan yang kini juga dalam keadaan sakit.

     
     

    Dari sebuah foto yang beredar, para pengurus tersebut merupakan peserta acara CAI yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Wali Barokah, pondok pusat Islam Jamaah, Kota Kediri pada tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2020. (CAI merupakan acara perkemahan tahunan yang dihadiri oleh perwakilan pengikut Islam Jamaah dari seluruh Indonesia dan dunia. Acara yang banyak diisi dengan indoktrinasi itu biasanya dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kosambi Wojo, Wonosalam, Jombang. Tahun lalu acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Untuk tahun ini karena ada Pandemi Covid-19 acara CAI dilaksanakan secara terbatas dan online di pusatkan di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri). Dari selembar foto itu, ditambah keterangan dari Walikota Kediri tentang adanya kasus positif Covid-19 di Burengan Kediri muncul dugaan bahwa telah terjadi penyebaran Covid-19 dalam acara CAI di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri pada 29 Juni hingga 1 Juli 2020.

     
     

    Pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 harus segera melakukan pemeriksaan atas dugaan ini dan segera melakukan tracing demi menghentikan penyebaran Covid-19 yang dapat ditimbulkannya.

     
     

    https://www.solopos.com/anggota-dprd-jateng-ketua-ldii-solo-syamsul-bahri-meninggal-karena-covid-19-1070436 — membagikan Informasi Terkini COVID-19.

    Sumber: fb Suara Mubaligh Islam Jamaah – LDII Paradigma Baru

    · Kemarin ·

    ***

    Mereka yang Doanya Tertolak dan Lima Ciri Calon Ahli Neraka

    Posted on 6 Februari 2020

    by Nahimunkar.org




  • Ilustrasi Masjid Universitas Ibnu Khaldun Bogor pernah diserang LDII/ foto salamonline


    Disejajarkan dengan Pelacur, Doanya Tidak Diijabahi


    Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ‘assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), terkena ancaman do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:


    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)


    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (Hr Ahmad Dan At-Thabarani, Lafal Ini Bagi At-Thabrani, Dishahihkan Oleh Al-Albani Dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib Nomor 2391).


    Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau kode kelompok itu 354 (lihat kalau ada warung-warung dan sebagainya ada kode 354 berarti kelompok mereka) dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut “persenan” sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?


    Pihak yang lain, memungutnya mungkin sampai 15 persenan. Lebih mantap lagi dhalimnya. Dan itulah sumber utama (70-an persen) uang belanja negeri yang banyak koruptornya ini. Makanya sumber itu dari mana, perlu kita sadari benar karena memang dari sana, yaitu dari yang telah sangat dikecam dan diancam oleh Allah Ta’ala lewat Nabi-Nya yang mulia.


    Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam sedemikian, tidak lain karena harta orang Muslim itu dilindungi, dan tidak boleh diambil tanpa hak. Dalilnya:


    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ


    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[AN-NISA : 29]


    Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.


    Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


    لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ


    “Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” (Hr Abu Daud Dan Al-Baihaqi, Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459. (lihat Abu Ibrahim Muhammad Ali, Pajak dalam Islam, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.)


    Itulah penjelasan, kenapa doa mereka tertolak, walau sampai dalam doa qunut nazilahnya menyebut agar yang celaka itu orang yang mendhaliminya. Ternyata tetap tidak dikabulkan!


    Dari sumber berupa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kenyataan yang terbukti nyata dalam kehidupan, maka semoga hal ini jadi pelajaran berharga. Paling kurang, semoga akan menambah kemantapan saudara-saudara kita yang mentas keluar dan bertaubat dari aliran sesat LDII – Islam Jamaah. Lebih dari itu, semoga menjadi peringatan bagi semuanya, termasuk mereka yang terkena oleh hadits tersebut.


     Bagi yang ingin membaca tentang Kuwalat dengan Qunut, dan tentang Bambang Irawan (yang semasa hidupnya didoakan dengan qunut nazilah –agar celaka— karena Bambang Irawan adalah gembong Islam Jama’ah yang kemudian keluar serta membeberkan kesesatan Islam Jamaah- LDII) yang ternyata tidak celaka apa-apa (tetapi justru Amir LDII yang mengomandoi untuk doa qunut nazilah itu justru terkapar sakit berlama-lama), silakan simak https://www.nahimunkar.org/doa-ldii-islam-jamaah-ternyata-tertolak-kenapa-ya/.


    Lima ciri calon ahli neraka


    Lima ciri calon ahli neraka disebutkan dalam Hadits Shahih Muslim:


    وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: اَلضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ، اَلَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ أَهْلاً وَلاَ مَالاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ. “وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ ” وَالشِّنْظِيْرُ الْفَحَّاشُ


    Dan penghuni neraka ada lima golongan: ORANG LEMAH YANG TIADA MENGGUNAKAN AKALNYA, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga. PENGKHIANAT YANG TAMAK, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga. Orang yang diwaktu pagi dan petang SENANTIASA MENIPUMU terhadap keluarga dan hartamu. Dan disebutkan lagi: orang yang BAKHIL (PELIT) ATAU PEMBOHONG DAN ORANG YANG SUKA BERKATA KOTOR.


    (HR Muslim HADIST NO – 5109)


    Di Indonesia ada aliran sesat yang mengklaim bahwa hanya golongan mereka saja yang sah Islamnya, yang lain masuk neraka semua. Namun menurut penuturan para mantan aliran sesat itu, pendiri aliran sesat ini suka sekali berkata jorok, kotor lagi porno, bahkan hampir selalu dalam setiap mengajar dalam pengajian.  Padahal suka berkata kotor  itu adalah merupakan ciri calon ahli eraka.  Dalam hadits itu secara umum. Maka dapat difahami, lebih buruk lagi bila suka berkata kotor itu di depan khalayak ramai, apalagi pengajian, berarti sama dengan mengajarkan agama dengan kata-kata kotor.


    Dengan adanya hadits shahih tentang ciri calon ahli neraka itu, dan adanya kenyataan lakon manusia seperti tersebut, maka seyogyanya Umat Islam menyadari. Bahwa di Indonesia ini ada aliran sesat yang kalau dirujuk pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lahiriyah terkena ancaman doanya tidak terkabul, dan juga diancam hadits tentang lima ciri ahli neraka. Pengakuan QHJ (Qur’an Hadits Jamaah) yang mereka gembar-gemborkan selama ini belum tentu dapat menyelamatkan mereka. Karena Islam tidak cukup dengan klaim-klaim apapun, tetapi apakah benar-benar sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak.


    وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا (٣٦)


    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab/ 33: 36).


    Posted on 8 Juli 2013


    by Nahimunkarcom


      
     

    (nahimunkar.org)


 

(Dibaca 769 kali, 1 untuk hari ini)