Ilmuwan barat keheranan bukan kepalang melihat masjid ini berdiri tegak sedangkan bangunan, ruko dan lainnya
habis tak bersisa.

Wahai orang yang mengaku Islam…cukuplah Islam bagimu dan itu sudah sempurna dan lebih.

Jika masih ada yang berlaku loyal kepada musuh musuh Allah…

Maka anda telah melihat keajaibannya di dunia.

Dan di akhirat lebih besar dan agung lagi jika kita benar benar berpikir.

—————————-
Admin Suara Madinah – 16 Oktober pukul 15:02

Di antara komentar pembacanya begini:

Mochammad Irfani Seingat sy itu adalah salah satu dari masjid-masjid di Aceh yg Allah selamatkan dari gelombang besar tsunami, Allahu Akbar. Kemarin pukul 16:09

Nasbul Muluk Assalamualaikum, sya orng aceh dan saya sering shalat di mesjid itu,anda lihat arah kiblat mesjid itu kemana?arahnya kelaut,dan seperti mesjid lain pada umumnya semua tertutup ding2 beton rapat tak bercelah,kecuali pada bagian samping dan depan mesjid yg ada pintu2nya, jadi pas air stunami dtng dri arah laut membawa kayu2 bekas pohon cemara dan kelapa,rumah dll menghantam diding belakang mesjid,semua orng pasti berpikir dinding itu akan hancur tersapu air dg kecepatan yg tinggi,tapi kenyataannya Allah maha besar allahmdulillah mesjid itu tetap kokoh sampai sekrng.

Suara Madinah – 16 Oktober pukul 15:02

***

Natalan dan Tsunami Aceh 2004

korban-sunami-aceh

Sekadar untuk mengingatkan, peristiwa tsunami di Aceh 26 Desember 2004 lalu, menurut penuturan penduduk yang selamat, adalah pas setelah malamnya Brimob yang Kristen merayakan natal dan pesta di pantai Aceh.

Inilah beritanya:

Di tepi pantai (barat Privinsi Nanggroe Aceh Darussalam) itu, dua malam sebelum bencana, menurut keterangan penduduk yang selamat, beberapa anggota Brimob yang beragama Kristen merayakan malam Natal. Acara cukup meriah, ujar seorang penduduk yang selamat. Tapi tak hanya perayaan Natal. Pada malam berikutnya, perayaan Natal berganti dengan pesta. Tak jelas, apakah orang-orang yang berada di tempat tersebut sama dengan orang-orang sebelumnya, tapi yang jelas, malam itu lebih meriah dengan malam sebelumnya.

Pesta api unggun hingga pagi hari. Tenda-tenda juga didirikan. Suara-suara perempuan terdengar oleh penduduk dari kejauhan. Entah sedang berlangsung pesta apa di pantai dekat makam Syekh Syiah Kuala itu. Pesta memang terus berlangsung hingga sinar matahari memecahkan gelap langit. Penduduk sekitar menceritakan, orang-orang tersebut bahkan masih berada di pantai saat gempa mengguncang. Peserta pesta semalam itu, dituturkan, terkaget-kaget juga saat air pantai surut hingga jauh ke laut. Mereka terbengong-bengong dan tak tahu apa yang terjadi.

Di saat seperti itulah, air datang. Tapi anehnya, menurut penduduk, air tak hanya datang dari arah laut. Air keluar dari arah makam. Air hitam, tinggi menjulang. Dan para peserta pesta pun terkepung. Dari depan mereka, arah laut, sebelum sempat sadar, gelombang dengan kecepatan setara jet komersial datang menghantam. Sedangkan dari belakang, air yang memancar tinggi, setinggi pohon kelapa dan juga bagai tembok, panjangnya menghalangi jalan keluar. (Herry Nurdi sabili cybernews 2004, Thursday, January 20, 2005:.Telaah Utama Karomah dari Tanah Duka).

korban-sunami-aceh

Korban Tsunami Aceh

Data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara.
Sumber : http://acehtourismagency.blogspot.com/2012/07/5-peristiwa-aceh-yang-paling-bersejarah.html#ixzz2FnLuwrkk

Posted on Des 22nd, 2012 by nahimunkar.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.813 kali, 1 untuk hari ini)