Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin/ foto dok ist


Nasib Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jadi begini. Sudah pembelaannya terhadap Jokowi (soal dana haji mau dipakai investasi infrastruktur) mendapatkan kecaman dari Umat Islam dan gagal, masih pula bahkan terbuka belangnya. Bahwa Kemenag yang dia pimpin masih utang bayaran guru ngaji sampai Satu Triliun Rupiah.

Kepentoklah dia. Tahu-tahu ada yang nagih atau mengungkit utang sampai Satu Triliun.

Inilah beritanya.

***

Jokowi Mau Pakai Dana Haji, HNW: Kemenag Aja Masih Ngutang Gaji Guru Ngaji Rp 1 Triliun

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Kementerian Agama masih berutang membayar gaji guru agama. Hal tersebut dikatakan Hidayat ketika menanggapi wacana pemerintah yang menginginkan dana haji atau dana abadi umat diinvestasikan dalam bentuk infrastruktur.

“Kementerian Agama saja masih utang gaji guru agama, masih dari Rp 1 triliun itu,” ujar dia di Jakarta, Kamis (27/7).

Hidayat menegaskan penolakannya terhadap wacana pemerintah tersebut. Kondisi pemanfaatan dana haji untuk infrastruktur, kata dia, merupakan hal yang amat sangat abstrak dan tidak transparan. Terlebih lagi, jamaah haji yang memiliki dana tersebut tidak pernah ditanya apakah mereka setuju apabila dananya dipergunakan untuk kepentingan infrastruktur.

“Tidak transparan berapa yang akan didapat keuntungan oleh jamaah haji dan apakah nanti keuntungan itu akan masuk ke jamaah haji, kan nggak jelas semuanya,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, kata Hidayat, akan berindikasi dan menimbulkan masalah-masalah yang tidak menguntungkan jamaah haji. Dia berharap semestinya pemerintah bisa memisahkan mana yang memang merupakan dana milik umat.

“Kenapa tidak digunakan untuk kesejahteraan guru-guru agama, guru-guru ngaji lebih sesuai dengan prinsip dana abadi umat ketimbang infrastruktur yang tidak jelas bagaimana akadnya,” ujarnya.(kl/rol)/ eramuslim.com

***

Mungkin ini solusi

Kalau Menag bisa berupaya agar bosnya yang mau ngundang ledhek2 dari Korea untuk apa yang disebut perayaan “menyukuri nikmat kemerdekaan” itu dananya dialihkan saja untuk bayar utang Kemenag terhadap para guru ngaji yang satu triliun, maka Menag akan terkurangi bebannya. Dan bahkan mungkin diucapi selamat oleh Umat Islam. Coba berani ga’?

Atau malah sudah menyediakan diri untuk duduk di barisan paling depan untuk praktek semacam lelaki mupeng terhadap jogetan ledhek? Semoga saja tidak.

***

Hukum Menunda Gaji Pegawai

Bukhari dan yang lainnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ , وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأكَلَ ثَمَنَهُ , وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

“Tiga Jenis (manusia) yang Aku akan menjadi musuhnya kelak pada hari kiamat, yaitu: seseorang yang memberi dengan nama-Ku, kemudian berkhianat; seseorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak), kemudian memakan uangnya; dan seseorang yang mempekerjakan pekerja dan telah diselesaikan pekerjaannya, tetapi ia tidak memberikan upahnya.”

Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dan Thabrani meriwayatkan dari Jabi radhiallahu ‘anhu serta Abu Ya’la juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَعْطُوا الأَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering.”

Para ulama telah menganggap bahwa menunda pembayaran gaji pekerja atau tidak memberikannya setelah pekerjaan diselesaikan, termasuk dosa besar berdasarkan ancaman yang sangat dahsyat ini./ /pengusahamuslim.com

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 869 kali, 1 untuk hari ini)