Amerika (SI Online) – Juan McFarland, seorang pastor veteran di Alabama, Amerika Serikat, membuat pengakuan mengejutkan. Dia mengaku telah berhubungan seksual dengan para jemaat gerejanya.

Dilaporkan Reuters, McFarland membuat pengakuan soal skandal seks tersebut dalam sebuah khutbahnya September lalu. Pengakuan tersebut menggegerkan Gereja Baptist Shiloh Missionary, Montgomery, yang menjadi tempat McFarland selama 20 tahun.

Dalam pengakuannya, McFarland bukan hanya mengungkapkan telah berhubungan seksual dengan para jemaatnya. Dia juga mengaku telah positif mengidap HIV/AIDS. Padahal, saat berhubungan seksual dengan para jemaatnya itu, dia tidak pernah memberitahu bahwa dirinya positif mengidap HIV. Para pemimpin gereja juga tidak ada yang tahu soal itu.

Pengakuan McFarland bukan hanya soal skandal seksualnya. Menurut para jemaat, di luar kasus HIV-nya, dia juga mengaku menggunakan obat terlarang dan melakukan korupsi dengan memakai uang gereja untuk kepentingan pribadinya.

Senin (6/10/2014) lalu, para jemaat gereja tersebut mengikuti voting untuk menentukan nasib Juan McFarland. Hasilnya 80 suara menginginkan McFarland disingkirkan dari jabatannya dan 2 lainnya menolak.

Meski demikian, McFarland tetap ngeyel dan masih memiliki akses ke bangunan gereja. Dia juga masih menguasai akun bank gereja hingga Kamis (9/10/2014) lalu.

Namun yang membuat masyarakat khawatir adalah penyebaran HIV akibat perbuatan McFarlan. Direktur Eksekutif Lembaga AIDS Alabama, Patricia Todd, mendorong siapapun yang pernah bercinta dengan pastor tersebut untuk segera melakukan tes HIV.

Kasus ini menegaskan bahwa penyebaran HIV tidak hanya terbatas di kalangan tertentu. Terbukti, sang pastor juga bisa terkena HIV. Hingga saat ini, baik McFarland maupun pimpinan gereja belum mau berkomentar.

red: adhila
sumber: solopos

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.172 kali, 1 untuk hari ini)